Rendahnya Tingkat Literasi di Indonesia

Febry WP
971

WAWASAN PROKLAMATOR,- Literasi merupakan sebuah kata yang sering menjadi bahasan utama dalam sebuah konteks pembicaraan. Literasi adalah kemampuan yang dimiliki oleh seseorang dalam mengolah dan memahami informasi saat melakukan proses membaca dan menulis. Telah diketahui bahwasanya literasi menjadi salah satu pendukung utama dalam konteks peningkatan kualitas suatu negara.

Berdasarkan survei yang dilakukan Program for International Student Assessment (PISA) yang dirilis Organization for Economic Cooperation and Development (OECD) pada 2019, tingkat literasi Indonesia pada penelitian di 70 negara berada di nomor 62. Hal ini menunjukkan Indonesia masih sangat rendah tingkat literasi yang dimiliki oleh masyarakat.

Rendahnya tingkat literasi di Indonesia bukan tanpa alasan, banyak faktor yang mempengaruhi kemampuan literasi yang dimiliki oleh masyarakat khususnya generasi muda. Dimulai dari kurangnya kepedulian dari lingkungan keluarga dan masyarakat terhadap membaca, para orang tua cenderung memilih untuk memberikan anak-anak mereka gadget untuk bermain game daripada buku sebagai rujukan dari informasi.

Kurangnya pemerataan pemberian buku-buku berkualitas terhadap daerah-daerah terpencil menjadi faktor terjadi rendahnya literasi di Indonesia. Banyak anak-anak susah mendapatkan akses informasi karena keterbatasannya fasilitas, sehingga minat untuk membaca tidak meningkat bahkan cenderung menurun. Kurangnya perhatian dari tenaga pendidik di daerah terpencil terkait  literasi membuat banyak anak-anak merasa bahwa membaca dan menulis bukanlah aspek yang penting.

Masih banyak anak-anak di daerah terpencil yang telah memasuki umur 10 tahun ke atas belum dapat membaca dan menulis dengan lancar. Padahal untuk anak seusia tersebut harusnya telah lancar membaca sebuah buku, hal inilah yang tengah terjadi di sekitar kita. Bukankah sangat miris dirasakan jika generasi penerus bangsa tidak dapat membaca dan menulis?

Pemerintah Indonesia saat ini sudah banyak mendorong kegiatan peningkatan literasi dengan membentuk dan menjalankan banyak program baru. Tetapi pada hakikatnya jika tidak ada kepedulian yang lahir diantara masyarakat mengenai literasi maka tidak akan terjadinya peningkattan pemahaman literasi.

Wawasanproklamator.com Jauh Lebih Dekat

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Fill out this field
Fill out this field
Mohon masukan alamat email yang sah.
You need to agree with the terms to proceed

Berita Terkait

Dampak Strict Parent bagi Kehidupan Anak
Kasus Covid-19 di Indonesia Kian Meningkat, Salah Siapa?

TERBARU

Iklan

TERPOPULER

Berita Terkait

Dampak Strict Parent bagi Kehidupan Anak
Kasus Covid-19 di Indonesia Kian Meningkat, Salah Siapa?
Menu