Thursday, July 29, 2021
Kejelasan antara KMS, Perlengkapan dan Masyarakat PUSGAWA

Kejelasan antara KMS, Perlengkapan dan Masyarakat PUSGAWA



WAWASAN PROKLAMATOR,- Bermula dari kesalahpahaman dan komunikasi yang tidak lancar antara bidang perlengkapan dan masyarakat mahasiswa PUSGAWA (Pusat Kegiatan Mahasiswa) Universitas Bung Hatta terkait peminjaman tenda dan meja guna membuka stan pendaftaran anggota baru Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) .

Pasalnya sejak surat peminjaman tenda dan meja dimasukan ke bagian perlengkapan UBH, baru tenda yang terpasang dan untuk mejanya para pengurus UKM berinisiatif mencari sendiri di seputaran Gedung 3 Kampus II sehingga kejadian tersebut memicu kemarahan masyarakat mahasiswa PUSGAWA.

Kemudian bidang kemahasiswaan UBH mengambil insiatif untuk mengadakan pertemuaan yang bertajuk diskusi dihadiri oleh ketua UKM-UKM se-lingkungan UBH di Ruang Sidang Rektorat Lantai 2 Gedung E Kampus I UBH, Selasa (01/10/2012).

Menurut Marleni SE, M.Si pertemuan ini diadakan untuk memperbaiki komunikasi antar bidang kemahasiswaan (KMS), bidang  perlengkapan dan masyarakat mahasiswa PUSGAWA (Pusat Kegiatan Mahasiswa) Universitas Bung Hatta agar tidak ada salah-salah persepsi. 

"Karena kita akan berhubungan terus satu sama lainnya dalam melaksanakan kegiatan-kegiatan kemahsiswaaan dan ada baiknya pertemuan ini dapat dilakukan secara terus menerus," ujar kepala bidang kemahasiswaan UBH ini.

Sementar itu Wakil Rektor III UBH Drs. Suparman Khan, M. Hum berpandangan permasalahan seperti ini hal bisa karena ini merupakan dinamika beroganisasi yang terpenting harus diselesaikan dan dicarikan solusinya melalui diskusi ini.

"Lewat pertemuan ini kita bisa mengambil langkah-langkah apa yang perlu diperbaiki dan kita juga harus paham akan tugas, fungsi dan wewenang," ungkapnya.

Kemudian kepala bidang perlengkapan UBH, Syahrial menjelaskan kronologi dari peminjaman tenda dan meja dan sebenarnya ini tidak ada masalah hanya kesalahpahaman saja. "Hal-hal semacam ini tidak hanya sekali dua kali, sebut saja ketika BEMM FTSP meminjam speaker aktif setelah sebulan baru dikembalikan, kami sempat panik," ujarnya.

"Dan masih banyak kejadian-kejadian lainnya," tambahnya sembari melihatkan daftar barang-barang yang bermasalah ketika dipinjam mahasiswa ke bidang perlengkapan UBH.

Meski sempat terjadi perdebatan argumen antara kepala bidang perlengkapan UBH dan Wakil Presiden Mahasiswa, kesimpangsiuran dan salah persepsi bisa terurai.

David Hidayat, Ketua UKM Diving Proklamator mengatakan jika pembahasannya seperti ini terus tidak akan selesai  hingga malam hari bahkan pagi hari. "Baiknya langsung kita carikan solusinya, seperti kita ketahui dari pemaparan bapak Syahrial bahwa bagian perlengkapan kurang anggota," ujarnya.

Kemudian, Ketua Mapala Proklamator Yohanes Frengki menanyakan kejelasan penahanan kartu Tanda Mahasiswa (KTM) saat meminjan barang atau alat-alat ke bidang perlengkapan UBH dan apa gunanya surat peminjaman yang diajukan.

"Surat merupakan tanda legalitas yang sah, jadi jika hal semacam ini terjadi berarti terjadi kesalahan administrasi saat melakukan peminjaman dan harus segera diperbaiki agar tidak ada kata berpandai-pandai lagi," katanya.

Tak hanya itu Doni Noviardi dari UKM FSI Nurul Jannah mengatakan kedepannya kampus bisa menyediakan stan pendaftaran anggota baru saat PKKMB.

Akhirnya dari diskusi yang dimulai pukul 14.00 WIB membuahkan hasil agar diperbaikai sistem birokrasi keadminstrasian yang berbelit-belit dan harus mengikuti prosedur yang telah ditentukan tidak mengambil jalan pintas.

Syahrial mengatakan saat ini bidang perlengkapan telah merancang SOP (Standar Oprasional Prosedur) peminjaman tinggal menunggu sosialisasinya. Nantinya akan diberikan ke bidang kemahasiswaan untuk sosialisaikan kepada kelembagaan mahasiswa.

"Seperti biasa surat ditujukan kepada bidang perlengkapan kemudian akan didisposisikan dan akan ditindak lanjuti oleh kita barang atau alat apa saja yang akan dipinjam," jelasnya.

"Baiknya 3-4 hari sebelum acara surat udah masuk dan untuk kegiatan yang bersifat tak terduga kita akan usahakan dengan cepatnya," tambahnya.

Dipenghujung diskusi Wakil Rektor III UBH berpesan kurang perintah perintah lisan yang akan menimbulkan kesalahan dalam memaknainnya dan kita semua harus bisa menjaga aset kampus ini. "Untuk masalah fasilitas di PUSGAWA kita akan adakan pertemuan selanjutnya," ujarnya.

(Ubay WP)

WawasanProklamator.com Jauh Lebih Dekat

Share on:

Komentar:

Kirim Komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Yang mungkin disukai