WAWASANPROKLAMATOR,- Memasuki suasana liburan semester genap sejumlah pedagang sekitaran Kampus Proklamator II Universitas Bung Hatta mengalami penurunan omzet. Kondisi ini membuat keadaan di sekitar Kampus Proklamator II yang biasanya ramai oleh mahasiswa menjadi lengang, sehingga berdampak pada penurunan pendapatan para pedagang setempat, Senin (25/8/2025).
Sepinya aktivitas mahasiswa di lingkungan kampus menyebabkan roda perekonomian pedagang di sekitar kampus ikut melambat. Meski demikian, banyak pedagang tetap berjualan demi mempertahankan kelangsungan usaha mereka.
Natasya Marviori, karyawan Ayam Geprek Lado Hijau, mengungkapkan liburnya mahasiswa memberikan dampak signifikan terhadap pendapatan usahanya. Omzet yang biasanya mencapai sekitar Rp3,5 juta per hari kini turun menjadi sekitar Rp2 juta per hari selama masa libur.
“Selama libur, kami tetap berjualan dengan jam operasional normal agar tidak kehilangan pelanggan. Menyiasati kondisi sepi, kami mengurangi jumlah produksi agar tidak mubazir dan hanya menyediakan sambal lado hijau, sementara varian matah tidak dijual karena biaya produksinya lebih tinggi,” ujarnya.
Hal serupa dialami Armanda Aidil Fakri, pemilik Abud’s Kebab, Ia menyebutkan bahwa omzet dagangannya turun hingga 50%. Karena mayoritas pelanggannya adalah mahasiswa.
“Meskipun libur, harus tetap konsisten berjualan untuk melayani pelanggan yang masih datang. Harapan kamiperkuliahan segera dimulai agar penghasilan kembali normal,” katanya.
Baron Hermanto, pedagang Nasi Uduk Mustika Rasa, juga mengaku mengalami penurunan omzet hingga hampir 50%. Demikian, ia tetap mempertahankan jam operasional seperti biasa.
“Menghadapi masa libur ini, kami mengurangi stok menjadi sekitar 80 porsi untuk lele dan ayam. Meskipun kampus sepi, usaha ini tetap diminati konsumen di luar mahasiswa agar ekonomi tetap berjalan stabil,” tuturnya.
Cawan WP: Adiva Rasti
Wawasanproklamator.com Jauh Lebih Dekat

























