Tuesday, June 22, 2021

Tak Perlu Malu Jika Tak Unggul



WAWASAN PROKLAMATOR,- Dewasa ini, ada banyak orang yang merasa kurang percaya diri. Merasa tidak aman dan tidak sebanding dengan yang lain. Bahkan sebagian besar dari orang-orang ini, secara terbuka mengungkapkannya di social media. Mereka menyebut perasaan ini dengan sebutan insecure.

Insecure merupakan salah satu kondisi mental yang menggambarkan saat perasaan tidak aman, takut, malu, dan tidak percaya diri. Ketika hal sejenis ini mengendalikan diri, akan memicu timbulnya rasa insecure yang semakin tinggi.

Rasa insecure ini bisa membuat seseorang menjadi takut untuk berinteraksi dengan yang lain. Biasanya, faktor utama timbulnya rasa ini karena terlalu banyak membandingkan diri dengan seseorang. Insecure bukan hanya dari segi fisik saja, kesehatan, materi dan kepintaran juga bisa menjadi faktor seseorang merasa insecure. Trauma, pergaulan yang tidak sehat, ekspektasi yang terlalu tinggi dan komentar negatif juga bisa memicu timbulnya rasa insecure.

Misalnya saja, si A merasa dirinya tidak secantik si B yang memiliki badan proporsional, lalu mati-matian diet supaya bisa memiliki badan yang diimpikannya tanpa memikirkan dampak buruknya.

Bisa juga, pengharapan orang tua kepada anaknya. Orang tua yang memiliki harapan semua anaknya harus menjadi orang unggul diantara yang unggul. Membandingkan prestasi anaknya sendiri dengan anak lain, membuat si anak merasa dirinya tidak sepintar orang lain. Lalu si anak belajar keras siang malam tanpa istirahat, sehingga kesehatan fisik dan mentalnya ikut merosot.

Tidak semua orang memiliki fisik, kesehatan, materi dan kepintaran yang serupa. Oleh karena itu merasa insecure memang perasaan yang sangat lumrah. Tetapi, jika terlalu berlarut-larut merasa insecure sehingga lupa untuk bersyukur, maka hal ini bisa menghambat potensi diri.

Tuhan menciptakan setiap manusia dengan bentuk sebaik-baiknya. Memang tidak semuanya memiliki pencapaian yang sama, setidaknya jelajahi potensi diri sendiri tanpa harus merasa tidak pantas. Cukup jadikan seseorang sebagai acuan, jangan terlalu nafsu untuk menjadi seperti seseorang tersebut.

Ada beberapa cara agar bisa berhenti merasa insecure. Pertama, berhentilah membandingkan diri dengan orang lain. Jangan selalu beramsumsi kehidupan yang lain begitu indah dibanding kehidupan sendiri. Cukup terima diri sendiri bagaimana adanya.

Kedua, temukan kelebihan diri sendiri. Jangan takut untuk mencoba. Selalu berpikir bahwa potensi setiap orang itu berbeda-beda.

Ketiga, hindari orang-orang toxic yang selalu berkomentar negatif sehingga membuat rasa percaya diri menurun.

Keempat, selalu bersyukur. Dengan bersyukur, perasaan akan menjadi lebih tenang dan bisa menerima diri apa adanya.

Setiap manusia pasti memiliki kelebihan dan kekurangan masing-masing. Cukup terima diri sendiri tanpa harus membandingkan dengan orang lain. Tidak perlu menjadikan suatu pencapaian sebagai sebuah tren yang wajib didapatkan. Tak perlu menganggap bahwa rupa menawan adalah segala-galanya.

Just be yourself.

(Cawan : Jelita Maharani)

Wawasanproklamator.com Jauh Lebih Dekat

Share on:

Komentar:

Kirim Komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Yang mungkin disukai