Saturday, September 18, 2021

Kekalnya Sistem Patriarki di Kehidupan Masyarakat



WAWASAN PROKLAMATOR-, Istilah patriarki sudah tidak asing lagi bagi kita masyarakat Indonesia. Patriarki merupakan sebuah sistem sosial yang menekankan bahwa laki-laki merupakan pemegang kekuasaan utama dan mendominasi peran dalam bidang sosial, politik, otoritas moral, dan penguasaan properti.

Pada masyarakat yang menerapkan sistem patriarki di dalam keluarga peran laki-laki sangatlah besar, dimana penempatan laki-laki sebagai tombak utama dalam keluarga. Sistem ini juga memberitahu secara tersirat bahwa laki-laki mempunyai hak istimewa. Bukan hanya memiliki hak atas wanita tetapi juga memiliki hak lebih atas kehidupan bermasyarakat baik di dalam bidang kesosialan, sampai ke bidang pendidikan.

Jika ditinjau lagi sistem ini memberikan banyak efek negatif khususnya bagi wanita di dalam proses kehidupan serta kemanusiaan. Banyak wanita di dalam kehidipan bermasyarakat yang di eksploitasi oleh para laki-laki karena atas dasar “Hak Istimewa” yang dimiliki.

Banyak kasus yang membuktikan hal ini, salah satunya yaitu seorang wanita tidak boleh bekerja di bidang pekerjaan yang digeluti laki-laki. Masih banyak stigma di masyarakat yang beranggapan bahwa wanita sebaiknya hanya dirumah mengurus dapur saja, tidak layak untuk bekerja seperti laki-laki. Hal menyedihkan ini lah yang sering terjadi di masyarakat. Mengingat banyak perempuan yang memiliki bakat serta turut berperan dalam dunia pekerjaan.

Perlakukan keluarga yang menganut sistem patriarki ini terhadap anak-anak mereka yaitu membedakan antara anak laki-laki dan perempuan. Anak laki-laki sering kali di manja sedangkan anak perempuan di tuntut untuk lebih mandiri, padahal hakikatnya setiap anak baik laki-laki maupun perempuan harus diajarkan untuk bisa mandiri dan mampu membantu pekerjaan rumah yang ada.

Kebanyakan perempuan yang lahir diharuskan untuk menguasai pekerjaan domestik di rumah. Terkadang pada beberapa kondisi perempuan juga diharuskan bekerja untuk menambah penghasilan rumah sembari mengurus pekerjaan rumah. Dan hakikatnya laki-laki tidak perlu melakukan dan menguasai pekerjaan rumah yang ada. Jika dipikirkan lagi hal ini sangatlah merugikan serta melelahkan bagi para perempuan tetapi itulah kenyataan yang ada di masyarakat.

Sering kali terjadi di masyarakat mewajarkan tindakan dan sifat laki-laki yang salah dengan beralasan “namanya juga laki-laki”. Ketika seorang perempuan melakukan satu kesalahan maka akan timbul stigma yang buruk serta cibiran, terkadang hal ini bisa mengganggu kesehatan mentalnya. Bukankah ini yang banyak terjadi disekitar kita?

Apakah sistem patriarki ini bisa hilang? Tentu saja tidak. Sistem ini akan selalu ada meskipun perkembangan yang semakin cepat, mengingat beberapa budaya serta kondisi di masyarakat yang memperlihatkan bahwa sistem ini akan selalu ada di tengah-tengah lingkungan sosial.

Hal yang bisa dilakukan oleh generasi muda yang akan berperan di dalam masyarakat adalah dengan mengubah pola pikir mengenai patriarki ini. Ketika generasi-genarasi penerus bangsa telah merubah stigma patriarki ini menjadi pandangan bahwa laki-laki dan perempuan adalah sama yang berhak memiliki perhatian, kewajiban, serta perlakuan yang sama maka kesetaraan akan tercipta di dalam masyarakat pada masa yang akan datang.

(Cawan WP : Febry Rahayu)

Wawasanproklamator.com Jauh Lebih Dekat

Share on:

Komentar:

Kirim Komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Yang mungkin disukai