Kisah Sedih di Balik Acara Wisudawan/wati Ke-71 Universitas Bung Hatta

Dita
829

WAWASAN PROKLAMATOR,- Universitas Bung Hatta kembali mengadakan acara Wisuda Akademik ke-71 dengan diselimuti kisah sedih oleh salah satu wisudawati di Pelataran Parkir Gedung B Kampus Proklamator I Universitas Bung Hatta, Sabtu (27/04/2019).

Sebanyak 761 lulusan Universitas Bung Hatta mulai dari Magister (S2), Sarjana (S1) dan Ahli madya (D3) mengikuti prosesi wisuda kali ini. Momen wisuda yang seharusnya membahagiakan, menjadi kisah pilu bagi salah seorang wisudawati yang bernama Asmiati dari Jurusan Ilmu Hukum. Asmiati meninggal dunia beberapa hari sebelum acara wisuda.

Nur Asmi, kakak almarhum mewakili sang adik dalam pengambilang ijazah. Pada kesempatan ini, Nur Asmi memceritakan kronologi kejadian yang menimpa sang adik sebelum akhirnya hari Jumat (22/03) pukul 21.30 WIB almarhum berpulang ke rahmatullah

“Rabu (20/04) almarhum ke Bukittinggi dengan ibunya menggunakan sepeda motor mengantarkan ibunya belanja barang-barang, sehabis belanja sekitar pukul 12.00 WIB almarhum ke kampus dengan menggunakan angkutan umum untuk melihat serta memperbaiki apakah ada kesalahan nama, sorenya dia balik lagi ke kampung. Kamis (21/03) sekitar pukul 18.30 WIB, almarhum jatuh tergelincir dan kepala belakangnya terbentur, almarhum segera dilarikan ke RSUD Padang Pariaman kemudian di rujuk ke RSUP Dr.M.Djamil Padang untuk mendapatkan perawatan intensif,” ujar Nur Salmi.

Nur Asmi menambahkan bahwa almarhum merupakan anak bungsu dari 6 bersaudara. Beliau dikenal keluarga dan teman dekatnya sebagai sosok yang rajin, sangat gigih, pekerja keras, memiliki semangat yang tinggi, dan berjiwa sederhana.Terakhir Nur Salmi, Kakak almarhum menyampaikan perasaannya mewakili mendiang adiknya di acara wisuda kali ini dan juga pesan untuk para mahasiswa lainnya yang sedang berjuang menempuh pendidikan di kampus.

“Sebenarnya Ibu almarhum, Saya ajak untuk menghadiri acara wisuda ini, tetapi ketika saya berbicara ingin mengajaknya datang kesini beliau menangis dan mengatakan tidak kuat jika melihat teman-teman yang seumuran dengan almarhum. Saya terharu, karena beliau sudah tidak ada tetapi bisa mempersembahkan yang terbaik untuk kita semua. Kami bangga pada almarhum atas pencapaian yang telah diberikan, dengan nilai yang cukup bagus yaitu dengan pujian. Walaupun almarhum sudah tidak ada, kami berharap beliau bisa hadir diantara kami. Banyak pelajaran yang bisa kami petik dari sosok almarhum, untuk adik-adik selalu belajar dan belajar karena yang akan menilai itu hanya Allah yang maha tau, hanya Allah kita hanya bisa berbuat, Allah yang menentukan,” tuturnya.

WawasanProklamator.comJauhLebihDekat

TAGS:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Fill out this field
Fill out this field
Mohon masukan alamat email yang sah.
You need to agree with the terms to proceed

Berita Terkait

Kisah Sedih di Balik Acara Wisudawan/wati Ke-71 Universitas Bung Hatta
How Did We Get There? The History Of Story Told Through Tweets

TERBARU

Iklan

TERPOPULER

Berita Terkait

Kisah Sedih di Balik Acara Wisudawan/wati Ke-71 Universitas Bung Hatta
How Did We Get There? The History Of Story Told Through Tweets
Menu