BUNG HATTA MUDA

Mahasiswa Universitas Bung Hatta  Terpilih Menjadi Duta Genre Inspirator Putri Kota Padang 2020

Mahasiswa Universitas Bung Hatta Terpilih Menjadi Duta Genre Inspirator Putri Kota Padang 2020

Minggu, 23 Februari 2020

WAWASAN PROKLAMATOR,- Riri Agusti Muchtar mahasiswi dari Program Studi Sastra Jepang Fakultas Ilmu Budaya (FIB) angkatan 2019...

MAHASISWA UNIVERSITAS BUNG HATTA MASUK 15 BESAR FINALIS DUTA PDAM KOTA PADANG 2019

Mahasiswa Universitas Bung Hatta Masuk 15 Besar Finalis Duta PDAM Kota Padang 2019

Minggu, 29 Desember 2019

WAWASAN PROKLAMATOR,- Leonardus Gunawan mahasiswa Program Studi Pemanfaatan Sumberdaya Perikanan (PSP) Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan...

Mahasiswa FEB Sabet Juara III dalam Turnamen Catur

Mahasiswa FEB Sabet Juara III dalam Turnamen Catur

Senin, 23 Desember 2019

WAWASAN PROKLAMATOR,- Yubilio Zuli mahasiswa Program Studi Manajemen Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) angkatan 2018 peroleh juara ke-3 dalam...

FEATURE

Jumat, 05 Juni 2020

Dila WP

Lebaran Ditengah Pandemi COVID-19

foto thumbnailWAWASAN PROKLAMATOR,- Tepat satu minggu lalu takbir menggema diseluruh penjuru negeri, seluruh umat muslim di dunia termasuk Indonesia menuju hari...

Aksi Teatrikal Warnai Aksi Demonstrasi Gerakan Suara Rakyat

Kamis, 29 Oktober 2020 | 07:37:48 WIB Share
Aksi Teatrikal Warnai Aksi Demonstrasi Gerakan Suara Rakyat

Parade yang dilakukan oleh Gerakan Suara Rakyat saat menuju ke bundaran simpang Gedung DPRD Sumatera Barat.

WAWASAN PROKLAMATOR,- Aksi menolak Omnibus Law masih terus dilakukan di Sumatera Barat, panggung teatrikal dan pembacaan puisi mewarnai aksi demonstrasi menolak Omnibus Law oleh Gerakan Suara Rakyat (GSR) Sumatera Barat di depan Gedung DPRD Sumatera Barat, Rabu (29/10/2020).

Masa aksi Gerakan Suara Rakyat tersebut merupakan gabungan dari mahasiswa, buruh, dan berbagai masyarakat profesi yang tergabung dalam gerakan tersebut yang turut andil dalam aksi penolakan UU Omnibus Law.

Narasi penolakan UU Omnibus Law yang mereka kemas pada mulanya berjalan dengan baik, yang dimulai dari parade dari simpang kampus Universitas Bung Hatta, tidak hanya parade, masa aksi juga menyanyikan lagu-lagu pergerakan, dan sedikit orasi penyemangat. Sesampainya di depan Gedung DPRD Sumatera Barat, masa aksi langsung melakukan blokade jalan yang berada di bundaran tugu adipura.

Aksi  berjalan dengan damai, kemudian mulai memanas dikarenakan beberapa personel pihak kepolisian datang dengan mobil pengurai masa untuk membubarkan masa aksi yang ada pada saat itu. Pembubaran aksi yang dilakukan kepolisian dengan alasan sudah melewati batas waktu yaitu pada pukul 18.00 WIB, sempat terjadi penangkapan paksa kepada peserta aksi oleh pihak kepolisian karena dianggap memprovokasi, namun setelah beberapa saat kemudian peserta aksi yang ditangkap kemudian dilepaskan.

Kabagren Polresta Padang Kompol. Dewi Suryani mengatakan masa aksi diperbolehkan melakukan demonstrasi selama itu masih sesuai dengan ketentuan dan aturan yang berlaku, baik dari penerapan protokol kesehatan, dan tidak mengganggu ketertiban umum pihak kepolisian pun akan menjaga dan mengawal jalannya aksi sampai selesai.

"berorasi tidak dilarang, silakan orasi dengan baik, tanpa harus menggangu ketertiban dan kenyamanan masyarakat umum, selagi itu masih mematuhi protokol kesehatan dan aturan yang berlaku, kami akan lakukan pengawalan aksi dengan sebaik mungkin," ujar Dewi Suryani.

 

Leo WP

WawasanProklamator.com jauhlebihdekat

Komentar

Kirim Komentar

Nama Lengkap
Alamat/Kota
E-mail
URL Website/Blog
Komentar