Saturday, September 18, 2021
Batu Angkek-Angkek Wisata Unik Kota Budaya

Batu Angkek-Angkek Wisata Unik Kota Budaya



WAWASANPROKLAMATOR-, Batu Angkek-Angkek merupakan salah satu wisata budaya di Kabupaten Tanah Datar, tepatnya terletak di Kampung Palagan, Nagari Tanjung, Kecamatan Sungayang. Lokasi Batu Angkek-Angkek ini berjarak sekitar 12 kilometer dari pusat Kota Batusangkar. Resmi dijadikan objek wisata semenjak tahun 1980-an, termasuk cagar budaya pendamping objek wisata Istano Basa Pagaruyung.

Sejarah Batu Angkek-Angkek berawal dari mimpi Datuak Bandaro Kayo sekitar 500 Tahun yang lalu. Ditemukan saat pemancangan tiang utama Rumah Gadang. Pada saat pemancangan tiang utama, sebuah linggis atau tembilang besi mengenai suatu benda yang tidak diketahui wujudnya. Semenjak itulah banyak terjadi kejadian-kejadian aneh pada masa itu.

Batu Angkek-Angkek pertama kali ditemukan dalam bentuk dempet dua seperti jengkol. Yang terdapat di Rumah Gadang merupakan bagian atas yang berbentuk jengkol, sementara untuk bagian bawahnya tidak bisa diambil pada saat itu. Maka hanya satu bagian batu yang sampai saat ini masih terletak dan dijaga di Rumah Gadang.

Nama asli Batu Angkek-Angkek ini adalah Batu Pendapatan. Tetapi kebanyakan pengunjung memberi nama Batu Angkek-Angkek karena benda ini diangkat, dan agar lebih spesifik dengan adat Minangkabau diberi nama Batu Angkek-Angkek yang terkenal sampai saat sekarang ini.

Batu Angkek-Angkek berwarna kuning keemasan. Ada beberapa bagian berlobang hitam karena mengelupas. Satu sisi cembung seperti punggung kura-kura. Sisi satunya lagi datar. Di bagian punggung batu ada tulisan kata Allah SWT dan Nabi Muhanmmad SAW yang sudah tertulis sejak waktu yang sangat lama.

Keunikan batu ini terletak pada beratnya yang selalu berubah-ubah. Sejak dulu mitos tentang Batu Angkek-Angkek ini ialah, batu akan bisa terangkat oleh orang yang doa dan keinginannya terkabul. Tetapi perlu diingat bahwa Batu Angkek-Angkek tidak untuk dijadikan tempat meminta doa atau mewujudkan harapan. Setiap doa yang terkabul hanyalah atas kuasa Allah SWT, bukan karena persetujuan batu angkek-angkek.

Jarak dari jalan yang dilalui oleh angkutan desa menuju kawasan wisata Batu Angkek-Angkek sekitar 400 meter atau 4 menit jarak tempuh jika dilakukan dengan berjalan kaki. Sedangkan kondisi dari perkerasan jalan sudah aspal, namun masih terdapat beberapa jalan yang berlubang. Hal ini tentunya perlu diperhatikan mengingat jalan merupakan akses yang paling penting untuk menuju lokasi wisata.

Biaya distribusi masuk objek wisata Batu Angkek-Angkek sebesar Rp 3.000/org. Fasilitas yang tersedia adanya toilet dan juga tempat wudhu sebagai rangkaian jika ingin mengangkat batu, kemudian juga ada tempat parkir yang cukup luas di halaman Rumah Gadang, dan juga di dalam Rumah Gadang disediakan berbagai souvenir khas Minangkabau yang dapat dibeli oleh pengunjung.

Kemitraan dalam pengelolaan wisata Batu Angkek-Angkek dapat dikatakan belum berjalan baik. Walaupun telah adanya perjanjian kerjasama antara pihak pengelola (pemilik) dengan Pemerintah Daerah terkait pengelolaan objek wisata, pemerintah tidak dapat secara leluasa untuk mengembangkan objek wisata tersebut. Hal ini disebabkan karena objek wisata Batu Angkek-Angkek merupakan objek wisata milik pribadi. Walaupun telah berada dibawah naungan Pemerintah Daerah, tetapi dalam pengelolaannya pihak pengelola (pemilik) lebih berkuasa dibandingkan Pemerintah Daerah.

Bantuan dari pemerintah, yang paling berpengaruh hanya promosi, dari media elektronik dan pada selebaran tiket objek wisata Istano Basa Pagaruyung. Fasilitas yang ada di objek wisata dialokasikan dari sumbangan-sumbangan yang diberikan oleh pengunjung. Kedepannya semoga objek wisata Batu Angkek-Angkek mendapat perhatian lebih dari pemerintah, contohnya dari akses menuju objek wisata dan renovasi rumah. Soalnya Rumah Gadang tersebut sudah tua, berkisar lebih dari 100 tahun. Jika tidak dilakukan peremajaan tentunya rumah ini akan hancur.

Batu angkek-angkek sudah diwarisi oleh 7 generasi keluarga DT Bandaro Kayo. Dt bandaro kayo hanya mempunyai saudara laki-laki dan tidak mempunyai saudara perempuan. Objek Wisata Batu Angkek-Angkek dikelola oleh keluarga atau kaum dibawah naungan dinas pariwisata.  Jika habis generasi penerusnya objek wisata akan tetap berada disini, karena milik kaum berupa harta pusaka tinggi.  

Daya tarik Batu Angkek-Angkek, salah satu benda yang langkah dari kuasa Tuhan, batu ini tidak mempunyai kesamaan batu, beratnya selalu berubah-ubah setiap orang mengangkatnya. Pada saat mengangkat Batu angkek-angkek, bukan berarti orang kuat bisa mengangkat, berat ringannya batu ini tergantung motivasi dan sugesti bagi pengunjung yang mengangkat. Dan hal ini tidak ditemukan di tempat lain, hanya ada di Batu Angkek-Angkek. Makanya objek batu angkek-angkek itu sering dikunjungi oleh khalayak ramai.

Dita WP

Wawasanproklamator.com Jauh lebih dekat

Share on:

Komentar:

Kirim Komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Yang mungkin disukai