Bahas Dunia Kepenulisan, FLP Sumbar Gelar Waktunyo Literasi

Feby WP
688

WAWASANPROKLAMATOR,- Komunitas Forum Lingkar Pena (FLP) Sumatera Barat mengadakan Talkshow Waktunyo Literasi. Acara ini dilaksanakan di Gedung Bagindo Aziz Chan Youth Center Padang, Minggu (23/10/2022).

Agenda ini mengusung tema Berkarya di Era Sosial Media: antara Ideologi, Materi, dan Kepopuleran. Program ini turut dihadiri oleh Kepala Dinas (Kadis) Kearsipan dan Perpustakaan Sumatera Barat (Sumbar), Novrial, M.A, Ak., Kepala Bidang (Kabid) PMSK Dinas Pendidikan Sumbar dan juga mengundang Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) yang bergerak di bidang pers dan seni.

Ketua Pelaksana, Zikra Delvira, menjelaskan, FLP Sumbar banyak melewatkan kegiatan offline saat pandemi Covid-19, ketika keadaan mulai normal lagi barulah menggarap event yang bisa bertatap muka langsung dengan audiens. Syukurnya, program Waktunyo Literasi bisa terlaksana sesuai rencana.

“Tujuan acara ini membangkitkan semangat dan gairah dari kepengurusan dalam berkegiatan, dan kami juga mau menyambung silaturahmi dengan UKM seni dan pers di Sumbar. Mungkin ada beberapa komunitas yang berjalan sendiri selama ini, harapan dengan adanya kegiatan ini kita bisa berkolaborasi dan berintegrasi dalam memajukan literasi menjadi lebih baik lagi,” jelasnya.

Sehubungan dengan event ini, Dr. Fadli Hafizulhaq, Ketua FLP Sumbar, memaparkan, yakin partisipan berkredibilitas sesuai dengan tema yang diusung. Menurutnya, mempertemukan orang-orang yang peduli pada bidang bahasa dan kepenulisan bisa menghasilkan gebrakan baru dalam dunia literasi.

“Acara ini adalah sebuah agenda yang berkecimpung untuk membahas dunia literasi. Semoga audiens di sini bisa membagikan ilmu yang di dapat dari Waktunyo Literasi sehingga bisa bermanfaat bagi orang sekitar,” paparnya.

Muhammad Subhan, dalam pemaparan materinya mengatakan, alasan ia menulis adalah karena ibunya, ketika ayahnya meninggal otomatis ekonomi keluarga mulai terguncang. Lalu ia menceritakan semua proses perjalanannya sampai memutuskan untuk total menjadi penulis.

“Setelah menjadi penulis saya mempunyai ideologi dalam berkarya, karena bassic-nya Sarjana Sosial Islam, sedikit banyaknya pesan dalam tulisan berkenaan dengan keagamaan. Salah satu yang mempengaruhi minat baca masyarakat adalah perpustakaan, jadi tempat ini harus dirancang sesuai selera milenial yaitu secara instagramable,” ujarnya.

Fadli sebagai narasumber, juga turut mengutarakan pendapatnya, ideologi baginya adalah sebuah pembatas. Ia menguraikan, dengan konsep ini menjaga penulis agar tidak terombang-ambing pada tren dalam dunia kepenulisan, karena banyak penulis yang keluar dari fokus awalnya hanya untuk mengejar popularitas.

“Hari ini untuk mempublikasi tulisan bukan sebuah masalah lagi karena sudah banyak platform yang tersedia. Setiap penulis zaman dulu mungkin pernah merasakan ditolak karyanya oleh media cetak, tapi sekarang hal ini tidak berlaku lagi,” utaranya

Siti Nurhaliza, peserta talkshow dari  Universitas Bung Hatta, menyampaikan, suasana acaranya nyaman, pembawaan materinya juga mudah dipahami. Setelah mendengarkan uraian dari pemateri membuat ia tahu bahwa keluargalah yang punya peran besar dalam menumbuhkan budaya literasi pada diri seseorang.

“Manfaat dari acara ini bisa memperoleh pengetahuan baru tentang proses literasi, serta tips and trick memulai menulis dan membuat blog. Kegiatannya seru karena sharing pengalaman dari pemateri, mudah-mudahan talkshow berikutnya lebih ramai lagi,” ucapnya.

Selaras dengan Liza, Rezki Kurniawan dari Unit Kegiatan Seni Universitas Andalas (UKS-Unand) menuturkan, dengan adanya Waktunyo Literasi dapat membangkitkan semangat pemuda-pemudi dalam menulis kedepannya. Tidak mungkin yang sudah berumur saja menciptakan karya, sekarang adalah waktu generasi muda untuk unjuk kemampuan dalam bidang kepenulisan.

Event-nya menarik karena ada doorprize. Impact dari acara ini membuat saya tertarik dengan bidang kepenulisan karena selain bermanfaat bagi orang banyak juga bisa jadi sumber penghasilan pribadi,” tutupnya.

Wawasanproklamator.com Jauh Lebih Dekat

TAGS:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Fill out this field
Fill out this field
Mohon masukan alamat email yang sah.
You need to agree with the terms to proceed

Berita Terkait

Mubes Saje Tetapkan Andre Oktaviano Jadi Ketua Himpunan Terpilih
Penyesalan

TERBARU

Iklan

TERPOPULER

Berita Terkait

Mubes Saje Tetapkan Andre Oktaviano Jadi Ketua Himpunan Terpilih
Penyesalan
Menu