Friday, April 23, 2021
Mahasiswa Universitas Bung Hatta Menyambangi Gedung Rektorat

Masyarakat Mahasiswa Universitas Bung Hatta Menyambangi Gedung Rektorat



WAWASAN PROKLAMATOR,- Puluhan masyarakat mahasiswa Universitas Bung Hatta menyambangi gedung rektorat untuk mengadakan aksi dalam rangka menanti jawaban Rektor. Mahasiswa dari berbagai jurusan dan angkatan mengadakan aksi temu kangen rektor, dalam rangka menanti jawaban pihak kampus perihal pemotongan biaya uang kuliah di masa pandemi covid-19, Kamis (23/7/2020).


Aksi tersebut muncul lantaran mahasiswa sudah beberapa kali mengadakan audiensi namun hingga pada saat ini belum menemui titik terang, sehingga mahasiswa berinisiatif untuk menemui rektor untuk mendapat jawaban perihal pemotongan biaya uang kuliah.

Koordinator Umum Aksi, Muhammad Ichsan, mengatakan aksi temu kangen rektor merupakan gerakan murni yang di inisiasi oleh mahasiswa, dan tidak ada kepentingan apapun selain kepentingan mahasiswa.
"Kami hadir untuk menanti jawaban oleh pihak kampus dalam hal ini rektor, sehingga keresahan dan beban mahasiswa bisa teratasi," tegas Ichsan.

Ichsan juga menambahkan, apabila aksi yang diadakan pada saat ini tidak sesuai dengan apa yang di harapkan mahasiswa, maka selanjutnya akan mengadakan langkah lain, agar harapan yang dinanti mahasiswa bisa tercapai, tentunya dengan kesepakatan yang timbul secara bersama, baik dari mahasiswa maupun pihak rektorat.

Sementara itu Prof. Dr. Tafdil Husni, SE., M.B.A, Rektor Universitas Bung Hatta turun dari ruangannya untuk menemui mahasiswa di sela-sela aksi.

Tafdil Husni mengatakan, hasil keputusan yang terkait pemotongan biaya kuliah telah dibuat dan disepakati bersama dengan pimpinan kampus, selanjutnya akan menunggu surat edaran yang akan dikeluarkan.
Namun jika ingin keputusan disampaikan, perwakilan mahasiswa dihimbau untuk naik dan berbicara dalam ruangan.

"Keputusan akan dibacakan, tapi dengan catatan perwakilan mahasiswa silakan masuk kedalam ruangan pertemuan, tidak diluar seperti ini," ujar Tafdil Husni.

Namun dalam dengar pendapat bersama mahasiswa, pihak kampus hanya ingin beraudiensi didalam ruangan dan menaati aturan protokol kesehatan yang berlaku, dimana masa yang datang tidak bisa menampung kapasitas yang lebih banyak.

Dalam aksi tersebut mahasiswa tidak mendapat hasil keputusan, dikarenakan mahasiswa hanya ingin mendengar keputusan diluar ruangan secara bersama, namun pihak kampus menolak dengan dalih agar proses dengar pendapat lebih kondusif jika berada dalam ruangan.


REDAKSI

WawasanProklamator.com Jauh Lebih Dekat

Share on:

Komentar:

Kirim Komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Yang mungkin disukai