Saturday, September 18, 2021

Sistem Pemerintahan Indonesia yang Kian Melemah



Selama pandemi banyak sekali komunikator politik yang dianggap lalai dalam menjalankan tugasnya. Seharusnya mereka dipercayai masyakat sebagai benteng atas keluhan masyararakat malah memikirkan diri sendiri. Bagaimana tidak, banyak sekali terdapat komunikator politik yang hanya memperkaya dirinya dengan uang dari rakyat.

Komunikator politik dipandang sebagai orang  yang menyampaikan pesan politik kepada khalayak untuk menyampaikan tujuan politik. Pesan yang disampaikan oleh komunikator politik ini berupa informasi. Dalam kegiatan politik, seperti kampanye kandidat dan sosialisasi kebijakan pemerintah, informasi ini adalah produk yang disampaikan. Jadi Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) yang menyampaikan keluhan dari masyarakat sehingga masyakarat lebih tentram dengan adanya perwakilan rakyat, tetapi ini malah sebaliknya.

Bagaimana negara kita ingin maju di perwakilan rakyat saja hanya bertindak seenaknya dalam menjalankan tugasnya. Tidak ada rasa tanggung jawab yang mereka punya, bahkan mereka hanya memikirkan diri sendiri dibanding rakyat yang telah  memilih mereka. Sewaktu mereka mencalon berbagai visi dan misi disampaikan dengan begitu indah. Saya tidak habis pikir setelah mereka terpilih menjadi anggota DPR satupun dari visi dan misi yang mereka sebutkan tidak terlaksana.

Begitulah sistem pemerintahan di negara kita, ketika seseorang sudah diatas dia akan lupa siapa yang telah memilihnya sampai berada pada kedudukan yang diinginkan. Berbagai kebohongan dan janji palsu diucapkan. Hal ini nantinya menjadi asumsi bagi masyarakat yang menjadi tidak peduli lagi akan pemerintahan. Yang dikhawatirkan, kini masyarakat menjadi  tidak percaya lagi terhadap perwakilan rakyat.

Pertama, masyarakat tidak lagi peka terhadap kebijakan pemerintah yang berpaling dari kepentingan rakyat karena masyarakat akan merasa jika perwakilan saja seenaknya maka masyarakat juga akan biasa saja. Masyarakat merasa lelah mengkritisi kebijakan pemerintah. Semakin lama, ini dapat menimbulkan ketidakpekaan, karena mereka bicara pun kebijakan  tidak berubah. Saking lelahnya mereka bisa apatis terhadap sistem politik yang ada. Bisa saja muncul pernyataan, “Ah, sejak dulu kita hanya menginginkan ketentraman dalam hidup, tapi pemerintah tidak pernah mendengarkannya. Yah, kita keberatan juga tetap saja tidak ada yang berubah.  Ya sudah, biarkan saja”.

Kedua, masyarakat tidak lagi mempercayai partai politik karena perilakunya selama  ini tidak merepresentasikan kepentingan konstituen dan publik yang lebih luas. Alasan inilah yang nanti menjadikan negara kita semakin tidak maju dimana yang miskin semakin miskin dan yang kaya akan semakin kaya.

Semoga saja perwakilan masyarakat mengerti dengan keadaan masyarakat ,sehingga keadaan akan jauh lebih baik dan kehidupan akan lebih tentram. Semoga sistem pemerintahan kita kembali lebih tegas sehingga orang-orang didalamnya takut akan melanggar tugas yang telah diamanahkan kepada mereka.

(Cawan WP : Nur Amina Harahap)

Wawasanproklamator.com Jauh lebih dekat

Share on:

Komentar:

Kirim Komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Yang mungkin disukai