BUNG HATTA MUDA

Mahasiswa Universitas Bung Hatta  Terpilih Menjadi Duta Genre Inspirator Putri Kota Padang 2020

Mahasiswa Universitas Bung Hatta Terpilih Menjadi Duta Genre Inspirator Putri Kota Padang 2020

Minggu, 23 Februari 2020

WAWASAN PROKLAMATOR,- Riri Agusti Muchtar mahasiswi dari Program Studi Sastra Jepang Fakultas Ilmu Budaya (FIB) angkatan 2019...

MAHASISWA UNIVERSITAS BUNG HATTA MASUK 15 BESAR FINALIS DUTA PDAM KOTA PADANG 2019

Mahasiswa Universitas Bung Hatta Masuk 15 Besar Finalis Duta PDAM Kota Padang 2019

Minggu, 29 Desember 2019

WAWASAN PROKLAMATOR,- Leonardus Gunawan mahasiswa Program Studi Pemanfaatan Sumberdaya Perikanan (PSP) Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan...

Mahasiswa FEB Sabet Juara III dalam Turnamen Catur

Mahasiswa FEB Sabet Juara III dalam Turnamen Catur

Senin, 23 Desember 2019

WAWASAN PROKLAMATOR,- Yubilio Zuli mahasiswa Program Studi Manajemen Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) angkatan 2018 peroleh juara ke-3 dalam...

FEATURE

Jumat, 05 Juni 2020

Dila WP

Lebaran Ditengah Pandemi COVID-19

foto thumbnailWAWASAN PROKLAMATOR,- Tepat satu minggu lalu takbir menggema diseluruh penjuru negeri, seluruh umat muslim di dunia termasuk Indonesia menuju hari...

Menolak Omnibuslaw, Masa Aksi Kembali Menyambangi Gedung DPRD Sumbar

Kamis, 08 Oktober 2020 | 17:13:38 WIB Share
Menolak Omnibuslaw, Masa Aksi Kembali Menyambangi Gedung DPRD Sumbar

Penyampaian orasi oleh orator pada aksi di Gedung DPRD Sumatera Barat

WAWASAN PROKLAMATOR,- Masa aksi yang tergabung dalam Lingkar Mahasiswa Minang Kabau Raya (Limamira) menggelar aksi di depan Gedung Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Sumatera Barat, pada Kamis (8/9/2020).

Dalam orasinya mahasiswa menyuarakan penolakan karena telah di sahkannya Undang Undang (UU) Cipta lapangan kerja oleh Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR-RI).

Agus Ferliandi selaku Koordinator Umum aksi mengatakan tuntutan yang disampaikan kepada DPRD Sumbar untuk aksi kali ini tentunya menolak dengan keras Omnibuslaw atau Undang Undang Cipta Kerja.

"Kita mengharapkan DPRD menyampaikan aspirasi ini ke pusat di mana kami mengharapkan adanya forum diskusi antara DPRD dengan mahasiswa," ujarnya.

Tuntutan lainnya adalah adanya bukti yang jelas dari pihak DPRD Sumbar bahwa aspirasi mahasiswa tersebut telah disampaikan ke DPR RI.

Ia juga mengharapkan kepada seluruh masa aksi, agar proses aspirasi bisa disampaikan dengan baik, tanpa harus ada aksi yang merusak citra dari mahasiswa itu sendiri, dan selalu berjalan baik untuk kedepannya.

Aksi diakhiri dengan aksi bersih-bersih mengumpulkan atribut-atribut aksi yang berserakan, dan membubarkan diri secara tertib.

Leo WP

WawasanProklamator.com jauhlebihdekat

Komentar

Kirim Komentar

Nama Lengkap
Alamat/Kota
E-mail
URL Website/Blog
Komentar