Thursday, July 29, 2021
Honda dan BEM FTI Kenalkan Teknologi Ramah Lingkungan

Praktik simulasi sistem Programmed Full Injection (PGM-FI) yang disampaikan Febriyastion. (Ubay WP)

Honda dan BEM FTI Kenalkan Teknologi Ramah Lingkungan



WAWASAN PROKLAMATOR,- PT Astra Honda Motor (AHM)  sebagai agen tunggal pemegang merk sepeda motor Honda di Indonesia melalui CV. Hayati Sumbar menadakan Seminar Teknologi Programmed Full Injection (PGM-FI) dan Safety Riding yang bekerjasama dengan Badan Eksekutif Mahasiswa Fakultas Teknologi Industri (BEM FTI) Universitas Bung Hatta (UBH), Rabu (23/05/2012).

Seminar yang berlangsung di lantai 3 Gedung B Kampus III UBH ini, dimulai dari pukul 09.15 hingga 16.00 WIB dengan mendatangkan dua pembicara yaitu Febriyastion yang membahas teknologi PGM-FI dan Husni Hamdani menjelaskan tentang Safety Riding.

Sekitar 100 peserta yang didominasi dari mahasiswa FTI ini, cukup antusiasi mengikuti pemaparan materi-materi yang disampaikan secara disuksi dan langsung praktik.

Teknologi PGM-FI yang digunakan Honda saat ini. Menurut Febriyastion dilatarbelakangi dari isu kerusakan lingkungan yang diakibatkan oleh kegiatan industri dan hasil keluaran gas kendaraan bermotor. "Gas karbonmoksisda (CO) yang dihasilkan dari knalpot kendaraan, ketika kontak dengan udara akan menghasilkan karbondioksida (CO2). Ini yang menyebakan terjadinya pemanasan global," jelasnya.

Selain itu, mulai terbatasnya ketersediaan bahan bakar dan regulasi emisi yang ditetapkan di dunia semakin ketat membuat Honda melakukan inovasi baru dengan menghasilkan teknologi dengan sistem PGM-FI yang ramah lingkungan dan irit bahan bakar. Honda yang menjadi pelopor dari teknologi ini sejak 2005.

"Produksi kendaran Honda terbaru telah mengunakan teknologi PGM-FI dan tahun 2013 semua motor di Indonesia harus beralih dari sistem Karburas ke sistem PGM-FI karena kita akan menerapkan regulasi emisi EURO 3 yang sebelumnya baru EURO 2," ujarnya.

Tidak hanya penyampaian materi-materi saja, Febriyastion juga membuka satu persatu isi dari sistem PGM-FI Honda dimulai dari pengenalan dan fungsi tiap komponen, kelebihan sistem kerja PGM-FI dibandingkan dengan Karburasi hingga simulasi kecil yang memperagakan langsung dengan simulator yang di bawa pemateri.

Menjelang sholat Asar, materi kedua disampaikan Husni Hamdani mengenai Safety Riding. Menurutnya, berkendara di jalan raya itu harus sesuai aturan dan ada tata caranya karena bahaya tidak bisa diprediksi kapan dan dimana akan terjadinya.

"Selama ini kecelakaan yang terjadi di jalan raya lebih dari 90 persen disebabkan oleh manusia/pengendaranya. Sekitar 58 persen diantaranya akibat kesalahan mengidentifikasi saat melajukan kendaraannya dijalanan," paparnya.

"Honda tidak hanya peduli terhadap lingkungan saja tapi kami juga ingin memberikan edukasi kepada semua kalangan bahwa Honda Respect for Human Life," tambahnya.

Saat akan berkendara kita harus melakukan beberapa hal seperti riding gear, pemanasan tubuh, melengkapi perlengkapan berkendara (helm, sarung tangan, jacket dan sepatu), selalau memeriksa kondisi kendaraan apalagi saat berkendara jarak jauh dan mematuhi peraturan serta rambu-rambu lalu lintas.

Frision Aribowo, Ketua Pelaksana dalam acara tersebut mengatakan, dengan adanya acara ini mahasiswa lebih mengetahui teknologi PGM-FI yang ramah lingkungan dan teknologi ini telah diterapkan pada produk Honda terbaru.

"Honda mengeluarkan produk terbaru yang ramah lingkungan, jadi kita harus mengetahui seperti apa teknologi yang diterapkan itu apalagi kita mahasiswa FTI," ungkapnya.

"Dengan adanya teknologi Honda yang terbaru ini, semoga kita dapat menambah wawasan dan rasa kepedulian terhadap lingkungan dan kita harus menjada keselamatan diri saat berkendara di jalan raya," harapnya.

(Ubay WP/Cawan WP: Aisyah/Dina)

WawasanProklamator.com Jauh Lebih Dekat

Share on:

Komentar:

Kirim Komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Yang mungkin disukai