Bahas Dinamika Geopolitik Global, Fakultas Hukum Universitas Bung Hatta Hadirkan Andi Widjajanto dan Gatot Nurmantyo
WAWASANPROKLAMATOR,- Fakultas Hukum (FH) Universitas Bung Hatta menggelar kuliah umum bertema “Strategi Geopolitik Indonesia dan Tingginya Intensitas Dinamika Global”. Kegiatan ini berlangsung di Aula Gedung B3 Lantai 4 Kampus Proklamator II Universitas Bung Hatta pada 2 Juli 2026.
Kuliah umum ini bertujuan memperluas wawasan mahasiswa mengenai tantangan geopolitik yang dihadapi Indonesia. Peserta diajak memahami keterkaitan antara penegakan hukum, stabilitas nasional, dan pertahanan negara dalam menghadapi dinamika global.
Rektor Universitas Bung Hatta, Prof. Dr. Diana Kartika, mengatakan, akreditasi unggul serta keberhasilan menembus Times Higher Education Impact Rankings 2026 merupakan pencapaian yang membanggakan. Ia menambahkan, Universitas Bung Hatta juga meraih tujuh penghargaan sebagai wujud peningkatan mutu akademik dan tata kelola.
“Kurang cerdas mampu diperbaiki melalui belajar dan ketidakcakapan dapat diatasi dengan pengalaman. Namun, sifat tidak jujur sangat sulit untuk diubah,” ucapnya.
Mantan Gubernur Lembaga Ketahanan Nasional (Lemhannas), Andi Widjajanto, mengungkapkan, pasca runtuhnya Uni Soviet pada awal 1990-an, Amerika Serikat (AS) mendorong perkembangan demokrasi di berbagai negara melalui dukungan modal. Menurutnya, kemunculan kekuatan baru di Asia kini mulai menggeser dominasi AS dan mengubah peta geopolitik dunia.
“Skor indeks demokrasi terus merosot akibat produk hukum yang justru memperlemah kebebasan bernegara. Karena itu, generasi muda harus belajar dari kegagalan masa lalu agar mampu memperbaiki keadaan,” tuturnya.
Mantan Panglima Tentara Nasional Indonesia (TNI) periode 2015-2017, Gatot Nurmantyo, menjelaskan, ledakan jumlah penduduk dunia dan menipisnya cadangan minyak berpotensi memicu konflik antarnegara. Ia menilai, persaingan global akan bergeser ke wilayah ekuator dengan memperebutkan sumber daya strategis, seperti pangan, air, dan kekuatan finansial.
“Mahasiswa wajib ikut serta menjaga kedaulatan, keutuhan wilayah, dan keselamatan bangsa. Generasi muda harus memahami ancaman nyata ini agar pertahanan negara tidak sekadar menjadi teori,” jelasnya.
Cawan WP: Rezkhy Maulana Yazir
Wawasanproklamator.com Jauh Lebih Dekat

