BUNG HATTA MUDA

Mahasiswa Universitas Bung Hatta  Terpilih Menjadi Duta Genre Inspirator Putri Kota Padang 2020

Mahasiswa Universitas Bung Hatta Terpilih Menjadi Duta Genre Inspirator Putri Kota Padang 2020

Minggu, 23 Februari 2020

WAWASAN PROKLAMATOR,- Riri Agusti Muchtar mahasiswi dari Program Studi Sastra Jepang Fakultas Ilmu Budaya (FIB) angkatan 2019...

MAHASISWA UNIVERSITAS BUNG HATTA MASUK 15 BESAR FINALIS DUTA PDAM KOTA PADANG 2019

Mahasiswa Universitas Bung Hatta Masuk 15 Besar Finalis Duta PDAM Kota Padang 2019

Minggu, 29 Desember 2019

WAWASAN PROKLAMATOR,- Leonardus Gunawan mahasiswa Program Studi Pemanfaatan Sumberdaya Perikanan (PSP) Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan...

Mahasiswa FEB Sabet Juara III dalam Turnamen Catur

Mahasiswa FEB Sabet Juara III dalam Turnamen Catur

Senin, 23 Desember 2019

WAWASAN PROKLAMATOR,- Yubilio Zuli mahasiswa Program Studi Manajemen Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) angkatan 2018 peroleh juara ke-3 dalam...

FEATURE

Jumat, 05 Juni 2020

Dila WP

Lebaran Ditengah Pandemi COVID-19

foto thumbnailWAWASAN PROKLAMATOR,- Tepat satu minggu lalu takbir menggema diseluruh penjuru negeri, seluruh umat muslim di dunia termasuk Indonesia menuju hari...

Kemendikbud Keluarkan Kebijakan Baru Keringanan UKT Mahasiswa Terdampak Covid-19

Sabtu, 20 Juni 2020 | 04:14:58 WIB Share
Kemendikbud Keluarkan Kebijakan Baru Keringanan UKT Mahasiswa Terdampak Covid-19

WAWASAN PROKLAMATOR,- Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan keluarkan kebijakan untuk mendukung mahasiswa dan satuan pendidikan yang terdampak pandemi Corona virus Disease (COVID-19). Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud), Jumat (19/6/2020)

Nadiem Anwar Makarim menuturkan kebijakan yang dikeluarkan diantaraya terkait dukungan Uang Kuliah Tunggal (UKT) dan Dana Bantuan UKT mahasiswa.

"Kami terus berkomitmen menghadirkan akses pada layanan pendidikan. Beberapa penyesuaian kebijakan dilakukan untuk mendukung mahasiswa dan satuan pendidikan agar tetap memperoleh hak dan menjalankan layanan pendidikan secara optimal," tutur Mendikbud pada Taklimat Media secara virtual di Jakarta.

Nadiem menegaskan berbagai dukungan tersebut dibuat setelah Kemendikbud melakukan kajian dan berkoordinasi dengan berbagai pihak untuk merumuskan kebijakan terbaik. "Kebijakan ini juga menjadi bagian dari upaya gotong-royong dan dukungan pemerintah terhadap seluruh insan dan satuan pendidikan yang terkena dampak pandemi, sehingga diharapkan mereka akan mampu melewati tantangan yang ada," ungkap Nadiem.

Dilansir dari kemendikbud.go.id adapun ketentuan dalam kebijakan baru yang diluncurkan Kemendikbud terkait UKT, bantuan pandemi mahasiswa :

Kebijakan Penyesuaian UKT

Kemendikbud mengatur mekanisme penyesuaian UKT melalui Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Permendikbud) Nomor 25 tahun 2020 tentang Standar Satuan Biaya Operasional Pendidikan Tinggi pada Perguruan Tinggi Negeri di Lingkungan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. Peraturan ini bertujuan memberikan keringanan UKT bagi mahasiswa perguruan tinggi negeri yang menghadapi kendala finansial selama pandemi COVID-19. Terdapat empat arahan kebijakan baru yang diatur dalam Permendikbud tersebut yaitu:

1. UKT dapat disesuaikan untuk mahasiswa yang keluarganya mengalami kendala finansial akibat pandemi COVID-19.

2. Mahasiswa tidak wajib membayar UKT jika sedang cuti kuliah atau tidak mengambil satuan kredit semester (SKS) sama sekali (misalnya: menunggu kelulusan).

3. Pemimpin perguruan tinggi dapat memberikan keringanan UKT dan/atau memberlakuan UKT baru terhadap mahasiswa.

4. Mahasiswa di masa akhir kuliah membayar paling tinggi 50% UKT jika mengambil ≤6 SKS:

- Semester 9 bagi mahasiswa program sarjana dan sarjana terapan (S1, D4)

- Semester 7 bagi mahasiswa program diploma tiga (D3)

Menurut Nadiem Makarim, melalui kebijakan tersebut diharapkan mahasiswa mendapatkan berbagai manfaat. Yaitu, keberlanjutan kuliah tidak terganggu selama pandemi, hemat biaya saat tidak menikmati fasilitas dan layanan kampus, fleksibilitas untuk mengajukan keringanan UKT, dan penghematan di masa akhir kuliah. "Arahan kebijakan ini berdasarkan kesepakatan Majelis Rektor PTN (MRPTN) pada tanggal 22 April 2020," ujar Nadiem.

Melalui kebijakan ini, terdapat empat keringanan yang akan diperoleh mahasiswa. Pertama, Cicilan UKT. Mahasiswa dapat mengajukan cicilan UKT bebas bunga (0%) dengan jangka waktu pembayaran cicilan disesuaikan kemampuan ekonomi mahasiswa.

Kedua, Penundaan UKT. Mahasiswa dapat menunda pembayaran UKT dengan tanggal pembayaran disesuaikan kemampuan ekonominya. Ketiga, Penurunan UKT. Mahasiswa tetap membayar UKT, namun dapat mengajukan penurunan biaya dan jumlah UKT baru disesuaikan dengan kemampuan ekonomi mahasiswa.

Keempat, Beasiswa. Semua mahasiswa berhak mengajukan diri untuk beasiswa Kartu Indonesia Pintar (KIP) kuliah atau skema beasiswa lain yang disediakan perguruan tinggi dan kriteria penerimaan sesuai ketentuan program beasiswa yang berlaku. Kelima, Bantuan Infrastruktur. Mahasiswa dapat mengajukan bantuan dana untuk jaringan internet dan pulsa, serta ketentuan berdasarkan pertimbangan masing-masing PTN. "Kami berharap para mahasiswa dapat berperan aktif dalam mencari pilihan keringanan yang telah diberikan oleh pemerintah," tutur Mendikbud.

Kebijakan Bantuan Pandemi bagi Mahasiswa

Penambahan jumlah penerima bantuan akan diberikan sebanyak 410.000 mahasiswa (terutama Perguruan Tinggi Swasta) di luar 467.000 mahasiswa yang menerima Biaya Pendidikan Mahasiswa Miskin Berprestasi dan KIP Kuliah. Dana Bantuan Pandemi ini khusus untuk mahasiswa dengan kondisi keuangan yang terkena dampak pandemi.

Dana KIP Kuliah Reguler tahun 2020 tetap diberikan untuk 200.000 mahasiswa baru yang menjalankan semester 1 di tahun 2020. Adapun dana Bidikmisi tetap dilanjutkan bagi mahasiswa yang melanjutkan studi di tahun 2020 dan tetap menjalankan program Afirmasi Pendidikan Tinggi dengan sasaran 267.000 mahasiswa.

Kriteria mahasiswa yang dapat menerima dana bantuan pandemi, yakni:

1. Kendala finansial: orang tua atau penanggung biaya kuliah mengalami kendala finansial dan tidak sanggup bayar UKT semester ganjil 2020;

2. Status beasiswa: tidak sedang dibiayai program KIP Kuliah atau program beasiswa lainnya yang membiayai UKT secara penuh maupun sebagian;

3. Jenjang Kuliah: mahasiswa PTS dan PTN yang sedang menjalankan perkuliahan semester ganjil tahun 2020.

Leo WP

WawasanProklamator.com  Jauh Lebih Dekat

Komentar

Kirim Komentar

Nama Lengkap
Alamat/Kota
E-mail
URL Website/Blog
Komentar