Tuesday, June 22, 2021
Tantangan yang Dihadapi Jurnalis Sebagai Pekerja Pers di Era digital

Tantangan yang Dihadapi Jurnalis Sebagai Pekerja Pers di Era Digital



WAWASAN PROKLAMATOR,- Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Padang, melaksanakan sesi ketiga diskusi ngabuburit jurnalistik menjelang berbuka puasa. Topik pembahasan diskusi kali ini adalah “Jurnalis Sebagai Pekerja Pers Dan Peta Media Di Era Digital”. Seiring dengan diskusi ngabuburit sebelumnya, kegiatan ini dilaksanakan secara online melalui via aplikasi Zoom dan Live Streaming Youtube, Sabtu (01/05/2021).

Diskusi ini berlangsung mulai dari pukul 16.00 WIB hingga pukul 17.30 WIB. Dihadiri oleh dua orang narasumber yaitu, Endah Lismartini, Ketua Bidang Ketenagakerjaan AJI dan Ingki Rinaldi, CEO Kudu Data Digital.

Endah Lismartini menguraikan mengenai perkembangan pola digital dan kondisi pekerja digital pada saat ini. Endah mengatakan bahwa perkembangan di era digital saat ini terasa sekali melalui tulisan yang dihasilkan. Menjadi Jurnalis itu bukan hanya sekedar bekerja, melaporkan peristiwa ataupun melaporkan narasumber, tetapi harus ada juga idealisme yang mengiringi.

“Saat ini ada beberapa perusahaan yang masih saja mengeksploitasi. Mereka menganggap bahwa menulis itu mudah, sehingga banyak jurnalis yang dituntut untuk bisa melakukan segalanya atau multitasking,” papar Endah.

Endah juga menjabarkan tentang hak-hak pekerja yang harus diketahui semua pekerja.

“Hak-hak yang dimiliki para pekerja adalah, hak untuk mendapatkan pelatihan, hak penempatan tenaga kerja, hak mendapatkan Kesehatan dan Keselamatan (K3), hak mendapatkan kesejahteraan, hak untuk berserikat dan hak untuk mengambil cuti,” pungkasnya.

Selaras dengan Endah, Ingki juga menanggapi beberapa hal mengenai tekonologi digital pada saat ini.

“Jika kita lihat secara lebih dalam, mestinya secara ideal yang dilakukan ketika mesin dan teknologi hadir adalah manusia harus bisa memanfaatkannya. Manusia juga harus bisa menjawab apa yang menjadi tantangannya,” tutur Ingki.

Lebih dalam, Ingki juga menambahkan yang harus dilakukan dengan tekonologi digital ini adalah menggunakannya secara utuh, sesuai dengan filosofi teknologi digital tersebut.

“Hal penting yang harus dilakukan ketika melihat teknologi diimplementasi adalah mengetahui terlebih dahulu kekurangan, kelebihan serta peluangnya. Tentukan juga apa yang sebenarnya sangat kita butuhkan,” tutupnya.

(Cawan WP : Jelita Maharani)

Wawasanproklamator.com Jauh Lebih Dekat

Share on:

Komentar:

Kirim Komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Yang mungkin disukai