Monday, July 26, 2021
Bincang Santai Prodi Sastra Jepang, Tolak Ukur Siswa untuk Melanjutkan Pendidikan

Bincang Santai Prodi Sastra Jepang, Tolak Ukur Siswa untuk Melanjutkan Pendidikan



WAWASAN PROKLAMATOR,- Program Studi (Prodi) Sastra Jepang (Saje) Universitas Bung Hatta menggelar Web Seminar (Webinar) Bincang Santai Prodi Sastra Jepang. Bincang Santai ini dilaksanakan secara Dalam Jaringan (Daring) melalui platform Zoom, Sabtu (12/06/2021).

Bincang santai diisi oleh pemateri Jhon Hendri, M.Pd, Kepala SMA Negeri 5 Padang, Nanda Altariusta, S.S, Ketua Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP) Bahasa Jepang Sumatera Barat (Sumbar) sekaligus Alumni Prodi Saje Universitas Bung Hatta, dan Dra. Irma, M.Hum, Dosen Prodi Sastra Jepang Universitas Bung Hatta.

Dalam materinya Jhon Hendri memaparkan pada saat ini, tamatan Sekolah Menengah Atas (SMA) sedang dilanda kebingungan menentukan pilihannya untuk melanjutkan pendidikan ke tingkat lanjut. Perlunya bimbingan terhadap tamatan SMA sederajat membantu mereka untuk memilih jurusan sesuai dengan minat dan bakatnya. Ia juga menambahkan banyaknya pandangan terkait perguruan tinggi negeri lebih baik jika dibandingkan dengan swasta, tentunya pemikiran seperti ini menurutnya harus dihilangkan.

“Kita harus beri bimbangan kepada tamatan SMA sederajat atas pilihannya untuk melanjutkan pendidikan. Dan haruslah melihat minat dan bakatnya terlebih dahulu, jangan asal memilih perguruan tinggi. Tidak ada perbedaan antara perguruan tinggi dan swasta. Hilangkan persepektif bahwa perguruan tinggi negeri lebih baik daripada swasta. Prodi Saje Universitas Bung Hatta merupakan salah satu prodi menjanjikan karena sudah banyak alumni yang berkiprah di Jepang, ”ujarnya.

Nanda Alriusta mengaku Prodi Saje Universitas Bung Hatta yang menjadikannya bisa seperti sekarang. Selain mempelajari tata bahasa, Prodi Saje juga mempelajari budaya-budaya Jepang, seperti origami, cara menggunakan Yukata, dan kaligrafi Jepang, Shodo. Disamping itu, di Prodi Saje inilah yang membuat Nanda mendapatkan banyak relasi.

“Selain memiliki relasi dengan teman satu kampus, adanya pertukaran pelajar dengan mahasiswa Jepang menjadikan kami semakin mahir berbahasa Jepang karena sudah bersosialisasi langsung dengan orang Jepang. Dosen yang membimbing dan mendidik saya pun sangat baik, selalu membagi ilmunya, serta membantu saya ketika mengalami kesulitan dalam belajar,” aku Nanda.

Dosen tetap Prodi Saje, Irma mengungkapkan para dosen memiliki keilmuan dan pengetahuan yang baik serta kepekaan sosial yang tinggi, sehingga bisa melahirkan lulusan yang berpendidikan dan baik serta memiliki akhlak mulia serta disiplin.

“Kami selalu mengadakan perubahan sesuai kebutuhan masyarakat, kemana lulusan yang harus kami bimbing untuk mendapatkan peluang kerja yang lebih baik. Kami selalu berdiskusi dengan tenaga ahli dari berbagai perguruan tinggi untuk merancang kurikulum agar Prodi selalu mengalami perubahan,” ujar beliau.

Yessy Novita, S.Hum, salah peserta bincang santai sekaligus alumni Prodi Saje Universitas Bung Hatta yang kini mengajar sebagai guru Bahasa Jepang di SMA Negeri 6 Padang mengaku bangga pernah kuliah di Universitas Bung Hatta. 

“Saya bangga karena sudah menempuh pendidikan di Prodi Saje ini. Semoga Prodi Saje Universitas Bung Hatta selalu menciptakan lulusan yang memiliki wawasan luas. Dan semoga kegiatan ini lebih disosialisasikan ke sekolah agar lebih banyak lagi tamatan SMA yang bergabung dalam kegiatan ini,” ujar Yessy.

Zakia Muamar Syah, salah satu mahasiswi Prodi Saje angkatan 2020 yang mengikuti kegiatan ini memaparkan kedepannya lebih banyak lagi kegiatan seperti ini. Adanya kegiatan ini bisa menambah motivasi mahasiswa untuk kuliah.

“Kegiatan ini memperluas pengetahuan dan membuat wawasan saya semakin terbuka. Karena lebih mengetahui lagi bagaimana sebenarnya Prodi Saje dan bagaimana prospek kerja kedepan. Sehingga apa yang disampaikan pada bincang santai tadi bisa dijadikan motivasi saya untuk kedepannya,” papar Zakia.

Mahasiswa Prodi Saje angkatan 2020 lainnya, Fahraensyah Joel mengatakan bahwa kegiatan ini sangat memotivasi bagi siswa yang baru saja tamat di jenjang SMA untuk memilih dan melanjutkan ke jenjang selanjutnya. Fahraen berharap untuk kedepannya semoga masalah teknis bisa lebih terkendali lagi demi kenyamanan dan kelancaran kegiatan.

“Kegiatan ini memotivasi adik-adik tamatan SMA sederajat untuk mematangkan pilihannya dalam memilih perguruan tinggi baik negeri maupun swasta. Semoga webinar ini kedepannya bisa dilakukan langsung ke sekolah-sekolah supaya program ini lebih terealisasi lagi,” tutup Fahraen.

(Cawan WP: Fidiah Elfi)

Wawasanproklamator.com Jauh Lebih Dekat

Share on:

Komentar:

Kirim Komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Yang mungkin disukai