Sunday, September 19, 2021
Para pemain operet

Operet "Kampusku Abu-Abu"



WAWASAN PROKLAMATOR,- Kampusku Abu-Abu merupakan operet yang dibawakan oleh mahasiswa angkatan 2011 Fakultas Ekomoni (FE) Universitas Bung Hatta (UBH) dalam acara Inagurasi FE yang diselenggarakan oleh  Badan Eksekutif Masyarakat Mahasiswa (BEMM) FE, Rabu (31/10/2012).

Operet yang disutradarai oleh Yoni Candra ini memberikan konsep modern klasik dan tradisional yang membawakan sisi sosial yang ada di kampus. Adapun peranan yang dibawakan adalah Dede (sebagai mahasiswa) keturunan jawa yang besar di Sumatra Barat, tinggal perumahan elit dan tidak sombong. Nopi (sebagai mahasiswa) anak kampung, pintar, dan berprestasi.  

Kemudian, Dila (sebagai mahasiswa) cewek cantik yang BSS karena telah nikah dalam masa kuliah bersama Fajri. Fajri (sebagai mahasiswa) anak kampung, bergaya seperti anak menteri biar wanita cantik dalam hal ini Dila agar naksir padanya. Rini (sebagai dosen) yang malas ngajar dan mengangap mahasiswa senang jika dosen tidak masuk dan merapel kuliah disaat-saat masa ujian akan berlansung. 

Selanjutnya, Apriendi (sebagai Satpam) yang menjadi penjaga kemanan kampus. Mela (sebagai OB) yang tetap setia menjaga kebersihan kampus walaupun gaji di bawah Upah Minimum Regional (UMR). Anggi (sebagai mahasiswa) pria yang bergaya seperti wanita. Kia (sebagai Tata Usaha) menjadi tata usaha walaupun bukan cita-citanya. Ani (sebagai orang tua) orang tua dila. Irvan (sebagai pimpinan) ditaktor yang tuli dikerajaan industri ijazah. 

Persiapan untuk pementasan ini memakan waktu 5 hari. Dimana 2 hari untuk penentuan karakter dan 3 hari untuk latihan dengan total latihan sekitar 10 jam.

 Yoni sang sutradara mengaku puas dengan pertunjukanya meski endding-nya kurang dapat. "Untuk pementasannya endding  kurang dapat seharusnya ada penyampain pesan untuk tidak melakukan peranan negatif yang terdapat di pementasan" ujarnya. 

Salah seorang penonton, Rio Oktawinanda mengatakan operet ini sangat menarik, karena menggambarkan kehidupan sosial di lingkungan kampus.

" Seperti yang diperankan oleh Anggi, seorang pria yang pembawaanya seperti wanita. Dan dalam kenyataannya pun masih banyak kita temui mahasiswa yang seperti ini," akunya.

(Ridho WP)

WawasanProklamator.com Jauh Lebih Dekat

Share on:

Komentar:

Kirim Komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Yang mungkin disukai