Thursday, July 29, 2021
BPKP Bersama Masyarakat Memerangi Korupsi

Sosialisasi Program Anti Korupsi BPKP di Hotel Padang (Foto: Ena WP)

BPKP: Perangi Korupsi Bersama Mahasiswa



WAWASAN PROKLAMATOR,- Maraknya korupsi yang semakin mewabah di Indonesia saat ini sudah sangat mengkhawatirkan. Korupsi pada masa sekarang sudah mewabah di semua bidang, dari kalangan bawah sampai atas. 

Fakta mengatakan korupsi sudah berkembang menjadi korupsi yang sistemik. Secara sederhana, korupsi adalah tindakan yang membuat negara dan orang lain sensara demi kepentingan perorangan ataupun kelompok saja.

Fenomena yang demikian sangat mengkhawatirkan, dan bahkan belahan dunia lain telah mencap bahwa Indonesia adalah negara koruptor.KPK (Komisi Pemberantasan Korupsi) melalui BPKP (Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan) perwakilan Sumatra Barat mengadakan sosialisasi program anti korupsi (SOSPAK).

Kegiatan terebut dihadiri oleh mahasiswa dari empat perguruan tinggi di Kota Padang, Sumatra Barat, yaitu Universitas Bung Hatta (UBH), Universitas Andalas (Unand), Universitas Negeri Padang (UNP), dan Universitas Putra Indonesia (UPI) yang digelar di Hotel Padang dari pukul 08.00-2.00 WIB, Jumat (21/092012)

SOSPAK ini menghadirkan dua orang pembicara. Pembicara pertama adalah Drs. Zulwarsi, Ak dari BPKP dan pembicara kedua adalah Shinta Agustina, SH, MH dari Fakultas Hukum Unand.

Sebelum kedua narasumber mempresentasikan materi masing-masing, terlebih dahulu Achdiman Kartadimadja, Kepala BPKP Sumatra Barat menyampaikan kata sambutannya. Dalam kata sambutannya, Achdiman mengatakan bahwa SOSPAK bertujuan untuk memberikan pemahaman tentang korupsi dan bagaimana dampaknya serta cara mencegahnya. 

SOSPAK kali ini dikhususkan untuk mahasiswa, karena mahasiswa sangat berperan penting dalam memerangi korupsi dan mahasiswa adalah generasi yang akan meneruskan bangsa Indonesia kedepannya.

Achdiman juga menegaskan kepada mahasiswa untuk bisa memilah setiap hal yang mereka dengarkan dan lihat. "Mana yang bernuansa politis atau bernuansa kebenaran," ujarnya.

SOSPAK juga mempunyai slogan "Pahami Dulu Baru Lawan! Sekecil Apapun, Korupsi Tetap Hina, Keji, dan Terkutuk", untuk memberantas korupsi, terlebih dahulu harus paham apa itu korupsi dan bagaimana mengatasinya. Lambat laun, jika korupsi dibiarkan merajalela negara akan bangkrut dan runtuh karena korupsi yang tinggi.

Tema yang diangkat Zulwarsi adalah "Sosialisasi program anti korupsi strategi/ upaya memerangi korupsi". Dalam penyampaiannya, Zulwarsi memaparkan kondisi yang diharapkan adalah Indonesia bebas dari korupsi, namun pada kenyataannya tiap tahun korupsi terus meningkat di Indonesia.

Makin parahnya korupsi di Indonesia ini dipicu oleh hukuman terhadap koruptor yang tidak terlalu berat dan masyarakat yang tidak peduli, menyebabkan menjadi seorang koruptor biasa saja, misalnya selepas dari penjara, seorang koruptor masih bisa menjadi tokoh masyarakat, seharusnya disingkirkan agar jera. 

Sumatra Barat termasuk salah satu daerah dengan tingkat korupsi yang sudah mencapai level terbawah. Selain itu, KPK dibentuk dengan tujuan untuk memberantas korupsi, tapi permasalahannya adalah korupsi dilakukan oleh pembuat peraturan pemberantasan korupsi sendiri, dan kemungkinan KPK akan dilemahkan dalam dua hal, seperti tidak boleh menyadap atau alat penyadap dibatasi penggunaannya.

Zulwarsi juga menyampaikan harapannya setidaknya mahasiswa bisa ikut andil dalam memberantas korupsi. "Minimal adek-adek mahasiswa diharapkan nantinya tidak ada lagi keinginan untuk korupsi dan jangan apatis, dan ingat korupsi hanya bisa diperangi secara bersamaan-sama," harapnya.

Pada sesi kedua, Shinta Agustina, SH, MH melengkapi materi yang telah disampaikan Zulwarsi. Shinta memaparkan bahwa Indonesia adalah negara terkorup kedua di Asia dan terjadi di semua bidang kehidupan. Ironisnya, tingkat kebocoran keuangan negara sudah mencapai 30 persen. "Jika korupsi sudah dianggap sebagai hal biasa, maka untuk memberantasnya akan semakin sulit," ujar Shinta.

Untuk menyelamatkan negara Indonesia dari keruntuhan akibat tindakan korupsi, masyarakat harus bersama-sama memerangi korupsi dan mengambil tindakan tegas, dan mahasiswa salah satu komponen masyarakat yang sangat diharapkan partisipasinya.

(Ena WP)

WawasanProklamator.com Jauh Lebih Dekat

Share on:

Komentar:

Kirim Komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Yang mungkin disukai