Tuesday, June 22, 2021

Langkah Hidup Rena



Coklat itu membuat batang rambutan yang melambai pada Rena terasa begitu menyegarkan. angin yang berhembus di antara jilbab yang dipakainya terasa bisu. Rena hanya dapat merasakan rumput yang membelai lembut kakinya namun tak dapat mendengar gemersik merdu gesekan antara mereka, senyum Rena melebar. Bodohnya dirinya, kenapa Rena bisa lupa kenyataan bahwa sebenarnya dirinya tuli? Tawanya menggema sesaat itu.

“eh lihat kawan kawan, ada orang gila hahaha, orang gila, orang gila..”

Rena menggaruk-garuk jilbabnya, tersadar. Ternyata di depannya  banyak anak kecil mengolok–olokan dengan tawa lebar mereka yang menurutnya  sepi.  Kakinya  bangkit menyatakan bahwa Rena tidak terima itu . bagaimana bisa mereka bahagia tanpa mengajak dirinya? Rena mengejar mereka dan beranggapan  jika mereka sudah berada di tangannya tak akan segan menggampar kepala mereka walau sampai mati sekalipun.

“lari… orang gilanya mengamuk!!”

Sebentar saja mereka sudah hilang entah kemana. tak disangka lari mereka secepat kilat atau lari Rena saja yang terlalu lambat, ah sudahlah ! Larinya  terhenti sebentar , Nafasnya  tersegal segal hampir mati rasanya diri ini.

Matahari yang bersembunyi di balik awan yang kelabu membuat hari ini gelap, langit bergemuruh mulai menangis, pohon yang menari tak karuan bersama angin yang begitu kencang, dan dinginnya udara yang menusuk tulang rusuk Rena melengkapi segalanya. Rena tak dapat lagi membedakan mana yang namanya tetes air mata dan mana yang namanya tetes air hujan. Tak sadar hari sudah gelap, rumah warga sudah sepi dengan jendela yang sudah di tutup, Rena membayangkan nasibnya yang begitu malang sampai ia tidak sadar bahwa dirinya tertidur .

***

Pelan pelan mata Rena terbuka, cahaya matahari mencoba membangunkannya dengan menerobos dari daun-daun diatasnya . Rena tersadar selama 4 hari ini dia telah tidur sambil duduk di bawah atap pohon rambutan dengan alas yang kumuh diatas tanah, mungkin lebih tepatnya ketiduran. Biasanya Rena tak pernah peduli dengan apapun yang terjadi padanya namun kali ini Rena merasa tak nyaman dengan baju basah yang ia kenakan. Rena menjerit sekerasnya. tak peduli pandangan orang yang  mengarah padanya. Tenggorokan terasa sakit  karena air hujan yang tadi Rena minum di sampah gang sempit.

“orang gila…, orang gila..”

Mereka mendatangi rena lagi, bocah kecil dengan lemparan kertas bercampur batu tersenyum sinis pada Rena. Sudah berulang kali Rena menafsirkan apa yang mereka ucapkan pada dia  tapi apa daya inilah dia, gadis bodoh yang tuli ditinggal orang tuanya dan tak mempunyai tujuan hidup untuk kemana.

“orang gila.., orang gila..” mata Rena berembun, Rena ingin memberontak tak menerima apa yang ditakdirkan tuhan pada Rena.

“orang gila…, orang gila…” air mata Rena lelah, Rena menjerit tak karuan berusaha mendapatkan mereka yang berada didekatnya .

“whaaaaaaaaa!! Orang gilanya mengamuk.., hahaha.”

Rena tak peduli air matanya tumpah ruah tak karuan, Rena hanya ingin Tuhan membiarkannya dapat mendengar apa yang ada di sekitarnya, meski hal itu terjadi untuk terakhir kalinya.

Tiba-tiba mata Rena tertuju pada seorang gadis kecil di tengah jalan yang mungkin tak mengetahui bahwa 11 meter darinya sebuah truk melaju tak melihat gadis kecil di depannya. Sontak Rena berlari, tinggal 6 meter.

“kyaaaaa!!!”

Rena lihat gadis itu menjerit tak bersuara karena memang tak mendengarnya. Tinggal 2 meter lagi supir truk menyadari. Rena dorong tubuh mungilnya ke pinggir jalan dimana meski membuatnya lega karena telah menggantikannya.

BRAK!!!

Rena tak bisa lagi menggerakan tubuhnya.

“kakaaakkk!!!” Rena terkejap pelan, semua terasa seperti fiktif bagi Rena. Namun, samar-samar Rena mendengar suara gadis menjerit menangis menghampiri diri Rena.

“kakaakkk!!”

Apakah ini tujuan hidup Rena?

“panggilkan ambulans cepat!” Bapak dengan wajah cemas berdiri di samping kanan Rena menyoraki setiap bocah di bawah pohon rambutan dengan wajah mereka yang menjadi tegang. Gadis kecil di samping kiri Rena menangis , dan saat itulah Rena mengingat bahwa gadis itu  adalah gadis kecil yang terjatuh saat ia kejar waktu itu .

Sedetik kemudian ramai dengan orang yang berusaha mengangkat tubuh Rena. Ya! Rena mendengar semuanya! Rena tersenyum bersyukur kepada tuhan karena telah mengabulkan doanya, matanya perlahan buram, Rena melihat tubuhnya sendiri dimasukkan ke dalam mobil. tak disangka Tuhan juga mengabulkan isi hatinya  yang berkata bahwa

Rena juga ingin mati.

(Cawan WP: Nur Amina Harahap)

WawasanProklamator.com Jauh Lebih Dekat

Share on:

Komentar:

Kirim Komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Yang mungkin disukai

foto thumbnail
  • 15 June 2021
Angan Belaka
2012-10-23 11:03:30
  • 15 June 2021
Tempat Terakhir
foto thumbnail
  • 06 June 2021
Zaana