BUNG HATTA MUDA

Mahasiswa Universitas Bung Hatta  Terpilih Menjadi Duta Genre Inspirator Putri Kota Padang 2020

Mahasiswa Universitas Bung Hatta Terpilih Menjadi Duta Genre Inspirator Putri Kota Padang 2020

Minggu, 23 Februari 2020

WAWASAN PROKLAMATOR,- Riri Agusti Muchtar mahasiswi dari Program Studi Sastra Jepang Fakultas Ilmu Budaya (FIB) angkatan 2019...

MAHASISWA UNIVERSITAS BUNG HATTA MASUK 15 BESAR FINALIS DUTA PDAM KOTA PADANG 2019

Mahasiswa Universitas Bung Hatta Masuk 15 Besar Finalis Duta PDAM Kota Padang 2019

Minggu, 29 Desember 2019

WAWASAN PROKLAMATOR,- Leonardus Gunawan mahasiswa Program Studi Pemanfaatan Sumberdaya Perikanan (PSP) Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan...

Mahasiswa FEB Sabet Juara III dalam Turnamen Catur

Mahasiswa FEB Sabet Juara III dalam Turnamen Catur

Senin, 23 Desember 2019

WAWASAN PROKLAMATOR,- Yubilio Zuli mahasiswa Program Studi Manajemen Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) angkatan 2018 peroleh juara ke-3 dalam...

FEATURE

Jumat, 08 November 2019

LEO WP

Pantai Padang, Gelora Alam Nan Memesona

2019-11-10 23:26:13WAWASAN PROKLAMATOR,- Sumatera Barat terkenal dengan segala pesonanya, baik dari wisata kuliner, budaya, serta alamnya nan indah tuk dikunjungi....

Tidak Adakah Ruang Aman Bagi Perempuan ?

Jumat, 17 Januari 2020 | 14:12:18 WIB Share
Tidak Adakah Ruang Aman Bagi Perempuan ?

WAWASAN PROKLAMATOR-, Melingkar Malam Kamis merupakan diskusi yang diadakan oleh kawan-kawan pegiat Aksi Kamisan Padang. Bertemakan Ruang Aman Bagi perempuan, pertemuan ini  dilakukan bersama Indira Suryadi dari Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Padang dan Yeri Heriani dari Nurani Perempuan Women Crisis Center bertempat di Q-TE, Ulak Karang. Rabu (15/01/2020).

Diskusi ini biasanya dilakukan setiap malam Kamis, setelah berdiskusi mereka turun kejalan untuk menyuarakan kasus-kasus hukum dan Hak Asasi Manusia (HAM). Minggu ini, isunya adalah menciptakan Ruang Aman Bagi Perempuan dikarenakan maraknya terjadi pelecehan seksual yang korbannya didominasi oleh para perempuan.  Aksi turun kejalan dilaksanakan pada hari Kamis tanggal 16 Januari 2020 di Simpang Presiden pukul 16:00-18:00 WIB.

Edo Hia,  mahasiswa Sastra Inggris yang ikut serta dalam diskusi tersebut mengatakan "Kasus ini perlu dibahas lebih banyak agar lebih banyak orang yang sadar, paham dan terlibat dalam upaya ini," jelas Edo.

Kasus-kasus pelecehan seksual dan pemerkosaan amat sering terjadi, pelecehan ini biasa terjadi di ruang publik, pasar, sekolah, kampus, dan bahkan dirumah. Kita bisa melihat bahwa memang tidak ada ruang aman bagi perempuan ataupun anak-anak bahkan tempat yang seharusnya menjadi tempat menuntut ilmu bagi merekapun menjadi tempat yang sangat menakutkan.  Ini  bukti bahwa kejahatan pelecehan dan kekerasan seksual  masih menjadi momok menakutkan. Korban menjadi yang paling dirugikan secara sosial dan psikis.

Edo Hia menyatakan bahwa gerakan ini harus dimulai dari sekarang dan ciptakan ruang aman bagi perempuan. "Kita harus sadar dan memahami ini, kita harus bergerak mulai dari sekarang. Kita harus menciptakan ruang aman bagi perempuan, anak-anak dan memastikan bahwa kita tidak menjadi pelaku," ungkapnya.

 

SARI WP

WawasanProklamator.com  Jauh Lebih Dekat

Komentar

Kirim Komentar

Nama Lengkap
Alamat/Kota
E-mail
URL Website/Blog
Komentar