Labor Perikanan UBH Temukan Ikan Sepat Mutiara

Senin, 03 Juni 2013 | 09:17:17 WIB Share
Labor Perikanan UBH Temukan Ikan Sepat Mutiara

Ir. Yunaeidi Basri, M.S, Koordinator Laboratorium Perikanan Terpadu Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan Universitas Bung Hatta. (Ubay WP

WAWASAN PROKLAMATOR,- Jurusan Budidaya Perikanan Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan Universitas Bung Hatta tengah mengembangkan domestikasi perikanan air tawar lokal terutama pengembangan ikan hias. Demikianlah dikatakan Ir. Yunaeidi Basri, M.S, Koordinator Laboratorium Perikanan Terpadu yang ditemui WePe di ruang kerjanya, Minggu (02/06/2013).

Yunaedi telah menemukan salah satu ikan hias yang hampir punah yaitu Sepat Mutiara (Trichogaster leeri). Ikan tersebut ia temukan sebulan yang lalu di daerah pedalaman perkebunan kelapa sawit sekitar 2 jam setengah dari Kota Duri, Riau.

Ikan ini ditemukan secara tidak sengaja ketika melakukan pencarian ikan Bujuk di hutan rawa. "Kita masuk hutan dulu sekitar 60 KM. Awalnya mau cari ikan bujuk, tapi malah ketemu Ikan Sepat Mutiara,”ucapnya.

Ikan Sepat Mutiara merupakan sejenis ikan  hias air tawar yang termasuk anggota suku Gurami (Ophronemidae) yang hidup di rawa-rawa dan memiliki pola warna berbintik-bintik indah dengan garis hitam di sisi tubuhnya. Selain sebagai ikan hias, ikan ini bisa di konsumsi oleh masyarakat.

Ciri-ciri dari ikan Sepat Mutiara hampir sama dengan ikan Sepat yang lain. Namun yang membedakannya, ikan Sepat Mutiara memiliki bintik-bintik menyerupai mutiara dengan panjang tubuhnya sekitar 7-10 cm. “Mutiara di tubuhnya akan terlihat bagus ketika terkena cahaya lampu di akuarium,” imbuh Yunaeidi.

Sepat mutiara menyebar mulai dari Thailand, Malaysia, Sumatra hingga Kalimantan. Ikan ini merupakan penghuni rawa-rawa dataran rendah yang berair sedikit asam Ikan ini biasanya senang berada dekat permukaan hingga setengah kedalaman air. "Ikan ini sudah dikatakan hampir punah. Sangat susah dicari beberapa tahun terakhir,"ujarnya.

Yunaeidi menambahkan perkembangan industri sawit yang masif tanpa diimbangi dengan keseimbangan ekosistem yang merupakan salah satu faktor penyebab kepunahan Ikan Sepat Mutiara. Ikan yang memiliki daya jual tinggi ini, akan diteliti di Laboratorium Perikanan Universitas Bung Hatta.

"Di labor terdapat 200 ekor ikan dari 500 ekor yang telah ditangkap. Kita akan teliti dulu dari pembuatan pakan ikan, lalu akan dikembangbiakan dan dibudidayakan kepada masyarakat sehingga bisa menggerakan perekonomian rakyat," jelasnya.

Selain Ikan Sepat Mutiara, di Sumatra Barat terdapat Ikan Bilih yang merupakan ikan endemik danau Singkarak. "Kelangkaan ikan seperti ini juga harus menjadi perhatian bagi kita. Jangan sampai pertumbuhan ekonomi yang meningkat tapi tidak dibarengi dengan kelestarian lingkungan,' ujarnya.

(Cawan WP: Anissa Dinata)

WawasanProklamator.com Jauh Lebih Dekat

Komentar

Kirim Komentar

Nama Lengkap
Alamat/Kota
E-mail
URL Website/Blog
Komentar