Wawasan Proklamator Masa Kemunculan dan Transisi

Wawasan Proklamator adalah salah satu Unit Kegiatan Mahasiswa yang bergerak dibidang jurnalistik dan berada di lingkungan Universitas Bung Hatta.

Wawasan Proklamator tebentuk berawal dari besarnya minat civitas akademika yang ingin mengetahui informasi yang akurat, terbaru dan menyeluruh di kampus, maka timbul lah ide untuk membentuk suatu perkumpulan dari sebagian kecil mahasiswa yang memiliki jiwa kewartawanan.

Perkumpulan tersebut dimotori oleh Sofryadi Bachyul Jb dan kawan-kawan, kini dikenal dengan Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Wawasan Proklamator atau bisa disingkat dengan UKM WePe/WP.

WePe menjadi sebuah media pemberitaan berbentuk koran yang dikenal dengan Koran Kampus Mahasiswa Universitas Bung Hatta. Dimulai dari tanggal 5 Januari 1993, WePe tebentuk menjadi media sekaligu lembaga pers mahsiswa yang siap memberikan informasi terbaru seputaran dinamika kehidupan kampus dan masalah akademika.

Dari SK Rektor No.0005/SK-1/KPI-93 ini WePe menerbitkan edisi  perdana pada bulan Januari dengan tema ketika itu "Format Baru Kegiatan Mahasiswa UBH" dan kepengurusan WePe beranggotakan 17 anggota yang diketuai Hendry Yusuf. WePe di tahun 1993 merupakan Unit Kegiatan (UK) Kesejahteraan Mahasiswa dan termasuk Sub UK Penerbitan.

Kemudian Edisi ke-2 Maret-April 1993 sempat vakum sekitar enam bulan yang disebabkan persoalan yang sepele seperti ketidaktahuan berbagai pihak (pelindung, pembina dan penasihat) tentang kerja redaksi dan usaha sebuah koran, sesederhana WePe sekalipun.

Di Edisi ke-3 November-Desember 1993 pengurus berupaya memperbaiki kineja dari edisi sebelumnya hingga menambah sempat personil untuk memperlancar penerbitan edisi ke-3 ini. Pada edisi ini mengankat topik utama mengenai penghapusan ordik atau kini dikenal dengan OSPEK.

Pertengahan tahun 1994 tepatnya terbitan ke-4 Mei-Juni, WePe terus bekerja keras membuat koran kampus dengan kepengurusan baru yang diketuai oleh Yunisef Fendri, edisi kali ini mengambil topik utama lulusan sarjana di UBH yang bertambah terus. Pada massa itu, WePe pun aktif mengikuti pelatihan penerbitan koran kampus yang dibuat Dirjen Dikti Depdikbud untuk membina kegiatan penerbitan kampus mahasiswa se-Indonesia.

WePe mengutus Yunisef Fendri (ketua WePe) dan Sofryadi Bachyul Jb (koor. Penyutingan dan liputan) untuk mengikuti kegiatan tersebut yang diadakan di Universitas Sriwijaya Palembang 4-7 April 1994.

Setahun kemudian WePe kembali terbit dengan tema" ketika bung hatta tidak hanya sekedar nama", untuk Edisi ke-5 Agustus-September 1995. Walaupun sempat molor tapi aktivitas di redaksi masih berlangsung rutin, sekalipun dalam intensitas minim. Contohnya mengikuti Pelatihan Juranlistik Mahasiswa Tingkat Lanjut se-Indonesia di Universitas 17 Agustus Surabaya pada 5-8 Januari 1995. WePe ditahun 1995 Fiedri Dasril.

Hingga akhirnya terbitan ke-7 Juni-Juli 1996 pun tiba dengan awak baru yang dipimpin Zulkifi Y, saat kepemiminananya tema yang digunakan untuk terbitannya mengenai "Lustrum III, Perayaan Sebuah Universitas".

Edisi ke-8 Agustus-September 1996 penerbitan surat kabar WePe dipercepat karena saat itu di kampus tengah ujian semester sehingga pengerjaan terbitan ke-8 ini setelah ujian semseter, dengan topik "Utamanya Dibalik Maraknya Demonstrasi Mahasiswa Sumbar"

Edisi ke-11 Tahun V Maret-April 1997 koran WePe telah mendapatkan ISSN (Internasional Standard Serial Number) dari Pusat Dokumentasi dan Informasi Ilmiah LIPI sebagai badan yang ditunjuk oleh ISDS (International Serial Data System) berpusat di Paris, Prancis sebagai wakilnya di Indonesia. ISSN yang dimiliki WePe yaitu ISSN:1410-3052

Masa Transisi

Tak ubahnya suatu organisasi kemahasiswaan lainnya, WePe pun turut mengalami pasang surutnya seperti ketika edisi ke dua mengalami kelesuai selama 6 bulan akan tetapi di terbitan  edisi ketiga kembali bergairah lagi untuk dapat menyuguhkan hidangan terbaru seputaran berita kampus.

Dari tahun ketahun, minat mahsiswa untuk tertarik dalam dunia tulis menulis ini semakin menurun. Dapat disebabkan masalah pengkaderan yang kurang optimal, kurangnya pemahaman mahsiswa mengenai dunia jurnalistik ataupun kesibukan pengurus yang memiliki kegiatan lain yang harus mengorbankan WePe.

Dari sinilah titik awal mulanya menurun frekuensi aktivitas WePe dituntut untuk terus berkiprah dan melebarkan kemampuan organisasinya sehingga sistem pengkaderan tidak berjalan dan akhirnya yang terbengkalai.

Kemudian lesunya semangat untuk menulis bagi anggota mengakibatkan tidak lagi menerbitkan koran kampus yang berujung pada kevakuman WePe saat itu.

Di tahun 2000-an lah, WePe mengalami kevakuman. Dimana pengurusnya hanya dua orang dan kedua-duanya telah bekerja sebagai wartawan di koran umum. Di tahun ini lah puncak kemerosotan WePe dengan menerbitakan hanya dua kali selama setahun hingga ditahun berikutnya WePe pun mati suri.

Melihat kondisi itu, Bidang III yang mengurusi Kemahasiswaan Universitas Bung Hatta, Nursyaifi Yuius, M.gt dan Drs.Ferdinal mengambil kebijakan untuk menghidupkan kembali WePe.

Ketika itu, WePe dikeloloa oleh UKM FSI Nurjanah bagian pembuatan buletin karena di UKM-nya memiliki buletinAr-Rijal yang terbit setiap satu bulan sekali, maka dari itu bidang III menyerahkan WePe kepada UKM FSI Nurjanah dan jabatan pimpinan umum WePe dipegang langsung oleh pimpinan redaksi Ar-Rijal agar lebih singkraon kinerja WePe dengan kepengurusan baru itu.

Bidang III kemahsiswaan beserta senior WePe, Sri Wahyunigsih (Hukum'97) mengadakan pertemuan dengan pegurus baru itu untuk membahas WePe kedepannya. Setelah adanya kesepakatan antara satu sama lainnya, maka WePe kembali melakukan rekrutment anggota baru untuk generasi penerus WePe dan bertepatan pada tahun 2004.

Tahum 2004, WePe membenahi segala kekurangannya seperti pengkaderisasi dan administrasi oraganisasi yang kurang lengkap.

Aktivitas WePe tidak hanya meneribtkan koran tapi juga melakaukan kegiatan seperti Pelatihan Jurnalistik Tingkat Mahasiwa se-Kota Padang pada tanggal 25-26 Februari 2007.

Tahun 2007/2008 WePe mengalami kembali mengalami kevakuman dan berdasarkan Surat Tugas No.314/BEMM/UBH/KI/XII/2008 yang ditandatangani oleh Wakil Presiden Mahasiswa Rio Ramdhani yang berisi kesepakatan untuk membentuk tim pengaktifan kembali baru WePe agar dapat menjalankan peranan WePe sebagai mana mestinya.

(Ubay WP)

WawasanProklamator.com Jauh Lebih Dekat 

Share on:

Komentar

Kirim Komentar

Nama Lengkap
Alamat/Kota
E-mail
URL Website/Blog
Komentar