KKN-PPM UBH 2013

Saat KKN, Mahasiswa FTI Aplikasikan Ilmunya di Masyarakat

Minggu, 28 Juli 2013 | 23:24:58 WIB Share
Saat KKN, Mahasiswa FTI Aplikasikan Ilmunya di Masyarakat

Mahasiswa jurusan Teknik Mesin yang memilih program pokok tentang pemanfaatan teknologi sederhana yakni membuat rocket air di Nagari Simpuruik Kabupaten Tanah Datar. (Ubay WP)

WAWASAN PROKLAMATOR,- Selama melaksanakan program Kuliah Kerja Nyata Pembelajaran Pemberdayaan Masyarakat (KKN-PPM)  para mahasiswa Fakultas Teknologi Industri Universitas Bung Hatta yang terdiri dari 4 jurussan yakni jurusan Teknik Elektro, Mesin, Industri dan Kimia ini mengaplikasikan ilmunya di lokasi mereka berada.

Sebut saja Muhammad Ilham mahasiswa  dari jurusan Teknik Mesin yang melakukan program KKN PPM UBH di  Nagari Sungai Pua, Kecamatan sungai Puar, Kabupaten Agam yang melakukan sosialisai material logam bagi pengrajin logam yang dilaksnakan pada 11, 18 dan 25 Juli 2013.

Menurutnya kegitan ini merupakan pokok mahasiswa teknik mesin yang pelaksnaannya dibantu juga leh mahasiswa sekelompok lainnya . "Sosialisasi ini mendatangkan pemateri yang juga merupakan dosen Teknik Mesin UBH yang disampaikan oleh 3 pemateri yaitu Ir. Edi Septe, MT, Burnawi , ST, M.Si dan Dr. Hendri Budiman, ST, MT dengan materi mengenai pemilihan bahan material untuk pengecoran logam, pembuatan cetakan logam dan pemasaran," terangnya.

Sedangkan Muhammad Diva Fernanda yang juga dari mahasiswa jurusan Teknik Mesin yang memilih program pokok tentang pemanfaatan teknologi sederhana yakni membuat rocket air di Nagari Simpuruik Kabupaten Tanah Datar yang menjadi lokasi pengabdiannya.

 ia membuat roket air ini dengan bahan-bahan yang mudah ditemukan di sekitar kita seperti botol-botol plastik, pipa plastik dan peralatan pendukung lainnya. "Saya mendemonstrasikan roket ini dihadapan siswa SDN 34 Kecamatan Sungai Tarab  dan mereka semua sangat terkagum-kagum serta sangat antusias sekali," ujarnya.

Lain halnya dengan Efrika, mahasiswa jurusan Teknik Kimia yang KKN-PPM UBH di Nagari  Ladang Laweh, Kecamatan Banuhampu, Kabupaten Agam yang melakukan penyuluhan pengolahan limbah rumah tangga tempurung kelapa untuk dimanfaatkan menjadi Bi-Briket.

Menurut Efrika tempurung kelapa yang selama ini hanya menjadi limbah rumahan yang belum dimanfaatkan secara optimal dimasyarkaat hanya sebatas untuk arang sate saja. "Padahal dari tempurung ini bisa diolah menajdi briket tersebut mempunyai nilai tambah dibandingkan dengan arang biasa," terangnya.

Proses pembuatannya cukup mudah, tempurung kelapa dikeringkan setelah itu dibakar hingga menjadi arang. Kemudian disaring dan dicampur dengan bahan perekat lem dari tepung kanji dan terakhir dicetak maka akan menjadi briket.

"Kita dibantu teman-teman lainnya mengajarkan kepada masyaraakt akan pembuatan Bio-Briket dari tempurung kelapa yang nantinya dapat digunakan sebagai bahan bakar Alternatif dengan daya tahan pembakaran briket selama 6 jam," tambahnya.

Sedangkan untuk kiat-kiat berwirausaha dan cara penyususnan laporan keuangan dalam perencanaan industri briket dari tempurung kelapa dijelaskan oleh Fopy Pebrita Sari mahasiwa jurusan Akuntansi bagi masyarakat di Nagari  Ladang Laweh, Kecamatan Banuhampu, Kabupaten Agam.

Untuk mahasiswa dari jurusan Teknik Industri yang tengah melakukan KKN-PPM UBH di lokasi pengabdiannya umumnya melakukan penyuluhan di industri rumahan. Seperti yang dilakukan Wahyuni Amalia yang KKN-PPM UBH di Nagari Batu Manjulur, Kecamatan Kupitan, Kabupaten Sijunjung mengadakan sosialisasi pada pertambangan emas rakyat. 

Kemudian Prasetia Sanjaya mahasiswa dari jurusan Teknik elektro yang KKN-PPM UBH di Nagari Saruaso, Kecamatan Tanjung emas Kabupaten Tanah Datar yang mengadakan penyuluhan mengenai cara menghemat listrik. 

Ia mengatakan penyuluhan ini sangat penting agar masyarakan tidak boros dalam menggunakan listrik dan dituntut untuk lebih berhemat. "Selain mengadakan sosialisasi saya juga membantu dan mengajarkan masyarakat  untuk dapat  memperbaiki peralatan elektroniknya rusak seperti toa, radio, dan alat elektronik lainnya," imbuhnya. 

Hal serupa juga dilakukan Helfianto Wijaya yang KKN-PPM UBH di Desa Kampung Baru, Kecamatan Kupitan, Kabupaten Sijunjung. Dikatakannya, untuk mengurangi resiko kebakaran dapat juga menggunakan alat gawai pengaman arus sisa atau Earth Leake Circuit Breaker (ELCB). 

(Ubay WP)

WawasanProklamator.com Jauh Lebih Dekat

Komentar

Kirim Komentar

Nama Lengkap
Alamat/Kota
E-mail
URL Website/Blog
Komentar