Semangat Kamu

Cawan WP : Hanifa Aisy
165

Pertengahan Mei, pertengahan tahun

Manut di ujung ruang

Masih aku yang mendalami arti kamu

Terus begitu dari dulu

Kamu adalah naluri

Kamu adalah empati

Kamu adalah hal luar biasa yang aku rajut dalam kalbuku

 

Hai

Pelan-pelan menuai sedikit harapan dari ufuk cakrawala yang terkirimkan pagi ini

Aku rajut lagi baik-baik dengan benang baru

Jangan sampai putus, jangan sampai basah

Sebab aku juga lelah, merakit lama sampai akhirnya terbalas

 

Hmm

Setidaknya selama seribu delapan ratus dua puluh lima hari dan dua puluh lembar buku

Aku menjadi kamu

Setidaknya tidak perlu lagi merengek naik bianglala padahal penakut aslinya

Tak perlu lagi merajuk memahami frasa sedang tak punya rasa

Tak perlu lagi mendaki padahal sedang lelah luar biasa

Halo, ini puisi untuk nanti, saat semua terjadi

Wawasanproklamator.com Jauh Lebih Dekat

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Fill out this field
Fill out this field
Mohon masukan alamat email yang sah.
You need to agree with the terms to proceed

Berita Terkait

Perayaan Tanpa Selamat
Prodi PGSD Bukan Sekadar Satu Tambah Satu

TERBARU

Iklan

TERPOPULER

Berita Terkait

Perayaan Tanpa Selamat
Prodi PGSD Bukan Sekadar Satu Tambah Satu
Menu