77 Tahun Merdeka Katanya

Cawan WP: Tari Gusti Rahayu
255

WAWASANPROKLAMATOR,- Indonesia memproklamasikan kemerdekaan pada 17 Agustus 1945. Memasuki usia ke-77 tahun Indonesia merdeka pencapaian ini bukanlah hal yang mudah yang digoresi air mata, luka dan pertumpahan darah sang pahlawan bangsa. Tak terlepas dari usaha doa yang luar biasa.

Perjalanan Indonesia setelah kemerdekaan tidak hanya saja berjalan seperti apa yang diinginkan pendiri bangsa. Beberapa tahun belakang Indonesia mengalami guncangan pandemi Covid-19 yang menghilangkan banyaknya nyawa masyarakat Indonesia. Tidak hanya itu, ekonomi, tekanan sosial tentunya menjadi ujian bangsa dan lain sebagainya.

Pejabat negara juga ikut andil memberikan penderitaan rakyat dengan memanfaatkan situasi yang ada demi kepentingan semata. Mereka berbisnis dengan membuat kebijakan yang merugikan rakyat pada masa pandemi serta mengambil apa yang seharusnya teruntuk rakyat. Apakah benar kita merdeka?

Banyak permasalahan di negeri ini yang tak kunjung selesai, salah satunya kemiskinan. Kemiskinan menjadi masalah utama di Indonesia. Bagaimana tidak, kemiskinan tidak hanya disebabkan oleh masyarakat tapi juga terjadi akibat ulah beberapa pejabat yang korupsi yang katanya berjanji memperbaiki. Semua itu hanya janji manis pemimpin saat masa kampanye tiba.

Permasalah akan keadilan juga menjadi permasalahan di negeri ini. Bak pungguk merindukan bulan ketika rakyat menginginkan keadilan di negeri ini begitulah istilahnya. Siapa yang berpangkat mereka kebal akan hukum.

Indonesia dijajah oleh bangsa asing yang berabad-abad lamanya. Kita memang sudah merdeka dari penjajahan tapi apakah saat ini Indonesia bisa dibilang merdeka?. Nyatanya Indonesia belum merdeka dari kebodohan, korupsi, hukum yang tumpang tindih dan lain sebagainya.

 

Wawasanproklamator.com Jauh Lebih Dekat

TAGS:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Fill out this field
Fill out this field
Mohon masukan alamat email yang sah.
You need to agree with the terms to proceed

Berita Terkait

Setitik Gembira di Tanah Raya
Problematika Merdeka Berpendapat dan Keterbatasan dalam Berargumen

TERBARU

Iklan

TERPOPULER

Berita Terkait

Setitik Gembira di Tanah Raya
Problematika Merdeka Berpendapat dan Keterbatasan dalam Berargumen
Menu