Tuesday, June 22, 2021

Menjadi Si Anak Sulung, Beban dan Tanggung Jawab



WAWASAN PROKLAMATOR,- Anak adalah anugerah terindah, titipan Tuhan kepada manusia untuk dijaga, diberi kasih sayang, diberi ilmu, serta dibesarkan dengan cinta. Anak merupakan sumber kebahagiaan, namun juga terkadang bisa menjadi sumber ketakutan. Setiap orang tua tentunya memiliki tanggung jawab untuk membesarkan anak mereka, bagaimana setiap langkah serta cara orang tua mendidik anaknya inilah yang nanti juga akan diperhitungkan kelak di akhirat, apakah akan membawa timbangan amalan berupa pahala atau dosa.

Beberapa anak memiliki sifat dan karakter yang berbeda, serta diberikan kelebihan dan kekurangan masing-masing. Seperti anak yang pertama kali hadir di dalam kandungan seorang ibu yang disebut si sulung (anak pertama). Anak sulung acap kali dinantikan kehadirannya dari sepasang orang tua. Dia adalah anak yang pertama kali dimanja, mendapatkan perhatian luar biasa. Benarkan setiap anak sulung mendapatkan hal seperti itu? apakah kamu si sulung itu?

Namun, ternyata banyak anak sulung yang melupakan bahwa dia pernah merasakan hal tersebut. Mereka cenderung merasa bahwa menjadi anak pertama suatu kemalangan, terutama jika muncul seorang yang disebut si adik. Pada umumnya, anak sulung diberikan didikan berupa sifat atau kepribadian yang telah dibentuk oleh orang tua mereka sedari kecil. Hal ini nantinya diharapkan oleh orang tua dapat menjadi contoh positif bagi adik-adik si sulung yang patut diikuti atau ditiru.

Selain itu, anak pertama juga dibekali rasa tanggung jawab yang lebih dalam berbagai situasi. Kebanyakan si sulung menganggap hal tersebut sebagai beban untuk menjadi contoh baik bagi adik-adiknya. Jika terjadi kesalahan, sering kali orang tua menghukum anak pertama lebih berat dibandingkan dengan adik-adiknya.

Ada pula pemikiran-pemikiran menjadi anak pertama tidak mendapatkan kebebasan, dilarang-larang serta harus mengalah dengan si adik. Bahkan ada yang merasa dirinya hanya sebagai tumpuan bagi keluarganya, betapa capeknya menjadi si sulung? Apakah kamu si sulung yang ini?

Siapapun yang menjadi anak sulung atau pertama, saya yakin kita telah melakukan yang terbaik untuk diri kita sendiri dan orang-orang disekitar kita. Jujur, menjadi anak sulung itu tidak mudah, banyak sekali tanggung jawab yang harus dipikul. Banyak sekali beban yang harus ditanggung, banyak sekali emosi yang terpendam di dalam diri. Banyak sekali gerbang yang harus kita buka terlebih dahulu. Namun, percayalah Tuhan tak pernah salah memberikan amanah kepada kita untuk menjadi si sulung.

Menjadi si sulung kita bisa belajar banyak hal seperti belajar menghargai, belajar menyayangi, belajar memimpin, belajar membagi waktu, belajar bertanggung jawab, mandiri dan banyak yang bisa kita ambil hikmahnya dan tentunya patut untuk disyukuri.

(Cawan WP : Rara Aszhari)

Wawasanproklamator.com Jauh Lebih Dekat

Share on:

Komentar:

Kirim Komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Yang mungkin disukai