Kabut Asap Kian Pekat: Permintaan Masker di Padang Alami Lonjakan
WAWASANPROKLAMATOR,- Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang menyebabkan kabut asap meluas di Kota Padang berdampak pada meningkatnya permintaan masker di sejumlah apotek. Kondisi tersebut membuat persediaan masker menipis hingga kosong di daerah Lubuk Buaya, Tabing, dan Tarandam, Kamis (15/10/2026).
Meningkatnya kebutuhan penggunaan masker membuat sejumlah apotek mengalami keterbatasan penjualan. Kondisi tersebut membuat masyarakat harus menyesuaikan pilihan masker dengan ketersediaan stok di apotek.
Karyawan Apotek Bunda Medika, Ani Permata Sari, mengatakan, kesadaran penggunaan masker masih perlu ditingkatkan. Ia berharap masyarakat lebih peduli terhadap kesehatan di tengah kabut asap.
“Permintaan masker medis meningkat sejak kabut menebal, bahkan stok pernah kosong pada bulan September. Harganya sekitar Rp30.000 hingga Rp40.000 per paket atau satuannya Rp2.000 per buah,” ungkapnya.
Karyawan Apotek Dunia Sehat Satu, Rahmadani S. Farm, mengungkapkan, masker Duck Bill dan KF94 paling diminati pengendara sepeda motor untuk melindungi diri dari kabut asap. Sementara itu, masker medis kurang diminati meskipun masih tersedia di apotek.
“Penjualan masker Duck Bill dan KF94 meningkat sejak kabut menebal. Harganya Rp30.000 per kotak isi 50 buah atau Rp1.000 per satuan,” ujarnya.
Pemilik Apotek Syahda, Asyifa Syahda, menjelaskan, merek masker yang dijual, seperti Sensi, Alkindo, dan Mouson, bergantung pada pasokan distributor. Apabila persediaan habis, pihak apotek perlu memesan 15 hingga 20 box dan menunggu barang tiba.
“Sejak kabut asap menebal, pembelian masker meningkat, terutama untuk anak sekolah. Harganya Rp25.000 hingga Rp28.000 per box isi 50, sedangkan satuannya Rp1.000 per pcs,” tuturnya.
Pemilik Adi Pharma, Adi Rahman Hakim, menyampaikan, masyarakat cenderung mencari masker murah di toko buku, sedangkan apotek menyediakan masker medis merek Sensi dan Altamed. Harga masker tetap normal, yakni Rp25.000 per box dan Rp2.000 per buah.
“Mitigasi kesehatan itu penting untuk mengantisipasi dampak kabut asap. Masyarakat perlu memakai masker sejak dini agar terhindar dari gangguan pernapasan,” katanya.
Rezkhy WP
Wawasanproklamator.com Jauh Lebih Dekat

