Tuesday, June 22, 2021
Menilik Kembali Pergerakan Mahasiawa di Masa Pandemi

Menilik Kembali Pergerakan Mahasiawa di Masa Pandemi



WAWASAN PROKLAMATOR,- Merebaknya pandemi Covid-19  hampir di seluruh belahan dunia manapun, memaksa semua negara mengeluarkan regulasi atau kebijakan yang di nilai efektif dalam menangkal penyebaran covid-19 serta menyelamatkan kehidupan manusia yang ada di bumi ini. Pun termasuk negara Indonesia , yang memberlakukan PSBB (Pembatasan Sosial Berskala Besar) yang menjadi langkah untuk menghentikan penyebaran virus tersebut.

Tidak hanya itu PSBB pun berdampak signifikan pada kehidupan masyarakat Indonesia. Regulasi yang dikeluarkan telah memaksa semua orang untuk belajar, bekerja, dan melakukan aktifitas lainnya dari rumah masing-masing, termasuk gerak langkah mahasiswa dalam menyampaikan aspirasi pun sedikit mengalami keterhambatan dikarenakan kondisi.

Pergerakan mahasiswa sudah menjadi hal yang tidak asing lagi di lingkungan perguruan tinggi manapun. Setiap gejolak isu internal bahkan juga eksternal kampus pun menjadi pembahasan rutin bagi mahasiswa. Aksi yang dilakukan mahasiswa tidak bisa di anggap remeh. Beberapa kali aksi mahasiswa mampu mengubah bahkan sampai membatalkan kebijakan kampus bahkan juga kebijakan yang dikeluarkan pemerintah yang dirasa tidak memiliki nilai keadilan bagi masyarakat.

Sangat banyak pergerakan yang sudah dilakukan oleh mahasiswa dari setiap perguruan tinggi manapun, salah satu aksi pergerakan yang menorehkan catatan penting sepanjang sejarah yaitu aksi mahasiswa yang dilakukan pada tahun 1998 yang pada masa itu menuntut mundur rezim Presiden Soeharto.

Tentunya pergerakan pada masa lampau tidak bisa disamakan dengan yang ada pada saat ini, berbeda zaman berbededa pula cara pergerakan yang dilakukan, tapi dengan satu tujuan yang sama, yaitu atas nama keadilan bagi masyrakat.

Lantas bagiamana cara baru yang dilakukan mahasiswa pada masa saat ini? Di tengah masa pandemi saat ini, aksi-aksi atau gerakan tetap berjalan dan tetap di gaungkan oleh mahasiswa. Walapun terkendala dengan pembatasan masa di lapangan. Mahasiswa tidak kehabisan akal untuk melakukan gerakan demi mendaptakan keadilan kepada pemerintah.

Banyak organisatoris memanfaatkan media sosial untuk menyuarakan pendapat mereka kepada wakil rakyat. Berbagai platform media sosial sering kali ramai dengan postingan-postingan yang menyuarakan keadilan, banyak sekali aksi virtual yang dilakukan mulai dari aksi tagar #gejayanmemanggil #mendikbuddicarimahasiswa #tolakomnibuslaw dan aksi virtual lainnya.

Tentunya aksi-aksi secara virtual seperti itu memberikan dampak yang cukup besar dirasakan oleh masyarakat, hal ini media yang digunakan adalah media sosial, sehingga masyarakat mudah untuk mendapatkan informasi dan terpengaruh dengan aksi-aksi tersebut. Tidak heran juga aksi virtual dengan menggunakan tagar tersebut viral dijagat dunia maya.

Dengan demikian, mahasiswa tidak pernah mundur untuk sebuah pergerakan, walaupun kondisi pandemi saat ini, masih banyak cara lain yang dilakukan, bahkan juga dengan cara turun langsung ke jalan dengan mematuhi protokol kesehatan, memakai masker, dan menjaga jarak, agar keberlangsungan aksi bisa berjalan dengan baik.

Leo WP

Share on:

Komentar:

Kirim Komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Yang mungkin disukai