Tuesday, July 27, 2021
Prodi PMAT Adakan Diskusi Pentingnya Strategi MBKM Lingkup Pendidikan

Prodi PMAT Adakan Diskusi Pentingnya Strategi MBKM Lingkup Pendidikan



WAWASAN PROKLAMATOR,- Program Studi (Prodi) Pendidikan Matematika (PMAT) Universitas Bung Hatta mengadakan Focus Group Discussion (FGD) yang diikuti oleh berbagai instansi pendidikan daerah Sumatera Barat (Sumbar) dan diluar daerah. Kegiatan dilangsungkan secara Dalam Jaringan (Daring) melalui Aplikasi Zoom, Rabu (14/07/2021).

Tema yang yang diusung FGD ialah Strategi Implementasi Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM) dan Sistem Penjaminan Mutu. Pemateri acara Dr. Cartono, M.Pd.,M.T, ketua P3AI UNPAS, Narasumber Nasional KPT Kemendikbudristek RI.  Dr. Hidayat, S.T.,M.T.,IPM., Wakil Rektor III (WR III), Dekan Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP), serta Ketua Prodi (Kaprodi) PMAT Universitas Bung Hatta, Fauziah, S.PdI, M.Pd, turut hadir dalam kegiatan ini.

Fauziah menjelaskan, tahun ini Universitas Bung Hatta memperoleh hibah implementasi kurikulum Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM) dari Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi Indonesia (Kemendikbud-Ristek) yang bertujuan untuk mempercepat proses prodi mengimplementasikan MBKM.

“Sehubungan dengan program MBKM, prodi telah merancang beberapa kegiatan yang mendukung. Seperti peninjauan ulang kurikulum, menyusun panduan, impelementasi, dan pola kerjasama dalam pelaksanaan mencapai target. Dari delapan kegiatan yang ditawarkan kementerian, prodi pendidikan akan melaksanakan tiga diantaranya yaitu, pertukaran pelajar, asistensi mengajar, dan Kuliah Kerja Nyata Tematik (KKNT),” jelas Fauziah.

Cartono memaparkan, tujuan Bentuk Kegiatan Pembelajaran-Merdeka Belajar Kampus Merdeka (BKP-MBKM) adalah meraih lulusan dengan kompetensi tambahan softskill dan hardskill, internalisasi budaya profesional, dan menyiapkan lulusan calon pemimpin dimasa depan.

“Saat ini orang telah menyadari 85% kesuksesan di dunia kerja dipengaruhi oleh softskill. Diharapkan program ini menjadi lahan yang subur untuk mengembangkan nilai-nilai keteladanan dalam diri setiap mahasiswa,” papar Cartono.

Cartono juga mengatakan, strategi yang dibutuhkan untuk BKP-MBKM adalah identifikasi peta kurikulum prodi, mengidentifikasi Capaian Pembelajaran Lulusan (CPL) yang diamanahkan, dan bekerjasama dengan mitra menyusun perancangan kegiatan pembelajaran. Selain itu, dibutuhkan sistem yang mendukung di lingkungan institusi agar program dapat terlaksana dengan baik.

“Pentingnya ditingkat institusi untuk membuat tim pengelola MBKM. Jika program ini tidak memiliki tim khusus, semua aktifitas tidak bisa ditangani dengan baik. Semua dokumen yang dibutuhkan program ini harus benar-benar disiapkan agar program MBKM berjalan dengan baik,” ujar Cartono.

Budhi Waskito, Pengajar Ilmu Komunikasi di Universitas Bandar Lampung menanggapi FGD kali ini. Menurutnya, kegiatan menjadi wadah yang bermanfaat untuk memahami lebih jelas program MBKM.

“FGD ini sangat penting bagi pengelola prodi untuk mendapatkan dan memperkaya informasi terkait strategi implementasi MBKM melalui sharing dari pakar dan berbagai prodi. Dengan mengikuti kegiatan ini, semoga mendapat rujukan yang sangat baik sebagai bahan dalam mengimplementasikan MBKM di kampus saya,” ucap Budhi.

Peserta lainnya, Fatrima Santri Syafri, pengajar di Institut Agama Islam Negeri  (IAIN) Bengkulu menuturkan dengan adanya acara ini, membantunya untuk mengerti tentang perencanaan dan pelaksanaan MBKM. Ia berharap ilmu yang didapat bisa diterapkan di kampusnya.

“Sejujurnya IAIN Bengkulu belum menerapkan dan melakukan kegiatan mengenai MBKM. Saya juga belum begitu mengerti dengan program ini. Acara ini cukup membantu untuk paham tentang cara, prosedur, dan pelaksanaannya. Semoga materi ini bisa diterapkan di kampus,” tutur Fatrima.

Cici WP

Wawasanproklamator.com Jauh Lebih Dekat

Share on:

Komentar:

Kirim Komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Yang mungkin disukai