Tuesday, July 27, 2021
Kehadiran UKM-Menwa Tuai Pro dan Kontra di Kalangan Pusgawa

Kehadiran UKM-Menwa Tuai Pro dan Kontra di Kalangan Pusgawa



WAWASAN PROKLAMATOR,- Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) merupakan sebuah organisasi yang berfungsi untuk mengembangkan minat dan bakat mahasiswa. UKM juga berperan sebagai wadah untuk meningkatkan potensi, soft skill, dan menjadi aktivitas penyalur hobi mahasiswa, Minggu (18/07/21).

Untuk mendirikan sebuah UKM atau Organisasi Mahasiswa (Ormawa), bisa menggunakan dua cara. Cara pertama, mahasiswa mengajukan kepada pihak kampus tentang UKM atau Ormawa yang akan dibentuk. Lalu cara yang kedua, pihak kampus sendiri yang membentuk UKM atau Ormawa.

Universitas Bung Hatta memiliki 10 UKM yang telah mewakili masing-masing minat dan bakat mahasiswa. 10 UKM tersebut meliputi Unit Kegiatan Pers Mahasiswa (UKPM) Wawasan Proklamator (WP) (Jurnalistik), UKM-Racana ((Praja Muda Karana) (Pramuka)), UKM Korps Suka Rela (KSR) (Sosial dan Kemanusiaan), UKM-Diving (Selam), UKM Forum Studi Islam Nurul Jannah (Rohani Islam), UKM Kesenian Proklamator (Kesprok), UKM Radio Suara Mahasiswa (Diorama) (Penyiaran Radio), UKM-Olahraga, UKM Information Communication and Technology (ICT) (Robotik), dan UKM Mahasiswa Pencinta Alam (Mapala) (Pelestarian Lingkungan Hidup).

Belakangan ini, muncul kembali UKM Resimen Mahasiswa (Menwa) yang dulunya sempat vakum. UKM-Menwa telah berada di Universitas Bung Hatta sejak 1982. Namun karena satu alasan dan lain hal, UKM ini mengalami pemvakuman organisasi. Menwa kembali diaktifkan pada 2020.

UKM-Menwa bertujuan untuk menciptakan mahasiswa yang memiliki pengetahuan, sikap disiplin, serta berwawasan kebangsaan, agar mampu melaksanakan tugas Tri Dharma Perguruan Tinggi dan juga menanamkan dasar-dasar kepemimpinan dengan tetap mengacu pada tujuan pendidikan nasional. Selain itu, Menwa juga bermanfaat untuk meningkatkan potensi mahasiswa sebagai bagian dari potensi rakyat dalam Sistem Pertahanan Rakyat Semesta (SISHANRATA).

Menwa merupakan sebuah UKM yang diusulkan oleh para alumni Universitas Bung Hatta, yang dulunya juga ikut tergabung dalam UKM-Menwa. Rektor menyetujui usulan para alumni untuk mengaktifkan UKM-Menwa kembali, lalu mengeluarkan Surat Keputusan (SK) terkait pengaktifan kembali UKM-Menwa. Jadilah Menwa sebagai UKM yang dibentuk oleh pihak kampus.

Kembali aktifnya UKM-Menwa menuai pro dan kontra dari berbagai pihak di selingkup Pusat Kegiatan Mahasiswa (Pusgawa). Beberapa pihak berpikir kehadiran UKM-Menwa ini tidak menjadi masalah selagi tidak mengganggu kegiatan UKM lain. Di sisi lain, ada juga pihak yang tidak menyetujui kehadiran UKM-Menwa ini karena tidak mengikuti proses dan peraturan yang ada.

Komandan UKM-KSR PMI, Rudy Agustian menuturkan, kehadiran Menwa tidak menimbulkan masalah baginya, selama tidak mengganggu UKM lain. Rudy juga menambahkan Menwa hadir tanpa sepengetahuan lembaga yang telah ada di Universitas Bung Hatta sehingga UKM ini mendapatkan pertentangan dari beberapa pihak.

“Selama Menwa tidak mengganggu UKM saya dan yang lainnya, saya setuju Menwa hadir kembali. Hanya saja, pada saat UKM-Menwa ini kembali hadir tanpa sepengetahuan lembaga atau Ormawa yang telah ada, hal ini lah yang memicu semuanya kontra terhadap Menwa,” tuturnya.

Wahyu Diansyah Putra, Ketua UKM-Kesprok mengungkapkan, setiap mahasiswa memiliki hak untuk berlembaga dan menyalurkan minat serta bakat. Wahyu turut menjelaskan untuk mendirikan sebuah UKM itu memiliki persyaratan, peraturan, dan adab tertentu dalam prosesnya.

“Dengan hadirnya UKM ini, saya tidak menentang sepenuhnya, karena setiap mahasiswa memiliki hak untuk berlembaga dan menyalurkan minat dan bakat masing-masing, termasuk juga UKM-Menwa. Tapi yang menjadi pertentangan adalah cara berdirinya lembaga tersebut menjadi sebuah UKM yang harus memenuhi persyaratan, peraturan dan adab tertentu dalam setiap prosesnya,” ungkap Wahyu.

Ketua UKM-Diving Proklamator, Doval Armiles M mengutarakan rasa ketidaksetujuannya atas hadirnya Menwa yang terbentuk dari pihak rektorat. Selain itu, Doval juga mengatakan jika UKM-Menwa ingin diakui oleh seluruh lembaga yang ada, sebaiknya pihak Menwa adakan sebuah kongres.

“Menwa dibentuk oleh pihak rektorat, saya tidak setuju. UKM harusnya terbentuk dari minat mahasiswa dan untuk mahasiswa, bukan dari rektorat untuk mahasiwa. Terlebih lagi UKM-Menwa ini berdiri tanpa adanya sosialisasi terhadap mahasiswa yang ada di lingkungan kampus. Jika UKM-Menwa ingin diakui oleh seluruh lembaga yang ada, silakan ajukan pada kongres universitas,” paparnya.

Menanggapi pro dan kontra yang terjadi, Komandan Batalyon Menwa, Virada Triman Putra mengatakan, hal ini menjadi sebuah tantangan bagi UKM-Menwa untuk memperbaiki semua pandangan masyarakat di lingkungan Pusgawa terhadap Menwa.

"Kami akan memulai kembali dengan sejarah UKM-Menwa yang dulunya dianggap buruk bagi mahasiswa. Hal ini juga merupakan sebuah tantangan bagi kami untuk memperbaiki segalanya," tukasnya.

Lebih lanjut Virada menambahkan, pihak Menwa tidak akan menyerah dan akan selalu melakukan sosialisasi agar bisa diterima di lingkungan Pusgawa. Ia juga menyampaikan akan banyak belajar dengan UKM dan lembaga yang ada di Universitas Bung Hatta.

"Kami akan selalu bersosialisasi dengan UKM dan lembaga yang ada di Pusgawa. Tentunya kami juga akan banyak belajar dan juga berdiskusi dengan lembaga yang telah ada," ungkapnya.

Kepala Bagian (Kabag) Kemahasiswaan, Ahmad Iffan, S.H, M.H, menjelaskan lahirnya UKM-Menwa ini beracuan kepada peraturan rektor terkait organisasi kemahasiswaan yang terbaru.

“Lahirnya UKM-Menwa ini, beracuan kepada peraturan rektor terkait organisasi kemahasiswaan. Menwa secara hukum sudah resmi menjadi UKM sejak rektor menandatangani SK nya. Menwa memiliki hak dan kewajiban yang sama dengan UKM lain,” ujarnya.

Iffan turut berpesan kepada seluruh mahasiwa agar selalu open minded supaya bisa menerima perubahan yang terjadi.

“Sebuah aturan terkadang memang tidak bisa diterima oleh sebagian orang, namun jika aturan tersebut telah legal secara hukum, suka atau tidak kita harus menerimanya. Kepada seluruh mahasiswa usahakan selalu open minded supaya perubahan-perubahan yang baik itu bisa kita terima,” tutupnya.

Jeje WP

Wawasanproklamator.com Jauh Lebih Dekat

Share on:

Komentar:

Kirim Komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Yang mungkin disukai