Berhenti Bertindak Sesuka Hati, Kamu Bukan Poros Dunia

Jeje WP
1,159

Teruntuk kamu yang berusaha untuk menjadi yang paling sempurna, merasa paling hebat, merasa paling bisa segalanya, dan merasa tata surya berjalan mengitarimu, bacalah tulisan ini. Isi pikiran ini memang ditujukan khusus untukmu.

Ada begitu banyak jumlah manusia yang hidup di dunia yang fana ini. Dalam satu hari, setidaknya kita bisa bertemu minimal 2 sampai 3 orang. Tidak semua orang juga memiliki sifat yang sama. Lain orang lain pula perangainya. Tidak semua orang memiliki sifat positif juga negatif. Tak jarang juga ada orang yang imbang antara tingkah laku baik dan juga buruknya.

Setiap harinya pasti banyak kejadian yang terjadi di berbagai belahan dunia. Termasuk di dalam hidupmu sendiri. Ada begitu banyak hal yang kamu inginkan berjalan sesuai dengan rencanamu. Memang ada beberapa yang berjalan sesuai keinginan, tapi tidak bisa ditepis juga kenyataan bahwa tidak semuanya akan sesuai. Tak jarang pula kamu merasa semua rencana yang telah kamu rancang sedemikian rupa secara matang, namun tidak berjalan sebagaimana mestinya. Bahkan kamu melemparkan kesalahan itu kepada orang lain, padahal pusat kesalahannya ada di dirimu sendiri.

Kamu selalu merasa seluruh atensi dan perhatian orang tertuju padamu. Kamu tak henti-hentinya berbangga diri memamerkan seluruh hal yang kamu punya. Pengalaman, relasi, bahkan informasi kecil yang tidak seharusnya orang ketahui. Kamu merasa senang dengan seluruh pujian yang dilayangkan untukmu, tanpa menyadari dibalik pujian itu juga terdapat umpatan yang secara sembunyi dilemparkan.

Selalu merasa besar kepala dan berbangga diri saat kamu dapat mengerjakan semua kegiatan. Menganggap rendah orang yang tidak melakukan kegiatan persis yang seperti kamu lakukan. Kalaupun ada orang yang memiliki kegiatan yang sama denganmu, sekecil apapun kamu juga dapat menemukan kesalahannya. Membandingkannya dengan dirimu sendiri.

Kamu tidak pernah merasa puas, seolah kamu tidak diciptakan untuk merasa puas di setiap hal yang ada di dunia ini. Semua orang pasti memiliki sifat itu, terlihat sama namun berbeda porsinya.

Hei, kenapa? Apa pujian orang sebegitu pentingnya untukmu? Apa rasa hormat dari orang-orang sangat berarti bagimu?  Apakah kamu tidak menyadari bahwa semua itu hanyalah palsu? Tidakkah kamu merasa semuanya seperti bom waktu yang suatu saat bisa meledak membunuh dirimu sendiri. Tidakkah kamu lelah memerankan diri sebagai orang yang paling dipandang?

Sampai kapan kamu akan hidup berdampingan dengan semua ini? Berhentilah sebelum semuanya pergi menjauh darimu. Hidup denga serba biasa saja, tidaklah seburuk itu. Cobalah terima dirimu sendiri dengan apa adanya. Dengan begitupun, orang-orang akan lebih menghargaimu.

 

Wawasanproklamator.com Jauh Lebih Dekat

 

TAGS:

3 Komentar. Leave new

  • 🥹❤️‍🩹

    Balas
  • 🥹❤️‍🩹 capek, pengen nangis

    Balas
  • Nah, yg gini-gini ini HARUS diberi paham min.. Mahasiswa sekrang kebanykan cari tenar di dalam sebuah organisasi, provokator seperti ini yg membuat nama organisasi jadi BURUk karena ulah dia sendiri. Jadi pelaseess deh. Yg tau diri ya dirimu sendiri. Yg paham dengan kondisi mu yg kondisimu sendiri, jadilah apa adanya…so jgn bannyk alasan deh.. (Batampek-tampek). Setiap orang punya ego tentunya ya karena itu sifat manusia ngk bisa juga dipungkiri. Tapi kembali ke awal (batampek-tampek). ✌🏻

    Balas

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Fill out this field
Fill out this field
Mohon masukan alamat email yang sah.
You need to agree with the terms to proceed

Berita Terkait

Untuk Pertama Kalinya, UKM Kesenian Proklamator Adakan Musyawarah Luar Biasa
Aku Ingin Dia

TERBARU

Iklan

TERPOPULER

Berita Terkait

Untuk Pertama Kalinya, UKM Kesenian Proklamator Adakan Musyawarah Luar Biasa
Aku Ingin Dia
Menu