Resensi Novel The Midnight Library

Cici WP
716
Sumber foto: Pinterest

The Midnight Library merupakan buku terlaris internasional karya Matt Haig yang terbit pada  September 2020. Novel ini diterbitkan oleh Harper Avenue dengan genre science fiction dan fiksi literatur. Novel ini berisi 304 halaman dengan ukuran 5.5 x 0.76 x 8.5 inchi.

Buku ini bercerita tentang Nora Seed yang memiliki banyak sekali penyesalan di hidupnya. Penyeselan ini membuat Nora tidak bahagia dengan hidup yang ia jalani dan memilih untuk bunuh diri. Di ambang antara kehidupan dan kematian, ia sampai di sebuah perpustakaan yang tak berujung bernama perpustakaan tengah malam atau the midnight library.

“Namun segala hal berbeda. Berbeda karena ia merasa tak lagi ada disana untuk melayani mimpi-mimpi orang lain. Ia tak lagi merasa ia harus menemukan pencapaian tunggal sebagai anak perempuan atau adik atau partner atau istri atau ibu atau karyawan sempurna khayalan atau apapun selain manusia, mengorbit tujuannya sendiri, dan hanya bertanggung jawab kepada dirinya sendiri.” (The Midnight Library:362)

Perpustakaan ini memiliki satu pustakawati. Pustakawati ini mengambil sosok orang  yang dekat dengan Nora di masa lalu, yaitu Mrs. Elm. Pada awal kehadirannya, Mrs. Elm memberikan satu buku berjudul penyesalan. Buku ini sangat berat yang berisi seluruh penyesalan Nora di hidupnya.

Mrs. Elm memberikan kesempatan untuk Nora menjalani kehidupan yang ia sesalkan. Kehidupan misalnya di saat ia memilih bertahan di klub renang demi ayahnya. Ia ternyata menjadi kebanggaan negaranya, menjadi pembicara di mana-mana, meraih banyak medali, ayahnya hidup, tetapi memilih selingkuh dengan wanita lain. Kehidupan ini tidak lebih baik dari kehidupan akarnya. Ia bertahan demi kebahagiaan ayahnya, tapi ayahnya mengecewakannya. Ibu meninggal dunia seorang diri, tanpa didampingi olehnya atau saudaranya.

“Tapi masalahnya sebenarnya bukanlah kehidupan-kehidupan yang kita sesali tidak kita jalani, melainkan rasa sesal itu sendiri.” (The Midnight Library:351)

Kehidupan-kehidupan penyesalan yang ia jalani ternyata tidak lebih baik dari kehidupan akarnya. Pada akhirnya, ia sadar bahwa kehidupan terbaik merupakan kehidupan yang ia jalani saat ini. Ada banyak sekali kemungkinan masa depan yang ia buat di kehidupan akarnya. Ia terlalu lama tenggelam dalam masa lalu, sehingga tak menikmati hidupnya saat ini. Akhirnya Nora memilih hidup dengan hidup seutuhnya.

Buku ini menjelaskan tentang kebahagiaan datang ketika kita seutuhnya menjalani kehidupan saat ini. Menyesali perbuatan masa lalu hanyalah tindakan yang sia-sia dan menyedihkan.

Wawasanproklamator.com Jauh Lebih Dekat

 

TAGS:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Fill out this field
Fill out this field
Mohon masukan alamat email yang sah.
You need to agree with the terms to proceed

Berita Terkait

Maafkan, Lalu Lupakan
Hening Tak Bersuara

TERBARU

Iklan

TERPOPULER

Berita Terkait

Maafkan, Lalu Lupakan
Hening Tak Bersuara
Menu