BeritaUmum

Omzet Pedagang Pasar Menyusut Akibat Gempuran Belanja Online

WAWASANPROKLAMATOR,- Menjamurnya toko daring atau online shop membawa perubahan besar pada pola belanja masyarakat, termasuk berdampak pada pedagang pasar offline atau tradisional. Terutama sejumlah pedagang di kawasan Pasar Lereng, Kelurahan Aur Tajungkang Tengah Sawah, Kecamatan Guguk Panjang, Kota Bukittinggi, Selasa (17/02/2026).

Sejumlah pedagang di Pasar Lereng mengaku mengalami penurunan omzet dalam beberapa tahun terakhir. Konsumen kini lebih banyak memilih berbelanja melalui platform digital karena dinilai lebih praktis, banyak pilihan, serta sering menawarkan potongan harga dan promo gratis ongkir.

Resti Silfia, pemilik toko baju wanita, Nayra Fashion di Pasar Lereng, mengatakan konsumen kini sering membandingkan harga barang di toko dengan yang dijual secara online sebelum membeli. Ia menyebutkan, kondisi tersebut membuat omzet penjualannya turun sekitar 50% dalam satu tahun terakhir.

“Sejauh ini, saya belum mencoba membuka toko online, karena sulit mengelolanya. Harga barang di online dan di toko cukup jauh berbeda, rata-rata selisihnya sekitar Rp20 ribu hingga Rp30 ribu,” tambahnya.

Sucita Rahmah, pemilik Citawan Fashion yang menjual aneka tas dan dompet, mengaku telah berjualan selama tiga tahun di Pasar Lereng. Ia menyebutkan saat ini masyarakat lebih banyak berbelanja secara online sehingga kondisi pasar menjadi lebih sepi, dan dirinya belum pernah membuka toko online karena kurangnya pengetahuan mengenai pengelolaan online shop.

“Persaingan harga sekarang cukup berat karena harga grosir hampir sama dengan yang dijual di toko online, sehingga harga eceran di toko offline menjadi lebih tinggi. Saat ini pendapatan biasanya meningkat saat masa liburan, karena pembeli lebih ramai dibandingkan hari biasa,” ujarnya.

Begitupun dengan Prima Rizki Fahrozi, pemilik toko Pakaian Harian, yang telah berjualan sejak 2009, juga merasakan perbedaan yang cukup jauh dalam kondisi pasar saat ini. Ia menilai perubahan pola belanja masyarakat ke sistem online sangat memengaruhi jumlah pembeli yang datang langsung ke toko.

“Dulu pembeli ramai hampir setiap hari, sekarang jauh berkurang karena banyak yang beralih ke online. Perbedaannya sangat terasa dibandingkan beberapa tahun sebelumnya,” sampainya.

Rere WP

Wawasanproklamator.com Jauh Lebih Dekat

Author

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *