WAWASANPROKLAMATOR,-Memperingati Hari Jadi Kota (HJK) Padang ke-356 Pemerintah Kota (Pemko) menggelar salah satu rangkaian Selaju Sampan Sarangkuah. Perlombaan ini berlokasi di Kelurahan Seberang Palinggam, dimulai tanggal 7 sampai 10 Agustus 2025.
Perlombaan selaju sampan ini merupakan kegiatan tahunan yang diselenggarakan secara rutin. Selaju Sampan Sarangkuah pada HJK Padang 2025 mengusung tema Taste of Padang.
Ketua Pelaksana (KP), Megananda, menyampaikan, kompetisi ini diikuti sebanyak 25 tim dari masing-masing kelurahan selingkup Kota Padang. Acara ini digelar untuk menjaga kelestarian olahraga tradisional sekaligus mengembangkannya menjadi ajang berprestasi.
“Menjamin kelancaran dan keamanan acara, panitia mendapat kontribusi dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), Marinir, Babinsa dan Bhabinkamtibmas yang bersiaga di lokasi. Berbeda dari tahun sebelumnya, acara kali ini menawarkan jumlah hadiah yang lebih besar bagi para pemenang,” ungkapnya.
Salah satu peserta, Hendri, Ketua Tim Regu Berok Nipah, mengungkapkan, motivasinya mengikuti perlombaan ini untuk membawa nama daerah asal tim serta memperebutkan hadiah guna kemajuan daerahnya. Ia menambahkan, demi membentuk tim yang tangguh, dibutuhkan latihan intensif selama satu bulan penuh.
“Posisi depan oleh juru batu yang bertugas memukul labu-labu, sementara di belakang oleh juru mudi yang berfungsi untuk mengarahkan sampan. Air yang tenang lebih menguntungkan daripada yang bergelombang, karena tidak semua orang mampu melawan arus saat mendayung,” jelasnya.
Salah seorang pengunjung, Rio Rikardo, mengemukakan, acara ini bukan hanya ajang perlombaan, melainkan juga sebagai wadah untuk melestarikan budaya olahraga tradisional. Ia senang dengan adanya acara ini karena dapat mengembangkan wisata budaya lokal.
“Harapan saya acara ini dapat terselenggara setiap tahunnya. Selain itu, dapat berkembang jauh lebih baik daripada yang sekarang,” harapnya.
Senada dengan Rio, Sonya juga mengutarakan apresiasinya atas terselenggaranya acara ini dengan meriah. Ia mengaku, kompetisi sekarang jauh lebih meriah daripada tahun-tahun sebelumnya.
“Sayang sekali pesta ini tidak tersedia tempat sampah, sehingga masyarakat membuang sampah sembarangan. Semoga kedepannya tersedia tempat sampah dan diberikan tali pembatas agar warga tidak melewati area yang ditentukan, karena khawatir atas risiko yang ditimbulkan,” tutupnya.
Cawan WP: Adiva Rasti
Wawasanproklamator.com Jauh Lebih Dekat

























