Pendidikan Pancasila, Pentingkah?

Cawan WP: Sabrina Hunafa
571
Sumber Foto: WordPress.com

Di era globalisasi saat ini, pilihan komunikasi dan teknologi berkembang pesat, terutama di kalangan anak muda yang disebut sebagai generasi penerus. Teknologi dan komunikasi dapat menjadi faktor terkikisnya ideologi nasional. Faktor teknologi dan komunikasi tersebut menambah lemahnya peran orang tua, peran lingkungan sekitar, kurang efektifnya pembinaan moral dan rendahnya kesadaran individu, semuanya menambah permasalahan yang harus segera diatasi agar bangsa Indonesia menjadi generasi unggul.

Banyak fenomena yang mengatakan bahwa kepribadian generasi muda biasanya bertentangan dengan nilai-nilai Pancasila. Hal ini terlihat dari kasus yang terjadi beberapa tahun terakhir, salah satunya penyanyi dangdut Zaskia Gotik dianggap menghina lambang negara karena ketidaktahuannya sehingga dianggap remeh karena sebelumnya tidak tamat Sekolah Dasar (SD) bahkan belum siap.

Fenomena di atas adalah salah satu contoh kritis ketidaktahuan terhadap negara sendiri, sangat miris jika dilihat. Selanjutnya fenomena yang terjadi di perguruan tinggi adalah kurangnya rasa ingin berorganisasi, minimnya prestasi, tidak berempati terhadap kehidupan sosial, itulah bentuk rendahnya pengetahuan mahasiswa dalam memahami dan mengimplementasikan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan sehari-hari.

Salah satu pandangan di atas adalah pentingnya pendidikan Pancasila dalam lingkungan berbangsa dan bernegara. Pendidikan Pancasila tidak hanya mempelajari teori saja, namun langsung mengaplikasikannya dalam kehidupan bermasyarakat dan berbangsa. Pendidikan Pancasila harus dipelajari mulai dari sekolah dasar hingga perguruan tinggi.

Pancasila sebagai ideologi negara merupakan cita-cita yang ingin dicapai dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Agar Pancasila menjadi dasar sistem ketatanegaraan dan nilai-nilai hendaknya dijadikan pedoman dalam kehidupan berbangsa dan bernegara seutuhnya. Terdiri dari lima prinsip, yaitu Ketuhanan yang Maha Esa, kemanusiaan yang adil dan beradab, persatuan Indonesia, kerakyatan yang dipimpin oleh khidmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan perwakilan, dan keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia.

Semua warga negara harus menjunjung tinggi nilai-nilai tersebut, menciptakan rasa persatuan yang kuat. Artinya Pancasila adalah tolak ukur yang bisa menentukan mana yang baik dan buruk dalam suatu masyarakat dan negara. Pancasila mempunyai kedudukan yang kuat dan harus dilestarikan.

Walaupun sekarang masih banyak masyarakat belum memahami Pendidikan Pancasila, namun sangat diharapkan ke depannya tetap berlanjut sehingga menghasilkan lebih banyak masyarakat yang bermoral dan mampu berpikir kritis berlandaskan Pancasila.

Mengapa belajar Pancasila masih dianggap pembelajaran tidak penting? Sebab, kebanyakan masyarakat menganggap pengetahuan yang penting hanyalah berhitung, sehingga melupakan bahwa sebagai warga negara juga harus mempelajari moral sebagai hal wajib dalam bermasyarakat dan bernegara. Karena kita sebagai makhluk sosial tidak akan pernah mampu hidup sendiri dan selalu membutuhkan tangan orang lain, maka di balik semua itu harus belajar pendidikan moral yang baik agar bisa hidup bermasyarakat dan bernegara seperti diajarkan melalui Pendidikan Pancasila.

Mengapa pembelajaran Pancasila sering juga dianggap pembelajaran membosankan? Kira-kira kenapa masyarakat berpikir begitu? Apakah cara penyampaian dosen yang kurang menarik? Apa memang kesadaran diri yang luntur sebagai warga negara.

Terkait pemikiran dari tidak pentingnya belajar Pancasila, pembelajaran Pancasila membosankan, pelajaran Pancasila tidak menarik, dari sekarang coba tanamkan rasa nasionalisme sebagai bermasyarakat dan bernegara. Alasan cara penyampaian dosen di kelas tidak menarik, bukan menjadi alasan kita untuk tidak mempelajari Pancasila. Pikirkan moral sebagai warga negara Indonesia sehingga ada kesadaran diri bahwasanya penting bagi kita mempelajari Pendidikan Pancasila. Melalui kesadaran inilah terbentuk moral kita terhadap negara. Lewat adanya kesadaran diri dan jiwa yang tertanam seperti itu adalah wujud kecintaan terhadap negara Indonesia.

Karena itu melalui Pendidikan Pancasila sangat penting dikondisikan proses pembentukan karakter jadi diri Indonesia yang multikultural. Melalui Pendidikan Pancasila kita bisa menguasai kemampuan berpikir, bersikap rasional dan dinamis serta berpandangan luas terhadap pedoman hidup dalam bangsa dan bernegara.

Demikianlah pentingnya Mata Kuliah (Matkul) Pancasila di perguruan tinggi, terutama untuk menanamkan nilai-nilai moral Pancasila kepada generasi penerus cita-cita bangsa. Maka Pendidikan Pancasila dinilai masih kurang jika dipelajari hanya sekali seminggu.  Solusinya, jika ada kesadaran jiwa untuk menjadi generasi yang baik dalam bermasyarakat dan bernegara, sebaiknya nilai-nilai moral Pancasila yang sudah dipelajari itu diamalkan di kehidupan sehari-hari.

Maka sebagai generasi penerus bangsa yang sadar akan jiwa bela negara, sudah sepatutnya kita dapat mengamalkan dan mengimplementasikan nilai-nilai dari Pancasila sehingga rasa persatuan akan tetap terjaga. Dengan adanya proses pembelajaran Pendidikan Pancasila diharapkan terbentuk modalitas akademik mahasiswa untuk ke depannya.

 

Cawan WP: Sabrina Hunafa

Wawasanproklamator.com Jauh Lebih Dekat

TAGS:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Fill out this field
Fill out this field
Mohon masukan alamat email yang sah.
You need to agree with the terms to proceed

Berita Terkait

Mengulik Runtuhnya Sistem Demokrasi Pancasila
Kelam

TERBARU

Iklan

TERPOPULER

Berita Terkait

Mengulik Runtuhnya Sistem Demokrasi Pancasila
Kelam
Menu