Tuesday, June 22, 2021
Fakultas Hukum Universitas Bung Hatta Adakan Webinar Terkait Masa Depan KPK Pasca TWK

Fakultas Hukum Universitas Bung Hatta Adakan Webinar Terkait Masa Depan KPK Pasca TWK



WAWASAN PROKLAMATOR,- Fakultas Hukum (FH) Universitas Bung Hatta menggelar kegiatan Web Seminar (Webinar) pembekalan mahasiswa terkait sikap anti korupsi. Kegiatan ini didukung oleh Peneliti Bung Hatta Anti Korupsi (BHAKTI). Dilaksanakan secara Dalam Jaringan (Daring) melalui aplikasi Zoom, Kamis (10/06/2021).

Acara kali ini dihadiri oleh Dekan FH Universitas Bung Hatta, Dr. Uning Pratimaratri, S.H., M.Hum, Wakil Dekan FH Universitas Bung Hatta, Dr. Deaf Wahyuni Ramadhani, S.H., M.H., Ketua Bagian Hukum Keperdataan, Dr. Yofiza Media, S.H., M.H, Ketua Bagian Hukum Pidana, Yetisma Saini, S.H., M.H, Ketua Bagian Hukum Internasional, Deswita rosra, S.H., M.H, Kepala Labor Hukum, Syafridatati, S.H., M.H, Sekretaris Labor Hukum, Helmi Chandra Sy, SH., MH, dan sebagai Keynote Speaker acara webinar,  Resma Bintani Gustaliza, S.H., M.H.

Bertemakan Masa Depan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Pasca Tes Wawasan Kebangsaan (TWK). Acara ini diisi oleh tiga narasumber yaitu Giri Suprapdiono, Direktur Sosialisasi dan Kampanye Anti korupsi KPK, Charles Simabura, Dosen dan Peneliti PUSAKO Universitas Andalas dan Hendriko Arizal, S.H, M.H, Dosen FH Universitas Bung Hatta.

Dalam kata sambutannya Dekan FH Universitas Bung Hatta, Uning Pratimaratri memaparkan, kegiatan pembekalan sikap anti korupsi ini adalah kegiatan yang sangat penting bagi mahasiswa untuk menanamkan sikap anti korupsi dalam kehidupan sehari –hari. Kegiatan ini bertujuan membentuk mahasiwa yang berlaku lebih jujur dan disiplin kedepannya.

“Kegiatan ini merupakan salah satu bentuk aspirasi terhadap mahasiswa agar menanamkan sikap anti korupsi dalam kehidupannya. Bagaimana dapat mengembangkan perilaku jujur yang harus tertuang di dalam dirinya, serta membangun jiwa anti korupsi yang kreatif, disiplin, inovatif, memiliki ide, dan produktif ,” papar Uning.

Giri Suprapdiono, Direktur Sosialisasi dan Kampanye Anti korupsi KPK menyampaikan kegiatan ini dapat menumbuhkan jiwa patriotisme mahasiswa, dan tentunya dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.

“Kegiatan sikap anti korupsi ini diharapkan dapat membangun jiwa patriotisme dan bela negara di kalangan mahasiswa. KPK sangat mengapresiasi kegiatan ini semoga kedepannya diterapkan dengan baik,” ujar Giri.

Hendriko Arizal, Dosen FH Universitas Bung Hatta juga mengutarakan beberapa latar belakang serta dorongan diadakannya kegiatan anti korupsi ini. Kegiatan ini timbul sebagai salah satu bentuk pembelajaran terhadap mahasiswa agar lebih hati-hati dalam menerima hoax diluar sana terkait KPK. Selain itu, webinar kali ini juga memberikan bimbingan kepada para peserta, seperti Cara Kerja KPK, masa depan KPK Pasca TWK dan cara menanggulangi Korupsi.

“Kegiatan Anti Korupsi ini adalah upaya kami untuk mendorong lahirnya mahasiswa yang berdedikasi tidak langsung terima berita dari luar. Negara kita memerlukan mahasiswa yang bisa menelaah mana yang salah dan benar dan juga mampu menanggulangi Korupsi,” ucap Hendri.

Charles Simabura, dosen dan peneliti PUSAKO Universitas Andalas memberikan beberapa motivasi menjadi seorang politisi di usia muda. Faktor lingkungan dinilai membawa pengaruh besar bagi seseorang mahasiswa di kemudian hari.

“Menjadi seorang politisi itu tidak bisa dipaksakan, datangnya dari hati. Lingkungan kampus dan lingkungan keluarga memberikan pengaruh yang cukup besar untuk memotivasi seseorang menjadi politisi,” ujar Charles.

Rudi Salim, Peserta dari Universitas Bung Hatta Jurusan Hukum 2018, mengutarakan kegiatan ini dapat dijadikan pedoman untuk lebih bersikap jujur kedepannya, karena banyak ilmu yang telah diperoleh dan juga kegiatan ini menyadarkan diri akan korupsi.

“Setelah mengikuti kegiatan ini, tentunya didapatkan ilmu yang berguna sekali bagi saya yaitu dapat menerapkan perilaku jujur dalam kehidupan. Semoga kedepannya pembelajaran tadi dapat dijadikan acuan untuk menjalankan sikap anti korupsi,” tutur Rudi.

Peserta dari Universitas Bung Hatta Jurusan Hukum Angkatan 2019, Anisah Siregar juga menyampaikan pandangannya terkait kegiatan. Ia nilai kegiatan ini dapat dilaksanakan secara rutin karena bermanfaat sekali untuk membentuk sikap dan rasa tanggung jawab mahasiswa.

“Kegiatan ini harus lebih sering diadakan, supaya mahasiswa lebih banyak mengetahui tentang sebuah kasus korupsi . Ilmu ini sangat berguna nantinya dimasa yang akan datang,” ucap Anisah.

(Cawan WP: Nur Amina Harahap)

Wawasanproklamator.com Jauh Lebih Dekat

Share on:

Komentar:

Kirim Komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Yang mungkin disukai