Tuesday, June 22, 2021
Orang-Orang Biasa

Orang-Orang Biasa



Andrea Hirata akhirnya meluncurkan karyanya yang ke-10 di awal tahun 2019. Buku fiksi berjudul "Orang-Orang Biasa" ini menarik perhatian banyak kalangan. Buku ini juga menggunakan bahasa yang mudah dipahami sehingga pembaca mampu mengambil pembelajaran - pembelajaran dengan mudah dalam setiap dialog yang dipaparkan. Dipersembahkan untuk Putri Belianti, anak miskin yang cerdas, dan kegagalannya masuk Fakultas Kedokteran, Universitas Bengkulu. Lalu setelah persembahan sang penulis, mulailah mengalirkan kisahnya. Diawali dengan setting kota Belantik, kota kecil di pinggiran yang miskin dan naif. Di dalam kota itu, mengalirlah banyak kisah.

Menceritakan sebuah kisah di suatu kota yang tenteram, aman, jauh dari permasalahan politik, dan tindak kriminal. Bercerita tentang sepuluh orang biasa yang berkawan sejak kecil dan bernasib sial sejak kecil  (Salud, Honorun, Junilah, Sobri, Tohirin, Rusip, Nihe, Handai, Dinah dan Debut Awaludin). Mereka semua merupakan penghuni bangku belakang sekolahnya selama bertahun-tahun. Mereka murid-murid terbodoh di kelas sekaligus datang dari keluarga miskin. Lantaran bodoh dan miskin, mereka jadi sasaran empuk penindasan.. Mereka anak-anak yang tidak memiliki masa depan cerah, dan tidak punya cita-cita seperti kebanyakan anak lainnya. Bisa naik kelas saja sudah menjadi sebuah pencapaian yang luar biasa.

Setelah dewasa, hidup mereka tetap menyedihkan. Ada yang menjadi orang tua tunggal, ada yang menjadi supir, ada yang menjadi guru honorer sejak kecil, ada yang berganti pekerjaan karena selalu berbuat onar dengan hobi berdandan lalu selfie, dan yang paling luar biasa ada yang mengklaim dirinya sebagai motivator padahal tidak ada satu orangpun yang mengundangnya.

Kisah ini bermula saat salah satu dari sepuluh sekawan yang bodoh dan sial itu memiliki seorang anak yang diterima masuk Perguruan Tinggi Fakultas Kedokteran yang mahal yaitu Dinah. Merasa bersalah telah melahirkan seorang anak cerdas sehingga ia tidak mampu menyekolahkan anaknya Aini. Dinah pergi menemui sahabatnya untuk mencurahkan isi hatinya. Hasil musyawarah sepuluh sahabat yang bodoh, miskin, dan sial itu melahirkan keputusan bahwa mereka harus mendapatkan uang sebanyak mungkin untuk memasukkan anak sahabatnya ke fakultas Kedokteran. Cara yang akan di tempuh oleh mereka adalah merampok bank untuk membiayai kuliah tersebut.

Akhir cerita, Perampokan yang sudah di rencanakan pun gagal. Kasus perampokan yang gagal ini tidak tercium dan tidak meninggalkan barang bukti sekecil apapun, hal itu menyebabkan kasus perampokan ini menjadi kasus teraneh di kampung Belantik dan tidak pernah terpecahkan. Sepuluh sahabat itu akhirnya meminjam kepada siapa saja dan menjual barang apa saja yang bisa dijual demi Aini bisa kuliah di Fakultas Kedokteran.

Dalam buku ini Andrea Hirata memiliki gaya menulis yang berbeda dari novel-novel sebelumnya. Buku ini dikemas dengan alur cerita lebih simpel, dan memiliki banyak makna tersirat yang diceritakan. Sebagai pembaca, kita seperti disadarkan oleh tulisannya yang mengisahkan tentang kehidupan orang-orang biasa. Sebenarnya kisah ini banyak terjadi di kehidupan sehari-hari, hanya saja kita kurang menyadari atau bahkan mengacuhkannya begitu saja.

Di dalam buku ini, penulis banyak memberikan kritikan yang cukup pedas untuk para petinggi dan orang-orang tingkat atas melalui dialog antar tokoh. Khususnya kritikan untuk dunia pendidikan yang kurang memperhatikan hak masyarakat golongan ekonomi rendah, seperti mengisyaratkan dengan tegas bahwa Indonesia belum merdeka dalam pendidikan. Banyak pelajaran yang dapat diambil dari novel ini diantaranya dengan menghargai pengorbanan orang tua, bekerja keras ketika ingin mendapat sesuatu, berpikir kritis dalam menghadapi situasi apapun, dan bersikap jujur.

(Cawan WP : Siti Fatimah Azzahrah)

Wawasanproklamator.com Jauh Lebih Dekat

Share on:

Komentar:

Kirim Komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Yang mungkin disukai

foto thumbnail
  • 17 May 2021
Ibuk,
2011-10-05 09:56:25
  • 03 October 2011
Negeri 5 Menara