BeritaSeputar Kampus

Mengusung Isu Karhutla, Arak-arakan Wisuda Arsitektur Tekankan Kepedulian terhadap Bencana

WAWASANPROKLAMATOR,- Program Studi (Prodi) Arsitektur Universitas Bung Hatta menggelar arak-arakan wisuda dengan mengusung tema kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Kegiatan ini berlangsung di pelataran Gedung Bung Hatta Convention Hall (BHCH), Kampus Proklamator I pada 25 Oktober 2026.

Berbeda dari tahun sebelumnya, arak-arakan kali ini mengurangi euforia perayaan dan menonjolkan suasana duka serta keprihatinan terhadap bencana karhutla. Konsep tersebut menjadi bentuk kepedulian mahasiswa terhadap dampak kebakaran hutan dan lahan yang masih dirasakan masyarakat.

Ketua Pelaksana (KP) arak-arakan, Kurniawan, menjelaskan, pemilihan isu karhutla dilatarbelakangi oleh dampak bencana yang semakin mengkhawatirkan. Ia menyebut, pengangkatan isu tersebut merupakan bentuk kepedulian mahasiswa terhadap persoalan nasional yang belum menemukan penyelesaian.

“Konsep ini telah dipikirkan secara matang atas usulan Ilham, mantan ketua himpunan Arsitektur periode 2022. Arak-arakan ini bukan sekadar agenda rutin, tetapi juga cara kita menunjukkan kepedulian terhadap hal yang sedang terjadi,” tuturnya.

Salah seorang wisudawan Arsitektur, Digdaya Aulia Waskita, mengungkapkan, konsep arak-arakan tahun ini berbeda dari sebelumnya karena mengangkat isu karhutla yang masih menjadi perhatian. Menurutnya, kegiatan tersebut menjadi momentum untuk menunjukkan kepedulian mahasiswa terhadap persoalan nasional.

“Karena menekankan rasa duka dan mengurangi euforia, penggunaan smoke bomb yang biasa digunakan saat arak-arakan dihentikan. Arak-arakan ini menjadi berkesan karena dahulu menyambut kakak dan abang yang wisuda, tetapi sekarang kita yang berada di tengah lingkaran untuk disambut oleh adik-adik,” ujarnya.

Peserta arak-arakan, Shiva Nursani, menyampaikan, konsep tersebut merupakan hasil diskusi mahasiswa dari beberapa angkatan. Ia menambahkan, persiapan kegiatan berjalan sesuai rencana meskipun terdapat sejumlah kendala yang berhasil diatasi.

“Kegiatan ini sudah dipersiapkan jauh sebelum wisuda dilaksanakan, mulai dari pemilihan Ketua Pelaksana (KP), pemilihan tema, pembuatan bendera, susunan kegiatan, dan lainnya. Diharapkan pesan yang disampaikan melalui gambar pada bendera dan menyanyikan lagu ‘Ibu Pertiwi’ dapat merepresentasikan wujud duka atas kondisi sekarang,” ucapnya.

Cawan WP: Annisa Faradilla

Wawasanproklamator.com Jauh Lebih Dekat

Author

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *