Gelar Mubes dan Milad ke-40, Genta Andalas Luncurkan Majalah Menagih Janji Pemulihan Kota Padang
WAWASANPROKLAMATOR,- Unit Kegiatan Pers Mahasiswa (UKPM) Genta Andalas menggelar Musyawarah Besar (Mubes) sekaligus memperingati hari jadi ke-40. Kegiatan ini berlangsung di Aula Gedung Pusat Kreativitas Mahasiswa (PKM), Universitas Andalas pada 24 Oktober 2026.
Melalui momentum tersebut, Genta Andalas juga meluncurkan majalah bertajuk “Menagih Janji Pemulihan Kota Padang”. Peluncuran ditandai dengan pemotongan tumpeng oleh Pemimpin Umum (PU), Pemimpin Redaksi (Pimred), dan Redaktur Cetak Genta Andalas.
Ketua Pelaksana (KP) Mubes, M. Dhiaurrahman Alfatih, menyampaikan, Mubes menjadi momentum untuk mengevaluasi perjalanan organisasi selama satu tahun terakhir. Ia menambahkan, tema “Merajut Kebersamaan, Menata Langkah yang Berintegritas” diangkat untuk mempererat solidaritas di tengah perbedaan.
“Mubes ini menjadi ruang refleksi untuk mengevaluasi perjalanan setahun ke belakang. Melalui tema yang sudah ditentukan, kebersamaan harus tetap terjaga,” ujarnya.
PU Genta Andalas, Zaki Latif Bagia, mengatakan, peluncuran majalah tersebut menjadi bagian dari peringatan hari jadi ke-40. Majalah itu mengusung peristiwa banjir bandang yang melanda Kota Padang pada tahun sebelumnya.
“Selaku pengurus UKPM Genta Andalas, kami menghadirkan majalah yang merekam duka galodo Padang setahun silam. Ke depannya, semangat kolaborasi dan solidaritas antar-UKM akan terus dirawat,” ungkapnya.
Redaktur Cetak Genta Andalas, Oktavia Ramadhani, menjelaskan, majalah tersebut diterbitkan untuk mendokumentasikan kisah para korban banjir bandang di Kota Padang. Menurutnya, dampak bencana masih dirasakan masyarakat sehingga pemulihan berbagai aspek kehidupan perlu terus diperhatikan.
“Hadirnya majalah ini sebagai upaya mengabadikan kisah para korban banjir bandang Kota Padang. Dampak bencana itu belum usai, aspek kehidupan para warga harus segera dipulihkan,” jelasnya.
Sementara itu, Pimred Genta Andalas, Auryn Dzakira, memaparkan, majalah Genta Andalas 2026 bertujuan menelusuri kondisi masyarakat pascabencana. Melalui majalah tersebut, pihaknya berupaya menghadirkan kisah warga yang masih berjuang sekaligus meninjau realisasi janji pemulihan dari pemerintah.
“Adanya majalah ini sebagai arsip kemanusiaan atas tragedi yang terjadi tahun lalu. Adanya ketangguhan korban untuk bertahan hidup dan evaluasi terhadap komitmen perbaikan yang dilontarkan pihak berwenang,” tegasnya.
Cawan WP: Nadya Syafwah
Wawasanproklamator.com Jauh Lebih Dekat

