Kenali Risiko Proyek, Insurance Goes to Campus Edukasi Mahasiswa tentang Asuransi
WAWASANPROKLAMATOR,- Program Studi (Prodi) Teknik Ekonomi Konstruksi (TEK) Universitas Bung Hatta bekerja sama dengan Allianz Indonesia menggelar kegiatan Insurance Goes to Campus. Kegiatan ini berlangsung di Ruang Sidang Fakultas Teknik Sipil dan Perencanaan (FTSP), Kampus Proklamator I pada 29 Oktober 2026.
Kegiatan ini menghadirkan narasumber dr. Amelina Nurrika, AWT, CSFT, dari Allianz Indonesia. Acara dipandu Ketua Program Studi (Kaprodi) TEK, Fielda Roza, S.T., M.T, serta dibuka oleh Rektor Universitas Bung Hatta, Prof. Dr. Diana Kartika.
Fielda, menyebut, asuransi memiliki peran penting dalam setiap proyek konstruksi, terutama untuk meminimalkan risiko selama proses pengerjaan. Ia menegaskan, perlindungan asuransi perlu diperhatikan sejak tahap pengawasan hingga pelaksanaan proyek.
“Setiap proyek yang dilakukan, mulai dari tahap pengawasan, eksekusi, maupun pengerjaan, asuransi sangat penting dan sudah termasuk dalam biaya proyek. Hal ini juga sedang digalakkan oleh pemerintah untuk mengurangi risiko dalam pekerjaan konstruksi,” ungkapnya.
Prof. Diana, menyampaikan, perkuliahan merupakan proses pembentukan diri agar mahasiswa siap menghadapi dunia kerja. Ia mengingatkan, mahasiswa untuk mulai membiasakan diri mengatur waktu dan keuangan sejak berada di bangku perkuliahan.
“Berbeda dengan SMA, kehidupan di perguruan tinggi merupakan proses pengembangan diri agar siap terjun ke dunia kerja. Orang tua memberikan akses pendidikan dengan harapan adanya perubahan ke arah yang lebih baik, sehingga penting untuk belajar mengatur waktu dan keuangan dengan bijak,” sampainya.
Sementara itu Amelina, menjelaskan, pentingnya mempersiapkan tabungan untuk menghadapi keadaan darurat serta memahami perlindungan asuransi. Ia menerangkan, perlindungan asuransi tidak hanya mencakup peralatan perusahaan, tetapi juga para pekerja yang menghadapi risiko dalam pekerjaannya.
“Setiap projek memiliki risiko, diantaranya temporary risk yang masih memiliki jalan keluar selama seseorang hidup dan risiko permanen yang dapat memengaruhi keberlangsungan bisnis. Perlindungan asuransi tidak hanya pada peralatan perusahaan, tetapi juga terhadap pekerja yang menghadapi risiko dalam pekerjaannya,” tutupnya.
Cawan WP: Angelita Agustina
Wawasanproklamator.com Jauh Lebih Dekat

