Sunday, September 19, 2021
Praktisi Industri: Soft Skill Merupakan Aspek Terpenting di Atas Segalanya

Praktisi Industri: Soft Skill Merupakan Aspek Terpenting di Atas Segalanya



WAWASAN PROKLAMATOR,- Program Studi (Prodi) Teknik Kimia Universitas Bung Hatta mengadakan Workshop Penyelarasan Silabi RPS dengan Perkembangan Industri Kekinian. Acara ini diadakan secara Dalam Jaringan (Daring) via Zoom dan Live Streaming Youtube, Sabtu (31/07/2021).

Kegiatan ini di narasumberi oleh Setria Feri, ST, MM, Perseroan Terbatas (PT) Champion Technologies sekaligus Alumni Teknik Kimia Universitas Bung Hatta tahun 1995, dan Zulyan Imansyah, ST, MM, PT. Pupuk Sriwidjaja Palembang (Pusri). Turut hadir Dekan Fakultas Teknologi Industri (FTI) Universitas Bung Hatta, Prof. Dr, Eng Reni Desmiarti, ST, MT dan Ketua Prodi (Kaprodi) Teknik Kimia, Dr. Firdaus, ST, MT sebagai moderator acara ini.

Dalam sambutannya, Reni memaparkan, prodi akan menerima masukan dari Prof. Ir. Yazid Bindar, M.Sc., Ph.D, Dosen Institut Teknologi Bandung (ITB) dan akan meminta saran khusus dari industri. Kemudian, dosen akan menyusun Rancangan Pembelajaran Semester (RPS) berdasar masukan yang akan diberikan. Terakhir, RPS yang sudah disususn tadi akan dievaluasi oleh Prof. Nita Aryanti, ST., MT., Ph.D, perwakilan Asosiasi Pendidikan Tinggi Teknik Kimia Indonesia (APTEKIM) sekaligus Dosen Teknik Kimia Universitas Diponegoro.

“Banyak sekali hal yang harus di evaluasi, salah satunya yakni menerima masukan secara berkala dari industri tentang silabus dari mata kuliah yang diajarkan. Diawal proses evaluasi, akan dilakukan penyusunan kembali kurikulum yang sesuai dengan program Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM),” papar Reni.

Zulyan meyampaikan, hubungan yang intens antara akademisi dengan industri sangatlah penting dalam menopang sistem pendidikan di Indonesia. Meskipun secara konsep sudah disediakan oleh lembaga pemerintahan, namun pihak industri juga diminta untuk berperan aktif dalam memberikan informasi kepada akademisi. Ia turut berharap agar mahasiswa bisa mengembangkan soft skill saat duduk di bangku perkuliahan guna membiasakan diri ketika  berkecimpung di industri nantinya.

“Untuk menopang sistem pendidikan di Indonesia, hubungan baik antara akademisi dan pihak industri sangat penting dalam memberikan informasi dari kedua pihak. Pihak industri juga diminta untuk berperan aktif dalam membantu akademisi, serta diharapkan untuk mahasiswa bisa mengembangkan soft skill nya saat menempuh masa perkuliahan,” ucap Zulyan.

Lebih lanjut Zulyan menambahkan, penguasaan software dan penggunaannya dalam simulasi pengendalian proses harus diimplementasikan saat awal mereka mempelajari Teknik Kimia. Hal ini bertujuan agar mahasiswa mampu mempergunakan tools nya dan mengetahui potensinya dalam penggunaan software tersebut.

“Pentingnya untuk memperkenalkan mahasiswa terkait tools yang akan digunakan ketika memperdalami Teknik Kimia. Saya sarankan untuk mengenalkan software diawal saat baru memasuki pelajaran Teknik Kimia guna mengetahui potensi masing-masing mahasiswa,” tambahnya.

Sependapat dengan Zulyan, dalam materinya, Setria mengaku, soft skill merupakan faktor terpenting  dalam kontribusi keberhasilan dalam dunia kerja.  Networking, keahlian di bidangnya, dan finansial adalah faktor penunjang dari kontribusi di industri.

“Berdasarkan Mitsubishi Research Institute 2002, soft skill adalah faktor yang paling memberi kontribusi besar dalam keberhasilan kerja. Finansial, keahlian di bidangnya, dan networking hanyalah sebagai penunjang dari soft skill tersebut,” aku Setria.

Salah satu alumni Prodi Teknik Kimia tahun 2015 yang menghadiri workshop ini, Nofri Naldi mengatakan, acara ini diselenggarakan untuk meminta saran kepada industri terkait mata kuliah yang dibutuhkan dan perlu diajarkan. Selain itu, Nofri berharap lulusan Teknik Kimia mudah di terima di dunia industri terkait dan dapat bersaing dengan lulusan perguruan tinggi lain.

“Inti dari acara ini adalah meminta saran kepada industri tentang mata kuliah apa saja yang harus ada dan diajarkan kapada mahasiswa guna memenuhi persyaratan di industri. Semoga lulusan Teknik Kimia siap bersaing dengan perguruan tinggi lain di dunia industri nantinya,” ujarnya.

Peserta lain, Eko Kurniawan Azwir, mahasiswa Teknik Kimia angkatan 2017 menyatakan, workshop ini sangat menarik dan bermanfaat serta bisa menunjang kualitas prodinya. Ia berharap kedepannya pihak prodi sering melakukan kegiatan serupa guna menambah wawasan para mahasiswa.

“Acara ini sangat menarik dan bermanfaat, karena bisa melihat prospek kerja prodi saya kedepannya di dunia industri, dan hal itu bisa dijadikan acuan untuk mempersiapkan diri untuk berkecimpung di dunia kerja. Semoga prodi bisa mengadakan kegiatan seperti ini lagi kedepannya untuk menambah wawasan dan relasi dari  industri,” tutup Eko.

 

Fidi WP

Wawasanproklamator.com Jauh Lebih Dekat

Share on:

Komentar:

Kirim Komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Yang mungkin disukai