Tuesday, July 27, 2021
Serba-Serbi Wisuda Daring Universitas Bung Hatta Ke-75

Serba-Serbi Wisuda Daring Universitas Bung Hatta ke-75



WAWASAN PROKLAMATOR,- Wisuda ke-75 Universitas Bung Hatta diikuti oleh 460 wisudawan yang tergabung dari Program Magister (S2), Sarjana (S1), dan Ahli Madya (D3). Para wisudawan melakukan prosesi pemindahan toga di rumah masing-masing secara online melalui platform zoom meeting, Sabtu (12/06/2021).

Suasana kampus pada saat wisuda daring ini sangat sepi. Bahkan pagi sebelum pelaksanaan wisuda daring, ada beberapa pedagang bunga yang terpaksa memutar arah kembali pulang, dikarenakan tidak bisa berjualan bunga untuk para wisudawan.

Wisuda daring kali ini berjalan dengan cukup lancar dan lebih jelas segi acaranya dibandingkan wisuda daring yang telah berlalu. Namun, tentu saja ada beberapa wisudawan yang kurang menyukai wisuda ini dilakukan secara daring. Hal ini diungkapkan oleh salah satu wisudawan berinisial ML.

“Untuk pelaksanaan wisuda daring kali ini saya kurang menyukainya, sebab pihak kampus tidak menjelaskan lebih rinci mengapa wisuda di kampus kita masih dilaksanakan secara daring. Sedangkan sebagian kampus lain telah melaksanakan wisuda secara luring. Kampus kita yang telah ternama tidak bisa melaksanakan wisuda secara luring, sudah ditanyakan ke pihak kampus pun di grup telegram, namun tidak ada tanggapannya,” papar ML.

Selain itu, ML juga mengharapkan adanya peningkatkan sistem kampus dan juga fasilitas kampus untuk kedepannya. Walaupun ia telah diwisuda, tetapi ia tetap menekankan perubahan terhadap segala hal yang ada di kampus ke arah yang lebih baik lagi.

“Semoga sistem kampus di Universitas Bung Hatta menjadi lebih baik, dan tolong lebih diperinci dan diperjelas lagi perihal keuangan. Perbaiki lagi fasilitas kampus yang mana UKT kita lebih mahal dari kampus negeri, tapi bangunan kampus kita terbengkalai,” tambahnya.

Senada dengan ML, salah seorang wisudawan, dengan inisial LDA juga mengatakan, ceremony wisuda kali ini sangat mengecewakan bagi wisudawan angkatan 75.

Ceremony wisuda ini menjadi momen yang sangat dinantikan bagi wisudawan, namun sayangnya ini sangat mengecewakan bagi angkatan 75 karena ceremony ini tidak dilaksanakan secara luring. Sebenarnya bisa saja ceremony ini dilakukan secara luring dengan mengikuti protokol kesehatan,” ujarnya.

Sisna Delvita, wisudawan program studi Perencanaan Wilayah dan Kota (PWK) angkatan 2016 mengatakan belum cukup puas dengan wisuda daring ini karena tidak merasakan momen wisuda yang sebenarnya.

“Pada saat wisuda pastinya setiap orang ingin namanya dipanggil dan maju ke depan untuk pemindahan jambul. Saya belum cukup puas dengan kegiatan wisuda daring ini, karena saya tidak bisa merasakan momen wisuda yang sebenarnya,” tukasnya.

Sinta Muchlis, wisudawan program studi Pendidikan Bahasa Inggris angkatan 2016, yang juga menerima piagam penghargaan aktivis kampus pada saat prosesi wisuda berlangsung turut menyampaikan, kepada aktivis kampus untuk lebih peka dengan masyarakat kampus. Sinta juga merasa bangga bisa melakukan hal-hal yang bermanfaat dengan menjadi aktivis kampus selama kuliah di Universitas Bung Hatta.

“Untuk aktivis kampus, tingkatkan lagi keaktifan dan coba lebih peka dengan masyarakat kampus. Dengarkan keluh kesah masyarakat kampus, karena aktivis kampus merupakan perpanjangan tangan antara mahasiswa dengan kampus. Tidak ada ruginya jika kita aktif berorganisasi, sebab ilmu yang telah didapatkan dari berorganisasi membantu kita di dunia pekerjaan kedepannya,” tutupnya.

(Cawan WP: Jelita Maharani)

Wawasanproklamator.com Jauh Lebih Dekat

Share on:

Komentar:

Kirim Komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Yang mungkin disukai