Tuesday, June 22, 2021

Perundungan Membunuh Karakter



WAWASAN PROKLAMATOR,- Bullying merupakan bentuk tindak perundungan, penindasan dan kekerasan, yang dilakukan oleh satu atau sekelompok orang. Biasanya pelaku perundungan ini adalah orang-orang yang merasa dirinya kuat atau berkuasa atas satu orang yang dianggapnya lemah.

Ada begitu banyak kasus bullying yang terjadi di berbagai belahan negara. Salah satunya negara kita sendiri, Indonesia. Betapa disayangkannya hal ini. Indonesia yang dipandang oleh negara lain sebagai negara ramah-tamah, namun entah mengapa dewasa ini pandangan itu seakan ingin dihapus dari mata dunia oleh warga negara Indonesia sendiri.

Tampak banyak generasi milenial yang tidak memanfaatkan social media dengan sebaik mungkin. Begitu banyak saat ini kita jumpai perundungan melalui ketikan di social media. Cacian, makian, bahkan hinaan menjadi hal yang lumrah dimasa kini, seolah buta dengan imbas yang akan didapatkan oleh korban dari tindak perundungan.

Tindak perundungan bisa dilakukan dengan cara apa pun dan dimanapun. Perundungan dapat dikelompokkan dalam 4 kategori :

1. Verbal Bullying.

Verbal Bullying merupakan bentuk perundungan yang dilakukan pembully kepada korban dalam bentuk gertakan, celaan, dan hinaan. Bahkan, banyak terjadi perundungan yang di kemas rapi dalam bentuk candaan.

Jenis bullying satu ini sangat banyak terjadi. Bahkan rumah yang seharusnya menjadi tempat yang nyaman untuk pulang pun, secara tidak sadar terjadi perundungan. Terkadang, orangtua tanpa sadar melakukan verbal bullying kepada sang anak. Seperti merendahkan atau memaki anak dengan kata-kata yang seharusnya tidak dilontarkan.

Dampak yang ditimbulkan bisa berakibat fatal dalam diri sang anak, sehingga membuat anak menjadi kurang percaya diri dan cenderung tertutup. Hal ini juga bisa memengaruhi kehidupan sosial anak kedepannya.

2. Social Bullying.

Berbicara mengenai Social Bullying, tentunya jenis perundungan ini dilakukan oleh sekelompok pembully kepada satu orang korban. Biasanya, perundungan jenis ini dilakukan pembully dengan cara menghasut untuk menjauhi seseorang, menghancurkan reputasi seseorang, mempermalukan di depan umum, dan tindakan-tindakan lainnya.

Social Bullying bisa terjadi pada rentang usia yang bervariasi, tapi umumnya sering terjadi pada masa remaja awal. Yang mana kondisi mental pada masa ini belum cukup stabil dan masih mencari perhatian.

3. Physical Bullying.

Physical bullying merupakan bentuk perundungan yang menyakiti korbannya secara fisik. Contohnya seperti meludahi, menendang, mencekik dan kegiatan-kegiatan menyakiti fisik lainnya. Biasanya pemicu terjadinya perundungan jenis ini adalah, pembully merasa dirinya jagoan, kuat, dan menganggap korbannya jauh lebih lemah dibandingkan dirinya. Pembully tipe ini biasanya kesulitan untuk mengontrol emosinya sendiri.

4. Cyber Bullying.

Cyber bullying merupakan bentuk penindasan yang dilakukan melalui media sosial. Berkomentar buruk yang berkedok memberi saran, namun menggunakan kata-kata kasar yang tidak semestinya. Parahnya lagi, ada yang rela membuat akun palsu hanya mengutarakan cacian dan hinaannya kepada korban dengan leluasa.

Ada beragam alasan pemicu terjadinya Cyber bullying ini. Salah satunya adalah karena pelaku hanya ingin kepuasan semata dengan cara berkomentar jelek dan menghina. Adapun pemicu lainnya yaitu seperti rasa iri, kemarahan, atau balas dendam yang juga pernah didapatkan oleh pelaku.

Itulah empat kategori  perundungan yang banyak terjadi di manca negara. Baik perundungan secara fisik maupun non fisik, semuanya memiliki dampak yang sangat buruk, terlebih lagi untuk korban. Menyebabkan stress, depresi, atau paling parah bisa membuat korban bunuh diri. Perundungan juga bisa membunuh karakter seseorang. Membuat korban tak lagi percaya dengan dirinya sendiri.

Banyak orang yang menyaksikan bullying disekitarnya, namun selalu bertingkah acuh menanggapinya. Adapun orang-orang yang semulanya tidak ikut andil dalam perundungan ini, akhirnya malah jadi ikut-ikutan. Bisa jadi karena takut menjadi korban selanjutnya atau menganggap bullying ini suatu kegiatan menghibur atau menyenangkan.

Perlu kesadaran diri yang tinggi untuk menghentikan perundungan ini. Tidak perlu takut untuk berbicara mengenai hal yang sangat serius seperti ini. Terlebih lagi untuk korban.  

(Cawan : Jelita Maharani)

Wawasanproklamator.com Jauh Lebih Dekat

Share on:

Komentar:

Kirim Komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Yang mungkin disukai