BUNG HATTA MUDA

Mahasiswa Universitas Bung Hatta  Terpilih Menjadi Duta Genre Inspirator Putri Kota Padang 2020

Mahasiswa Universitas Bung Hatta Terpilih Menjadi Duta Genre Inspirator Putri Kota Padang 2020

Minggu, 23 Februari 2020

WAWASAN PROKLAMATOR,- Riri Agusti Muchtar mahasiswi dari Program Studi Sastra Jepang Fakultas Ilmu Budaya (FIB) angkatan 2019...

MAHASISWA UNIVERSITAS BUNG HATTA MASUK 15 BESAR FINALIS DUTA PDAM KOTA PADANG 2019

Mahasiswa Universitas Bung Hatta Masuk 15 Besar Finalis Duta PDAM Kota Padang 2019

Minggu, 29 Desember 2019

WAWASAN PROKLAMATOR,- Leonardus Gunawan mahasiswa Program Studi Pemanfaatan Sumberdaya Perikanan (PSP) Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan...

Mahasiswa FEB Sabet Juara III dalam Turnamen Catur

Mahasiswa FEB Sabet Juara III dalam Turnamen Catur

Senin, 23 Desember 2019

WAWASAN PROKLAMATOR,- Yubilio Zuli mahasiswa Program Studi Manajemen Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) angkatan 2018 peroleh juara ke-3 dalam...

FEATURE

Jumat, 08 November 2019

LEO WP

Pantai Padang, Gelora Alam Nan Memesona

2019-11-10 23:26:13WAWASAN PROKLAMATOR,- Sumatera Barat terkenal dengan segala pesonanya, baik dari wisata kuliner, budaya, serta alamnya nan indah tuk dikunjungi....

Ratusan Mahasiswa Sumbar Gelar Aksi tolak Omnibus Law RUU Cipta Kerja

Rabu, 04 Maret 2020 | 16:19:15 WIB Share
Ratusan Mahasiswa Sumbar Gelar Aksi tolak Omnibus Law RUU Cipta Kerja

WAWASAN PROKLAMATOR,- Ratusan mahasiswa yang tergabung dalam Aliansi BEM Seluruh Indonesia Sumatera Barat (BEM-SI Sumbar) menggelar aksi penolakan Undang-UndangOmnibus law, bertempat di depan gedung Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Sumatera Barat, Rabu (04/03/2020).

Aksi tersebut dilakukan sebagai bentuk penolakan terhadap undang-undang Omnibus Law yang dianggap merugikan masyarakat Indonesia, khususnya bagi pekerja. Aksi yang dimulai sejak  pukul 12.00  siang WIB itu, mengalami selisih paham dengan aparat keamanan. Hal tersebut, lantaran ratusan mahasiswa yang menggelar aksi ingin masuk ke dalam pelataran gedung DPRD Provinsi Sumatera Barat untuk bertemu dengan Ketua DPRD dan menyatakan penolakan mereka.

Kordinator BEM-SI Sumbar, Ihsan, mengatakan pembentukan serta pembahasan omnibus law tidak melibatkan masyarakat maupun pakar-pakar yang berkompeten dan ahli dalam bidang tersebut.

"Aturan-aturan yang sudah dibuat oleh perumus undang-undang dirasa tidak berpihak kepada masyarakat dan sangat merugikan masyarakat, sehingga kami mahasiswa hadir untuk menyampaikan keresahan-keresahan yang terjadi di Indonesai khususnya di Provinsi Sumatera Barat," ujar Ihsan.

Fakhri Bakar Anggota Komisi I DPRD Sumbar menghimbau mahasiswa untuk tertib dalam menyampaikan aspirasi, tentunya tidak merusak fasilitas yang ada, karena mengingat dan menimbang aksi masa yang terjadi beberapa waktu lalu banyak di tunggangi oleh oknum-oknum yang tidak bertanggung jawab terhadap keamanan dan ketertiban umum.

"Menyampaikan aspirasi tentu boleh saja, tapi tidak melakukan kegiatan dapat merugikan, maupun merusak fasilitas negara, karena bisa melanggar aturan-aturan yang berlaku," tegas Fakhri disela-sela demontrasi.

Aksi berakhir dengan menyegel gerbang gedung DPRPD menggunakan spanduk yang bertuliskan menolak ominbus law yang tepasang sepanjang pelataran pagar gedung, dengan penyegelan pagar tersebut aksi penolakan Omnibus Law dibubarkan.

Aksi yang dikomandoi oleh ratusan mahasiswa ini, menyebabkan arus lalu lintas jalan utama yang berada dikawasan jalan Khatib Sulaiman sempat mengalami kemacetan.

 

LEO WP

WawasanProklamator.com Jauh Lebih dekat

Komentar

Kirim Komentar

Nama Lengkap
Alamat/Kota
E-mail
URL Website/Blog
Komentar