Tuesday, June 22, 2021

Hakikat Hidup Manusia



Berbicara masalah hakikat hidup sebenarnya membutuhkan penjabaran yang begitu panjang dan rinci. Namun ringkasnya, hakikat hidup bisa terungkap dari pernyataan teman Rasulullah yaitu Ali bin Abi Thalib. Dimana menurutnya, awal kehidupan adalah sebuah tangisan,  dalam pertengahannya adalah ujian dan diujungnya adalah kefanaan. Ketika kita lahir kita menangis, dan tangisan itu yang  akan menjadi warna kehidupan kita dikemudian hari. Saat anda sedih dan juga bahagia terkadang ditandai dengan sebuah tangisan.

Hal yang harus kita ketahui, sesungguhnya kehidupan dunia ini hanyalah permainan dan sesuatu yang melalaikan mata dan akal kita, tempat bersandau gurau, memamerkan perhiasan dan bermegah-megah antara kamu serta berbangga tentang begitu banyaknya harta dan anak. Seperti hujan yang tanamannya mengagumkan para petani, kemudian tanaman itu menjadi sangat kering yang semula warnanya kuning kemudian menjadi  coklat dan hancur.

Dalam perjalanan hidup kita tidak ada orang yang tidak mendapat ujian di dunia,  walaupun kadarnya berbeda-beda namun ujian itu pasti akan ada. Semua yang ada dalam genggaman kita pada dasarnya hanyalah titipan seperti aksesori dan hiasan termasuk gelar akademis, kekayaan, harta yang bertumpuk dan kekayaan lainnya. Kalau sudah selesailah semua, giliran pintu kematian yang akan dirasakan seluruh umat manusia dimuka bumi ini .

Tiap-tiap yang berjiwa akan merasakan mati. Kami akan menguji kamu dengan keburukan dan kebaikan sebagai cobaan (yang sebenar-benarnya). Dan hanya kepada Kami lah kamu dikembalikan. (QS.21:35)

Dan carilah pada apa yang telah dianugerahkan Allah kepadamu (kebahagiaan) negeri akhirat, dan janganlah kamu melupakan bahagianmu dari (kenikmatan) duniawi dan berbuat baiklah (kepada orang lain) sebagaimana Allah telah berbuat baik kepadamu, dan janganlah kamu berbuat kerusakan di (muka) bumi. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang berbuat kerusakan. (QS. 28:77)

Ada sesuatu yang akan dimiliki secara abadi sampai di akhirat kelak yaitu amal jariyah, shalat, sedekah, puasa dan ibadah yang bermanfaat lainnya. Maka jadikan dunia ini sebagai sarana atau bekal amal dan pahala untuk masuk ke alam selanjutnya, karena kita tidak tahu kapan kita akan dijemput oleh yang Maha Kuasa. Waspadalah, berhati-hati, bersungguh-sungguh dalam mencari ilmu dan beramal ketika didunia ini.

(Cawan WP : Nur Amina Harahap)

WawasanProklamator.com Jauh Lebih Dekat

Share on:

Komentar:

Kirim Komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Yang mungkin disukai