Tuesday, June 22, 2021
Problematika Perkuliahan di Masa Pandemi

Problematika Perkuliahan di Masa Pandemi



WAWASAN PROKLAMATOR,- Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nadiem Anwar Makarim mengarahkan seluruh pimpinan perguruan tinggi/kampus di Indonesia untuk menghentikan sementara kegiatan akademik seperti perkuliahan secara tatap muka, hal ini merujuk pada kebijakan yang tertuang dalam Surat Edaran Mendikbud Nomor 3 Tahun 2020 tentang pencegahan COVID-19 pada satuan pendidikan.

Sistem perkuliahan daring/online merupakan edaran yang dikeluarkan kampus guna mendukung upaya pemerintah mencanangkan program Work From Home di masa pandemi seperti saat sekarang ini.  Terhitung kurang lebih sudah hampir satu tahun tiap-tiap kampus di Indonesia melaksanakan perkuliahan dengan sistem tersebut. Pada tahun ajaran semester genap 2021/2022 ini pun mahasiswa tetap harus dihadapkan dengan perkuliahan daring sesuai dengan kebijakan yang diambil oleh pihak kampus.

Perkuliahan daring berbeda dengan perkuliahan tatap muka, dosen dan mahasiswa tidak harus secara fisik bertemu sehingga perkuliahan bisa diakses di manapun selama bisa terjangkau sinyal internet. Tentu saja dalam pelaksanaannya banyak menuai pro-kontra bagi mahasiswa khususnya dalam proses belajar mengajar. Berdasarkan hasil wawancara secara daring dengan beberapa mahasiswa di Universitas Bung Hatta terkait perkuliahan sistem daring, berbagai opini dari mahasiswa lebih dominan mengarah pada sisi negatif dalam pelaksanaan perkuliahan.

Perkuliahan sistem ini dinilai tidak efektif dan memiliki banyak kekurangan, dari segi pembelajaran pun ada beberapa dosen yang memberikan bahan kuliah yang sulit dipahami dalam artian minim penjelasan, mahasiswa juga dituntut menguasai materi secara individu tanpa penjelasan dari dosen. Serta masih adanya beberapa dosen yang tidak menyiapkan bahan perkuliahan, sehingga pada jadwal perkuliahan tersebut proses pembelajaran menjadi tidak lancar. Selain itu, tiap pertemuan dosen selalu memberikan tugas kepada mahasiswa tanpa penjelasan yang jelas, akibatnya mahasiswa tidak memahami inti pelajaran dan hanya menyelesaikan tugas tanpa memahaminya.

Kurangnya referensi juga menyebabkan mahasiswa ingin mencari sumber bacaan lain, terkadang referensi yang dicari pun tidak bisa dipastikan apakah sesuai atau bersangkutan dengan materi perkuliahan. Hal ini menimbulkan rasa malas bagi mahasiswa dalam mengerjakan tugas dan hanya mengandalkan copy paste jawaban teman atau yang bersumber dari google asalkan tugas terkumpul pada jadwal yang telah ditentukan tanpa memahami apa yang dikerjakan atau dibuat.

Dalam sistem perkuliahan daring juga diperlukan koneksi jaringan internet yang baik, permasalahan yang timbul yaitu tidak semua mahasiswa di kampungnya masing-masing memperoleh koneksi internet yang baik dan stabil. Hal ini menyebabkan beberapa mahasiswa tidak bisa mengikuti perkuliahan melalui aplikasi seperti zoom, skype atau yang lainnya, makanya banyak mahasiswa yang tidak mengikuti perkuliahan dibandingkan dengan yang hadir. Apalagi bagi mahasiswa yang tinggal diwilayah kampung-kampung yang jaringan internetnya lambat tentunya akan sangat sulit mengikuti perkuliahan dengan sistem daring.

Permasalahan lain yang dirasakan mahasiswa yaitu jadwal kuliah yang sering kali ditukar atau dirombak tidak sesuai dengan jadwal yang telah ada di Kartu Rencana Studi (KRS). Perkuliahan dengan sistem daring ini memicu adanya dosen yang mengubah jadwal kuliah dan ditentukan semaunya tanpa memperhatikan waktu dan hari libur. Akibatnya ada beberapa mahasiswa yang tidak mengikuti perkuliahan sebab informasi jadwal perkuliahan yang mendadak diubah oleh dosen.

Terlepas dari kontroversi diatas, ada sebagian mahasiswa yang berpendapat kuliah dengan sistem daring memberikan dampak positif salah satunya agar mahasiswa terbiasa dengan pembelajaran sistem online karena telah memasuki revolusi 4.0 dengan kemajuan teknologi yang dapat digunakan untuk media pembelajaran. Dampak lainnya yaitu sistem pembelajaran daring ini bisa dilakukan dimana saja sambil melalukan kegiatan lainnya.

Selain itu, dari segi pembelajaran ada juga beberapa dosen yang cermat dalam melaksanakan kuliah online. Walaupun rajin memberikan tugas tetapi tugas yang diintruksikan rata-rata berkaitan dengan bahan ajar yang diberikan. Jadi mahasiswa paham dengan materi dan mendapatkan ilmu, serta diskusi dalam pembelajaran pun menjadi lancar. Sisi positif lainnya mahasiswa menjadi lebih giat untuk mencari referensi yang ada di internet, karena kurangnya bahan ajar yang diberikan dosen atau tidak sepenuhnya dapat memahami materi yang ada.

Tentunya pemerintah serta pihak kampus perlu memikirkan solusi yang tepat dari permasalahan terkait perkuliahan dengan sistem daring ini. Seharusnya kuliah online bisa dibuat lebih terencana oleh dosen seperti dengan mempersiapkan bahan ajar lengkap dari beberapa referensi terkait. Alternatif lain yang bisa dilakukan yaitu dosen bisa membuat video yang berisikan materi yang akan diajarkan atau diterangkan kepada mahasiswa, sehingga mahasiswa bisa melihat video tersebut dan tidak membutuhkan kuota yang cukup banyak untuk melakukan video conference.

Mahasiswa juga butuh setidaknya kuota regular dari kampus yang dapat digunakan untuk browsing. Sebab beberapa tugas yang diberikan dosen mengharuskan mahasiswa mencari sumber lain untuk memperoleh jawaban yang tepat dan tentunya perlu browsing yang memakan banyak kuota. Harapan mahasiswa tentunya pihak kampus dapat menyediakan bantuan kuota regular  untuk meringankan atau mempermudah mahasiswa dalam melaksanakan perkuliahan.

Meskipun banyak kendala dalam pelaksanaan perkuliahan daring, kita sebagai mahasiswa juga tidak bisa sepenuhnya menolak kebijakan tersebut. Hal ini tentunya sudah dipikirkan secara matang oleh pemerintah dan menjadi pilihan yang terbaik untuk memutus mata rantai penyebaran COVID-19 dengan tetap menjaga jarak. Upaya yang bisa dilakukan kedepannya yaitu dengan mengevaluasi serta meninjau kembali pelaksanaan perkuliahan daring agar bisa terlaksana sesuai dengan yang diharapkan mahasiswa, dosen, maupun pemerintah.

REDAKSI

WawasanProklamator.com Jauh Lebih Dekat       

Share on:

Komentar:

Kirim Komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Yang mungkin disukai