Tuesday, July 27, 2021

Kebarat-Baratan Bukan Berarti Membenci Negara Sendiri



WAWASAN PROKLAMATOR,- Di masa sekarang ini, tak sedikit remaja Indonesia yang mencampuri bahasa sehari-harinya dengan bahasa asing, terkhusus Bahasa Inggris. Hal tersebut masih saja dipandang sebagian orang sebagai bentuk tindakan tidak mencintai bahasa sendiri. Padahal tak selamanya begitu. Mungkin saja ada maksud terselubung dibalik penggunaan bahasanya tersebut. Bisa jadi ia sedang mempelajari Bahasa Inggris lebih lanjut, atau bahkan boleh jadi ia sedang mempersiapkan dirinya untuk mengenyam pendidikan bahkan memulai karir di luar negeri.

Banyaknya perspektif masyarakat yang memandang orang menggunakan bahasa asing sebagai orang yang tidak mencintai bangsa sendiri menjadikan orang tersebut minder akan kemampuan berbahasa asingnya. Bukankah orang tersebut menggunakan bahasa asing dikehidupan sehari-hari sebagai bentuk realisasinya dalam mempelajari bahasa asing?

Stigma-stigma masyarakat yang beredar perlahan-lahan harus mulai diubah dalam menanggapi suatu hal. Apabila tanggapan yang diberikan bernilai positif dan bersifat membangun, mungkin saja orang yang ditanggapi akan menerima masukkan tersebut dengan senang hati. Lain halnya  jika tanggapan yang diberi terkesan menjatuhkan. Tak jarang orang yang ditanggapi tersebut merasa down dan tertekan karena tanggapan yang diberikan.

Mempelajari bahasa asing bukan berarti tidak mencintai bahasa negara sendiri. Banyak hal positif yang bisa dipetik dari mempelajari bahasa asing, seperti lebih terbukanya wawasan terhadap budaya luar dan tak bisa dipungkiri dengan menguasai bahasa asing dapat menambah relasi dengan orang luar karena kemampuaan kita untuk menguasai bahasa mereka.

Boleh saja untuk mempelajari bahasa asing, boleh menggunakan bahasa asing ketika sedang berkomunikasi. Akan tetapi, jangan melupakan bahasa kita sendiri yakni Bahasa Indonesia. Boleh meniru budaya asing, ambil sisi positif yang kiranya bermanfaat untuk kita dan tetap berpegang teguh pada budaya kita sendiri, mengingat ragam budaya Indonesia yang tidak bisa dihitung dengan jari.

Teruslah berkembang memperluas wawasan dengan mempelajari bahasa asing tanpa melupakan ibu bahasa sendiri, yakni Bahasa Indonesia. Tetap menjunjung tinggi nasionalisme dimanapun kita berada. Siapa lagi yang menumbuhkan semangat nasionalisme jika bukan kita sendiri?

(Cawan WP: Fidiah Elfi)

Wawasanproklamator.com Jauh Lebih Dekat

Share on:

Komentar:

Kirim Komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Yang mungkin disukai