Perjalanan untuk Keluar dari Zona Nyaman

Cawan WP: Ayu Wulandari
1,280
Sumber foto: ifgfsolo.blogspot.com

Hallo namaku Senja, sekarang aku berumur 19 tahun tepat pada tanggal 19 Februari silam. Aku dari Solok Selatan. Anak pertama dari 2 bersaudara, dan adikku sekarang berusia 18 tahun, kini duduk di bangku akhir Sekolah Menengah Atas (SMA), ayahku berkerja sebagai buruh pertanian yang mengelola ladang bawang yang setiap 3 bulan akan panen. Sekarang ayahku berusia 45 tahun. Ibuku seorang guru Taman Kanak-Kanak (TK) yang berusia 43 tahun, ibu sangat menyukai anak-anak. Oleh sebab itu ibuku berprofesi sebagai guru. Setelah tamat dari SMA ayah dan ibu mengusulkan kepadaku untuk melanjutkan pendidikan sampai menjadi sarjana.

Awalnya aku mencoba mendaftar melalui Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi (SNMPTN), namun ternyata aku gugur di tahap seleksi tingkat sekolah, sangat kecewa tapi tidak memudarkan niatku untuk berkuliah dan aku tetap mencoba tahap ujian yaitu Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi (SBMPTN), hasilnya tetap sama aku dinyatakan tidak lulus. Hatiku sangat hancur tidak tahu lagi kemana aku akan melanjutkan pendidikanku.

Orang tuaku menyarankan untuk masuk jalur mandiri di Universitas Negeri Padang saja, tetapi aku tidak ingin terlalu membebani orang tua dengan biaya pembangunan yang besar. Akhirnya aku mendaftar mandiri di Universitas Bung Hatta, banyak saran dari teman-temanku juga mengenai jurusan disini.

Saat ini aku adalah mahasiswa tahun pertama di Universitas Bung Hatta. Dikarenakan Covid-19 yang sedang naik, semester pertama aku jalani secara online. Berat rasanya menjalani perkuliahan secara virtual, banyak halangan dan rintangan, mulai dari koneksi internet yang kadang buruk, materi yang kurang dipahami, harus belajar mandiri, tidak fokus, berteman secara virtual, tugas yang banyak. Dan yang paling berat, stres karena pikiran sendiri sampai menangis.

Kadang ada kalanya aku ingin berhenti, karena sudah penat dengan semua yang serba virtual. “Capek online terus, gak paham materi, gak ketemu teman-teman, mau kuliah offline aja,” ucapku saat perkuliahan online. Bagiku kuliah online sama saja tidak kuliah, bahkan, saat online pun aku suka tertidur di kelas pagi dan makan di kelas siang. Lama kelamaan aku jadi terbiasa dengan kuliah secara online.

Karena kuliah online, ujiannya juga online jadi aku bisa menyontek ataupun melihat Google. Namun, setelah 6 bulan kuliah daring angka Covid-19 pun turun dan akhirnya angan-anganku di awal terkabul, yaitu kuliah offline. Saat surat edaran dari universitas keluar aku sangat senang, namun ketika hari kuliah tatap muka semakin dekat, aku takut dan juga bimbang.

“Bisa ga ya aku jauh dari orang tua?”
“Bisa ga ya aku ngekos, berani ga ya?”
“Bisa masak ga ya?”
“Bakal bisa ngelola uang ga ya?”

Dan masih banyak lagi pertanyaan yang berputar di kepalaku saat mendekati kuliah offline. Seiring berjalannya waktu, akhirnya hari di mana aku harus mencari kos pun tiba. Semua perlengkapan yang diperlukan disiapkan oleh orangtuaku, mulai dari peralatan tidur sampai peralatan masak. Hatiku senang bercampur sedih karena harus jauh dari orang tua.

Saat hari pertama semester 2, malamnya aku tidak bisa tidur karena cemas akan semua hal baru saat perkuliahan dimulai, alhasil aku ngantuk di hari pertama kuliah. Sepulang kuliah, aku menangis ingin pulang, “Ga kuat kuliah offline, ga bisa masak, ga suka jauh dari orang tua,” ucapku sambil menangis. Seperti itu terus selama seminggu.

Seiring berjalannya waktu aku sudah mulai terbiasa dengan semuanya, aku sudah belajar mandiri, sudah belajar menerima keadaan dan ternyata kuliah luring memang menyenangkan sesuai perkiraanku di awal. Memang susah keluar dari zona nyaman tapi kalau bukan sekarang kapan lagi, jangan jadi katak dalam tempurung.

Wawasanproklamator.com Jauh Lebih Dekat

TAGS:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Fill out this field
Fill out this field
Mohon masukan alamat email yang sah.
You need to agree with the terms to proceed

Berita Terkait

Himpunan Mahasiswa PGSD Gelar Lomba Promosi Jurusan untuk Tingkatkan Minat Siswa
Wadahi Kreativitas Seniman Grafis, Himpunan Mahasiswa PTIK Gelar Lomba Desain Logo

TERBARU

Iklan

TERPOPULER

Berita Terkait

Himpunan Mahasiswa PGSD Gelar Lomba Promosi Jurusan untuk Tingkatkan Minat Siswa
Wadahi Kreativitas Seniman Grafis, Himpunan Mahasiswa PTIK Gelar Lomba Desain Logo
Menu