Monday, July 26, 2021

Mindset Mahasiswa yang Tidak Membangun Sama Sekali



WAWASAN PROKLAMATOR,- Ada banyak sekali mindset mahasiswa yang tidak memajukan sama sekali. Mindset ini ditanamkan seolah menjadi budaya untuk masyarakat kita. Kita hidup seolah akan selalu dibawah ketiak orang tua. Padahal kita tau, setelah lulus, kita seharusnya bisa untuk sepenuhnya mandiri.

Ada beberapa contoh mindset yang merusak, yaitu :

1. Bertanya dianggap cari muka

Bertanya dengan dosen merupakan suatu hal lumrah dilakukan karena tidak mengerti  mengenai materi yang dijelaskan. Akan tetapi, ada banyak orang mengira bahwa bertanya merupakan bagian dari cari muka. Tidak sedikit mahasiswa yang malas bertanya karena mendapatkan stigma ini.

2. Menolong dosen

Menolong orang adalah bagian dari kewajiban kita sebagai manusia. Tapi tidak demikian jika meolong dosen. Menolong dosen dirasa oleh sebagian mahasiswa sebagai pesuruh. Tak jarang, mahasiswa yang sering berinisiatif menolong dosen dianggap penjilat.

3. Melakukan kesalahan bersama dianggap kompak

Melakukan kesalahan bersama demi menutupi kesalahan pribadi adalah contoh manusia manusia yang tidak bertanggung jawab akan kesalahan sendiri. Dia mengajak rekannya untuk melakukan kesalahan bersama sama demi menutupi kesalahan sendiri.

4. Anak rajin belum tentu sukses

Memang benar. Kerja keras belum tentu menjamin kesuksesan. Ada banyak factor lain yang mempengaruhi kesuksesan. Akan tetapi, apapun yang kita lakukan hari ini, adalah gambaran kita sepuluh tahun yang akan dating. Kita tidak pernah tau bagaimana masa depan bekerja, akan tetapi gigih atau raji merupakan salah satu jalan kita memperjuangkannya

Artikel ini ditulis tidak untuk menyindir siapapun. Saya harap, artikel ini membuat sadar bahwa melihat segala sesuatu dari segala prespektif sehingga saat lulus nanti, mahasiswa tidak hanya kommpeten dalam bekerja, tetapi juga memiliki softskill dan inisiatif yang baik pula.

(Cawan WP : Cici Aulia Darma)

Wawasanproklamator.com Jauh Lebih Dekat 

Share on:

Komentar:

Kirim Komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Yang mungkin disukai